PUTRI COUNT SALAH CONFESS

PUTRI COUNT SALAH CONFESS
Bab 54


__ADS_3

Setelah hari dimana Deron pergi, Freya yakin kalau James memang tengah menghindarinya. Dia tidak datang di jam makan pagi, siang atau pun malam. Sampai sampai Freya merenung, apa salahnya dia sampai James seperti ini.


Hari keduanya Freya tidak bisa bertemu James, dia sendiri merasakan perasaan yang tak menentu. Sampai alahirnua Camp, sang Butler datang, Freya yang tidak tahan akhirnya menanyakan kabar James.


"Tuan hanya sedang sibuk Nona."


"Benarkah? Dia sibuk atau sedang mengacuhkanku?"


Camp menelan ludahnya meski rasanya tak banyak air liur di mulutnya. Camp menyadari perubahan yang terjadi pada Tuannya. Hanya saja, dia belum berani bertanya. Tuannya itu juga selalu uring uringan belakangan ini, itu membuat suasana di mansion kembali horor.


"Nona... saya tahu mungkin belakangan ini Nona tidak bisa bertemu dengan Yang Mulia, tapi yakin kalau Yang Mulia juga sedang memikirkan Nona." Camp berusaha menenangkan Freya. Camp tersenyum senang, sebetulnya sepertinya Freya juga sudah mulai menaruh rasa dengan Tuannya.


"Huh... " Freya menghela nafas. "Yah, benar memang kalau situasi sekarang ini situasi yang menyibukkan." Freya juga tahu benar omongan Camp sangat benar.


"Kalau begitu saya permisi." Camp pamit undur diri setelah mengantarkan teh dan camilan untuk Freya.


Freya berusaha tersenyum, "Terimakasih."


Freya kembali melanjutkan pekerjaannya. Kali ini dia harus membuat inventaris barang di mansion, memberikan kondisinya dengan baik, lalu membuat anggaran untuk memperbaiki barang yang rusak.


Membuka buka dokumen inventaris barang membuatnya berpikir untuk bertanya. "Aku bisa bertanya pada Baron aedy, Camp atau JAMES." Sebuah akal terbesit dipikirannya.

__ADS_1


Kenapa juga tidak tidak kepikiran itu ya, alasan untuk bertemu James itu ada banyak. Jadi kenapa juga dia harus repot berpikir yang tidak tidak. Dia akan melihat situadinya secara langsung nanti. Apakah James memang sangat sibuk atau dia menghindari dirinya.


"Awas saja nanti!"


***


Freya menyelesaikan pekerjaan nya lebih cepat lagi. Dia kemudian segera pergi ke kamarnya untuk mandi dan bersiap. Biasanya saat sore semua orang menyelesaikan pekerjaannya kan, jadi Freya merasa waktu tersebut tidak akan menganggu orang, juga Freya ingin mengajak James makan malam bersama. Rencana begitu.


Tapi harapan Freya pupus sebab James malah pergi keluar.


Dia kecewa karena tidak diberitahu.


"Huh, menang siapa juga aku ini, aku kan pekerja saja disini."


"Begini Nona, Yang Mulia tidak bermaksud."


"Sudahlah Butler, tolong jangan bela Tuanmu lagi."


Merasa mendapatkan tembakan peluru pertanyaan, Camp menjadi semakin khawatir. Sepertinya Lady Freya diambang kecewa. Tidak tepatnya Lady Freya ini memendam rindu, tapi dia banyak berspekulasi.


"Sudahlah aku pergi dulu. Dan tolong jangan ganggu aku." Freya berlalu pergi dengan perasaan kesal.

__ADS_1


Freya mengunci kamarnya. Dia tidak datang makan malam. Akhirnya pelayan mengantarkan makan malamnya di kamarnya.


***


Hampir tengah malam, James baru pulang. Dia hanya habis pergi meninjau insiden, sebagai kepala wilayah, saat dia ada di tempat di ingin melihat untuk menilai tindakan apa yang tepat dan harus dilakukan.


"Yang Mulia.... " Camp menyambutnya, kemudian membawakan mantel Tuannya yang terbuat dari bulu hewan.


"Ada apa?" James bisa tahu karena raut wajah Camp terlihat sedikit kacau.


"Tidak ada, Tuan harus bebersih dan makan malam dulu." James melewatkan makan malamnya. Dia adalah tipe orang yang kalau sibuk melupakan segalanya, termasuk makan.


Selesai mandi, Camp membawakan makan malam Tuannya.


"Tinggalkan saja."


James sudah mengenakan piyama tidurnya.


"Tuan sedang ada masalah dengan Nona Freya?"


Campa akhirnya membuka mulutnya karena tidak tahan.

__ADS_1


James ada di ambang kebingungan, haruskah dia menceritakan segalanya dari awal atau haruslah dia memendamnya saja.


__ADS_2