PUTRI COUNT SALAH CONFESS

PUTRI COUNT SALAH CONFESS
Bab 30


__ADS_3

Setelah melakukan perjlanan jauh, mereka sampai di kediaman Grand Duke James Malino di Utara. Freya masih tertidur dengan nyenyak. Mungkin karena faktor terlalu banyak berpikir sehingga membuatnya sangat mengantuk parah.


Count Galo Westley dan Killion telah lebih dulu turun. Disana James sudah menyambutnya di depan rumahnya.


James menyemabut mereka dengan senyum mengembang, dia memeluk Count yang sudah seperti Ayahnya sendiri, lalu memeluk Killion. Tapi tatapan James mencari orang yang sudah dia nantinanti. Wajahnya tampak celingukan kesana kemari.


"Aha, Freya tertidur di kereta." Count akhirnya memberikan kejelasan kepada James.


"Begitu rupanya." James yang ketahuan pun tersenyum malu.


"Aku akan menggendongnya nanti."


"Ah tidak-tidak, kau pasti lelah Kill." James seperti mendapatkan kesempatan untuk menggendong peri musim seminya.


Killion mengerutkan alisnya, tapi dengan cepat berkata, " Ya sudah kalau kau dengan senang hati melakukannya."


Yes! Hati James ingin berteriak kegirangan, tapi ditahannya.


James sudah menunjuk, Camp si kepala pelayan untuk mengantar Count dan Killion ke kamar tamu.


Sementara itu, James menuju kereta tempat Freya masih tertidur. James memandanginya sejak. "Hm... kenapa kau tidur sangat nyenyak Fre? Kau tidak rindu padaku?" James lalu masuk dan mulai menggendong Freya yang masih tak sadar akan dipindahkan.


Sejujurnya, James ingin menempatkan Freya di kamar sampingnya, tapi karena mereka belum menikah pasti akan ada gosip yang tak sedap untuk Freya, jadi James menekan keinginannya.


James membopong Freya dengan wajah bahagia, sesekali dia melihat wajah Freya yang tertidur teduh. James bertanya tanya dalam benaknya. Sedang mimpi apa dia? apakah dalam mimpinya Freya bertemu dengannya?


James sibuk melangkah sampai akhirnya tiba di kamar yang akan ditempati Freya. James sedih karena tak suka harus berpisah dengan Freya secepat ini. James kesulitan saat akan membuka pintu. saat tangannya yang masih membopong Freya juga beruaha untuk meraih gagang pitu, kepala Freya terbentur pintu yang sudah terbka.


Jeduk, "Aah...." Freya mengerang kesakitan. Mereka terjatuh di lantai berkarpet. Tubuh James ditindih Freya. Meski sedikit sakit tapi tak seberapa. James juga tak membuat suara. Freya akhirnya bangun dari tidur panjangnya. Saat matanya mulai membuka, dia kaget setegah mati karena mendapati dirinya ada di ruangan yang belum pernah dia datangi, lalu saat menemukan wajah Jame yang tetap diam memandangnya, Freya tersadar kembali.


"Kak James?" Kta Freya pelan.

__ADS_1


"Kak James!?" Kali ini dengan suara lebih kencang.


James memasang wajah kaget juga, sepertinya Freya kaget melihat wajah James.


"AAAaaaaaaaa........." Freya berteriak sangat kencang. Freya bangun dan berdiri.


Count dan Killion yang mnedengar teriakan Freya pun segera datang menghampiri kamar yang ada di dekatnya. Mereka datang dengan was was karena takut terjadi apa-apa dengan Freya.


Freya setelah berteriak membunhkam mulutnya sendiri, sepertinya dia sadar telah membuat keributan.


"Ada apa ini?" Count datang khawatir. Ynag dilihatnya dalan pemandangan Freya berdiri kaget, sementara JamesĀ  terduduk di lantai.


"Ayah kita ada dimana?" Freya bertanya pada Ayahnya dengan wajah penuh emosi yang tidak bisa di deskripsikan.


Sekarang Count paham, kenapa anak gadisnya itu bertanya. Rupanya Freya pasti kaget.


"Ah, maaf Fre, saat ini kita sedang ada di mansion Grand Duke Malino." Count berkata tanpa merasa berdosa karena telah merahasiakan kemana mereka hendak pergi.


"Kau tidak apa-apa Freya?" James bertanya pada Freya.


"Memangnya dia tadi kenapa?" Killion bertanya karena tidak tahu.


"Ah, tadi saat aku hendak membawa Freya masuk ke kamar, tapi aku kesusahan membuka pintu, lalu tanpa sengaja kepala Freya terbentur pintu." James menjelaskan kronologi kejadian.


"Begitu rupanya." Killion lalu memandang wajah adiknya yang kaget, bukan karena terjedot pintu tapi karena syok dengan keadaan dia sekarang ada dimana.


"Dia terlihat baik-baik saja kok. Benar kan Fre?" Count ingin mengkonfirmasi langsung kedaan Freya.


"Ya?... iya!" Freya yang tampak linglung akhirnya tersadar.


"Istirahatlah Ayah, Kill dan Freya. Aku akan menyuruh bagian dapur untuk menyiapkan makan malam yang terlambat ini."

__ADS_1


Sekarang sudah pukul 9 malam, tentu saja mereka sudah terlambat makan malam.


Setelah perkataaam James, mereka semua bubar. Count dan Killion tampak baik-baik saja. Berbeda dengan Freya yang masih sangat syok.


"Mandilah, aku sudah menyuruh pelayan untuk menyiapkan air hangat untukmu. Lalu turun dan makan! "


James kemudian mengacak ngacak rambut Freya.


Freya tampak masih kaget dengan semua perlakuan James.


James kemudian pergi meninggalkan Freya.


Freya mandi dengan kepala masih kosong. Dia ingin kabur tapi kemana, lalu juga alasannya . Karena dia pergi sekeluarga. Mau tak mau, Freya harus disini sampai liburan keluarganya usai.


"Huh... " Freya mengehela nafas.


Selesai mandi dia berpakaian sedikit kasual. Dresnya ringan dan dengan renda sederhana.


Freya dengan enggan berjalan menuju ruang makan dipandu oleh kepala pelayan.


Entah mengapa Freya merasa kalau Camp terlalu berlebihan dalam melayani Freya.


'Apakah dia calon Grand Duchess??' Camp bertanya tanya dalam hati. Akhirnya musim semi Grand Duke telah datang. Pikirnya dalam hati.


Laki-laki berumur 50 tahunan itu dengan semangat dan antusias menyambut keluarga Count Westley. Apalagi setelah Grand Duke menekankan untuk membuat semua orang nyaman, terlebih sosok wanita bernama Freya Westley. Setelah ikut menyambut keluarga Count yang baru datang, barulah Camp mengerti. Rupanya, majikannya telah jatuh hati dengan anak Count Westley. Tapi melihat perangai wanita tersebut, sepertinya Camp bisa menyimpulkan bahwa cinta majikannya bertepuk sebelah tangan.


'Tuan, anda harus berusaha lebih lagi. Aku akan membantu sebisaku! ' Camp membulatkan tekadnya untuk membantu usaha Tuannya.


Tiba dirumah makan, Freya duduk.


Dia telah salah menilai James. Rupanya dia adalah rubah licik. Jadi Freya harus beradu tipu muslihat dengan teman Kakaknya tersebut.

__ADS_1


__ADS_2