PUTRI COUNT SALAH CONFESS

PUTRI COUNT SALAH CONFESS
Bab 23


__ADS_3

James melihat interaksi Killion dan Putri Arabella di taman sana.


"Sepertinya mereka hubungan yang buruk!" James bisa berkata demikian sebab mata Killion yang dilihatnya berkilat penuh dengan kebencian.


Setelah keterlibatan Killion dengan Pangeran Yaser dan Putri Arabella, Killion membalikkan badannya untuk masuk ke ball lagi. Tak disangka belum jauh dari Putri Arabella, Killion menemukan James.


James tersenyum dan melemparkan telapak tangannya ke udara, sapaan akrab mereka adalah melakukan tos.


"Brother!"


Killion langsung menyapanya dengan wajah sumringah, beda sekali dengan wajah saat bertatapan dengan Putri Arabella.


"Lama tak bertemu." James tersenyum ramah, padahal wajahnya biasanya sedingin kutub Utara.


"Ya." Killion membalasnya.


"Ah aku mencarimu karena ada yang harus kuberitahukan." James berbicara bermaksud untuk memberitahukan kondisi Freya.


Killion memandang James heran, "Apa kau akan menikah?"


"Apa????" James kaget dengan pernyataan Killion sepihak.


Killion tertawa melihat James yang salah tingkah.


"Ya tentu saja aku akan menikah, tapi bukan itu." Dengan cepat James melakukan klarifikasi.


James yang selalu menjadi sosok pendiam selalu berubah saat dia bertemu dengan Killion. Dia adalah teman ternyamannya.


"Freya mabuk dan sekarang tidur di ruang inap di aula."


"Apa??" Kali ini Killionlah yang kaget.


"Permisi Grand Duke dan Tuan Killion." Arabella yang harus melewati mereka ketika harus ke ball perjamuan itu menyapa keduanya yang tadinya asyik mengobrol.


James langsung memasang wajah ramah ala kadarnya karena dia anggota Kerajaan. Catatan James biasanya hanya menganggap Lady yang menyapanya sebagai orang orangan sawah.


Sedangkan Killion bertindak kurang ajar dengan wajah datarnya dan hanya membungkuk.

__ADS_1


Entah kenapa Arabella malah tertawa sebab wajah datar Killion itu malah terlihat menggemaskan di matanya.


Putri Arabella lalu berlalu pergi masuk ke ball room acara.


James menyikut perut Killion dengan pelan.


"Kau kenapa?"


"Kenapa apanya?" Kilah Killion.


"Aneh sekali ekspresimu!"


"Apa karena kau tinggal di utara lalu tak pernah membaca berita?"


".....?" James bingung dengan pertanyaan Killion.


"Ah sudahlah, kau kan selalu seperti itu. Aku ini mana penting untukmu."


"Tolong jangan berkata begitu." James tak terima jika Kiion menganggap dirinya tak penting bagi dirinya.


"Kau kan tahu aku juga baru pulang dari perang, Wilayah juga sedikit terbengkalai karena pemiliknya pergi berperang, aku sungguh tak tahu apa apa mengenai Kerajaan ini kecuali itu berita invasi, perdagangan dan yang lainnya." James menjadikan posisi dirinya saat ini.


Ya begitulah, meski tak sepandai Deron dalam berpedang, James tetap pergi berperang.


"Ada apa memangnya? Aku sungguh ingin meminta maaf karena tidak ada di sampingmu saat kau tak ada."


"Tidak... aku yang salah James karena telah menyakiti perasaanmu. Mengenai masalah itu biarlah kesiapan sendiri."


James tahu, Killion adalah orang yang bisa menjaga aib dirinya sendiri dan orang lain. Jadi James tak akan bertanya lebih lanjut lagi mengenai masalah yang menimpa Killion.


"Ah tadi kau bilang Freya mabuk?" Killion mengarahkan arah pembicaraan yang sempat tertunda.


James menganggukkan kepalanya. " Kau tahu ini adalah hari debutnya dia. Dia hanya berdansa denganku dan menghilang. Tak disangka malah mabuk dan sudah tidur. Padahal aku Haze tadi ingin berdansa dengannya."


"Apa!" Itu adalah pertanyaan tadi juga dengan nada membentak.


Killion kaget dengan reaksi James. "Ah maaf aku hanya kaget, kenapa Haze ingin berdansa dengan Freya?"

__ADS_1


James dadanya langsung kembang kempis, tapi sebisa mungkin dia menahan emosinya, lalu mulai mengorek informasi.


Sejak Freya mengatakan kalau dia menyukainya, James merasa bahwa dia mulai posesif dan juga cemburu. Lalu apakah James sudah suka dengan Freya? atau dia hanya tidak rela saja jika Freya harus berfabsa dengan yang lain.


"Yah, berdansa dengan Haze bisa membuat reputasi Freya bagus, Haze juga tidak menolak."


"Tunggu, apakah itu artinya kau yang memintanya?"


Killion mengangguk, sebab dirinya lah yang sudah berjanji akan membuat Freya berdansa dengan temannya waktu itu. Dan Freya sangat senang dengan janji Killion.


"Kenapa tak memintaku juga?"


".....?"


"Jangan salah paham, aku juga punya gelar Grand Duke, juga Freya bisa membantuku dalam mengusir para perempuan yang ingin dekat denganku."


Yah masuk akal. James sedang membuat alasan saja, jantungnya gugup karena terus berbohong.


"Aku tak pernah kepikiran Freya berdansa denganmu."


"Kenapa?" James kaget lagi. Apa dirinya seburuk itu.


"Yah kau kan orang paling kaku, sedangkan Freya orang yang banyak omong, Aku merasa kalian tidak akan cocok, bahkan jika itu hanya tarian dansa sebentar."


"Tidak cocok?" James mengulangi kalimat Killion sekali lagi.


".....?" Dengan sifat James yang seperti itu mana mungkin dia akan cocok dengan Lady yang uraian seperti Freya.


Meski begitu, Killion merasa aneh dengan sikap James. Yah mereka adalah kumpulan manusia yang tidak peka, jadi meski bersikap aneh, tidak ada yang curiga satu sama lain.


Keduanya lalu masuk ball lagi sebab ini adalah jam puncak acara.


***


Halo Readers...


Untuk dukung author, JANGAN LUPA LIKE, SUBSCRIBE, KOMEN, VOTE DAN RATING BINTANG 5 NYA YA! Hehe... Kasih tekanan bunga atau secangkir kopi juga boleh, hehe... Biar Author makin semangat...

__ADS_1


Makasih!


Happy reading**!


__ADS_2