
Baru juga Freya merasa bernafas dengan lega, siang hari dia sudah dipanggil James di ruang tamu dan yang sekarang ada di hadapannya adalah para pedagang yang sedang tersenyum dengan lebar karena akan menawarkan dagangannya kepada Freya.
Mulai dari penjual aksesoris, gaun, sepatu, perhiasan dan pedagang-pedagang yang menurut Freya tidak penting karena Freya jarang membeli barang dagangannya seperti tukang jual bunga dan vas, tukang jual perabotan dan lain sebagainya.
"Apa ini semua?" Kata Freya kesal dan juga kaget.
"Mereka?" Jawab James. Jelas James merasa enteng, karena itu semua dia lakukan untuk menyenangkan hati Freya.
Sayangnya Freya tidak demikian, pikirannya bersebrangan dengan James. Dia malah kesal karena tingkah James yang berlebihan. Bagi Freya yang suka membeli barang karena kebutuhan, Dia merasa kalau James hanya buang-buang uang saja.
"Ya untuk apa mereka semua ada disini?" Freya sebenarnya ingin menerkanya tapi dia ingin memastikannya saja.
"Ya untuk apa lagi? untuk memberikan apa yang kau mau." Jawab James santai.
"Apa kau sudah gilla?" Kata Freya agak meninggi.
Seketika wajah para pedagang yang tadinya tersenyum penuh dengan harap berubah menjadi masam. Jawaban tak terduga dari Lady Freya sangat di luar prediksi mereka. Biasanya para gadis bangsawan akan senang berbelanja, tapi kenapa Lady Freya tidak demikian.
James juga mengerutkan keningnya, "Kenapa aku gilla?"
Freya memijat (endingnya yang berdenyut, kenapa juga dia harus dihadapkan dengan orang gilla macam James ini.
"Fiuh.... " Freya menghela nafas beratnya seakan memang ada hal berat yang dia pikirkan.
__ADS_1
"Begini ya Tuan Gran Duke James yang terhormat, aku tidak membutuhkan semuanya. " Kata Freya hampir putus asa.
"Kenapa?" James pikir dengan membawa semua oedagang ke mansionnya, Freya akan suka. Tapi sebaliknya, wanita pujaan hatinya itu malah menolak semuanya dan mengatakan kalau dia gilla.
Freya yang tadinya mentap lurus ke jendela depan kini menoleh ke arah James dengan heran mata melotot.
"Wah... " Freya tersenyum kesal. Karena merasa percuma menjelaskannya pada orang bebal seperti James yang bertindak sesukanya.
Ingin sekali rasanya Freya meninju wajah James dengan sekuat tenaganya.
"Aku menyerah!" Kata Freya pelan.
Kepala pelayan yang mengetahui situasinya itu merasa senam jantung sebab, majikannya itu sungguh buta perasaan. Bagaimana mungkin dia tidak peka dan membaca situasi Lady Freya bahwa dia kesal karena membawa semua pedagang ke mansion tanpa bertanya lebih dulu apa yang dia inginkan.
Kepala pelayan segera membisikkan sesuatu ke majialannya untuk segera bertindak sebelum Lady Freya meledak emosinya karena menghadapi manusia aneh seperti Tuannya itu.
"Jadi begitu?" James menanggapi hasil bisikan kepala pelayan yang sudah tua tersebut.
"Bubar kalian semua!" Kata James dengan sekali perintah.
Para pedagang tampak kecewa, tapi kepala pelayan bilang bahwa Grand Duke akan memberikan kompensasi dengan membeli dagangan mereka satu per satu. Sehingga para pedagang tidak terlalu kecewa.
Freya masih mendengus kesal dan melangkah untuk pergi dari ruang tamu tersebut.
__ADS_1
"Mau kemana?" James berusaha mengejar Freya yang tampak kesal.
Freya tak menjawab dan terus melangkah.
"Apa aku melakukan kesalahan?"
Freya kemudian menghentikan langkah kakinya.
Bebal sungguh bebal, begitulah isi pikiran Freya. Kenapa orang satu ini tak bisa membaca situasi.
Wajahnya James tampak murung melihat Freya yang tampak marah dan kesal dengannya.
Freya menghela nafasnya perlahan sebelum membuka mulutnya untuk berbicara.
"Begini ya... " Perkataan Freya terjeda lagi, dia ingin memilah kata-kata agar manusia yang seperti anjing itu menurut karena perkataannya. "Terimakasih atas kebaikan dan kedermawanannya, tapi aku tidak membutuhkan semuanya seperti yang tadi anda lakukan. Kalau saya butuh sesuatu saya pasti akan mengabari Tuan." Freya berbicara dengan nada sangat formal kepada James.
Mendengar wanita yang disukai nya berbicara formal dan membangun tembok penyekat jarak antara dirinya membuat James semakin sedih.
"Dan satu lagi, tolong tinggalkan saya saja. Saya ingin sendiri!"
James menunduk dengan wajah lesu, sementara Freya yang masih kesam berlalu pergi.
Kepala pelayan yang menyaksikan kejadian saat hendak memberi tahu sesuatu kepada majikannya itu pun sedih. Tapi tekadnya sangat bulat untuk membuat majikannya itu menemukan cinta dari seorang Lady. Kebetulan cinta itu sudah ketemu hanya saja menyatukan dua manusia dengan beda kepribadian sangatlah sulit .
__ADS_1
Jadi sepertinya kepala pelayan harus bekerja keras untuk itu semua.