
Pagi ini entah kenapa Freya malas untuk sarapan, mungkin bayangan James yang tengah sibuk dan tidak akan ada dirumah makan membuat Freya malas. Entahlah, kenapa Freya menjadi seperti itu
Setelah bersiap Freya menuju ruang makan dengan enggan. Rasanya dia ingin meninggalkan sarapannya. Tapi Butler Camp berkata bahwa Yang Mulia Grand Duke sudah menunggunya bersama dengan tamunya.
Tamu? Freya ingin sekali bertanya siapa tamu Grand Duke, tapi bibirnya kelu. Dia memutuskan untuk melihatnya langsung di ruang makan saja.
Seperti biasa, Freya ingin datang lebih awal, tapi saat sampai meja sana sudah terlihat Grand Duke dan seorang laki-laki, Dia masih berbincang dengan Grand Duke melihat ke arahnya, jadi Freya belum tahu siapa dia.
"Ah... Selamat pagi... " James menyapa Freya dengan wajah berseri-beri. Melihat James memasang ke depan dengan wajah yang tak biasa dan mengucapkan sapaan pagi. Deron pun menoleh ke arah Freya.
Freya yang di sapa oleh Grand Duke itu tersenyum dan ingin mengucapkan pagi juga, namun seseorang yang awalnya memunggunginya kini menoleh dan menatapnya.
Freya membeku sesaat. Itu adalah wajah yang amat sangat dia kenali. Wajah yang sudah membuat hari harinya bahagia sekaligus tersiksa. Orang yang sangat dia suka selama 10 tahun. Deron Zanibun.
James mengerutkan alisnya. Kenapa Freya diam saja menatap Deron.
"Ah Freya Westley?" Deron memastikan identitas Freya.
__ADS_1
"Freya?" James memanggil namanya.
Freya yang linglung itu pun segera sadar.
"Ah iya... salam untuk Marquess Muda Deron Zanibun."
Detak jantung Freya berpacu tak beraturan. Perasaannya terombang ambing tak karuan. Bagaimana bisa Deron ada disini. Terlebih suasana ini. Freya tidak nyaman, jelas itu terlihat di rayt wajahnya. Tapi dia berusaha mengesampingkan rasa tidak nyamannya disini.
Deron menundukkan kepalanya sebagai simbolis menerima salamnya. Deron heran, kenapa Freya juga ada disini.
"Dia bekerja disini. Aku butuh administrator untuk wilayah dan mansionku." James memberikan keterangan sebelum Deron bertanya.
"Iyakah? Sayang sekali aku tidak sempat bertemu dengan mereka."
Freya berjalan menuju tempat duduk yang biasa dia duduki. Itu ada di sebrang Deron dan James dan di tengah diantara mereka berdua.
Deron menatap lekat Freya, wajahnya cantik dan dia terlihat anggun. Perasaan yang tidak nyaman juga datang padanya.
__ADS_1
"Bukankah ada Baron Edy yang membantumu?"
"Ya, dan kurasa dia kewalahan." James berkilah dan memberikan alasan untuk menutupi niatnya.
Yah sebeneneya tidak aneh kalo Freya bekerja disini. Masalahnya, dia tinggal disini? satu mansion dengan Grand Duke. Orang orang akan mengira Freya bahwa dia adalah yang calon Nyonya disini. Berpikir semuanya membuat dada Deron sesak.
Wajah Deron tampak terdistorsi, dia bahkan tidak mendengarkan James yang menjawab pertanyannya.
"Jadi kau akan disini sampai kapan?" James masih santai menanggapi Deron yang sedang berpikir dengan banyak bayangan di kepalanya.
Pelayan mulai menyajikan makanan diatas meja tersebut.
Freya menegakkan punggungnya. Tadi setelah Camp datang ke kamarnya, Freya ingin sampai ke meja makan untuk melihat James, tapi melihat Deron sekarang ini hatinya menjadi bimbang, sekali lagi hatinya masih belum berpaling.
"Freya, aku akan mampir nanti siang ke kantor." James yang kaku itu selalu menatapnya dengan bahagia.
Freya hanya tersenyum. Dia mengambil minum di gelas yang sudah terisi air di depannya.
__ADS_1
Suasana makan itu sangat canggung sekali. Bukankah Freya harusnya senang bertemu dengan Deron penguasa hatinya selama 10 tahun ini?