PUTRI COUNT SALAH CONFESS

PUTRI COUNT SALAH CONFESS
Bab 46


__ADS_3

Ini hari pertama Freya memulai harinya seorang diri di utara. Maksudnya tanpa Ayah dan Kakaknya. Rasanya sedikit berbeda, tapi Freya sudah mengujuhkan hatinya bahwa dia akan melakukan yang terbaik.


Dia bersiap diri, karena alasan dia ada disini sudah ditentukan maka Freya ingin segera menyesuaikan hal yang harus dia kerjakan.


Freya pergi ke ruang makan dengan wajah lesu.


Ruang makan di kediaman Grand Duke sangat besar, sehingga ketika digunakan makan hanya untuk 2 orang rasanya sangat sepi.


Freya berpikir, kalau ada dia saja masih terlihat sepi lalu bagaimana Dia (James) makan seroang diri. Tiba tiba saja Freya merasa betempati kepada James yang tengah memasukkan suapan roti dengan selai kacang ke dalam mulutnya. 'Apakah kamu terbiasa makan seorang diri?'


James yang merasa ada yang memperhatikannta kemudian menoleh ke arah Freya.


"...?"


Kedua mata mereka bertemu. Freya segara mengalihkan pandangannya ke arah lain.


James tersenyum nakal karena sudah memergoki Freya melihat ke arahnya.


"Pandangi saja aku sepuasnya. Aku kan memang tampan." James berseloroh bercanda.


Freya segera mengiris sosis panggang yang ada di piring makannya. Lalu segera memasukkan potongan sosis tersebut ke mulutnya. Dia tidak menanggapi James.


Meskipun Freya tidak menanggapi James, James tetap tersenyum. Sarapan paginya bersama dengan Freya terasa menyenangkan.

__ADS_1


"Kapan kapan sarapan di luar saja, pasti rasanya lebih menyegarkan." Kata James memberikan usulan.


"Yah, boleh juga." Freya selalu menjawab singkat. Dia sendiri tidak tahu kenapa dia bereaksi begitu kepada James.


***


Setelah sarapan Freya dibawa ke ruang kerja Grand Duke, disana sudah ada Baron Edy, pria berkacamata yang pernah dia temui sebelumnya.


"Baron Edy, ini Lady Westley yang akan membantu mengurus kediaman disini. Kalian sudah pernah bertemu bukan." James mengenalkan orang yang akan menjadi rekan Freya.


Freya tersenyum dan memberikan salamnya degan melebarkan gaun roknya dan menunduk.


Baron Edy pun membalasnya dengan ikut menundukkan kepalanya.


"Senang berjumpa kembali sebagai partner kerja Lady, saya menantikan kerjasama kita dengan baik."


Freya memandangnya dengan kagum, sebelumnya dia tidak pernah bermimpi untuk bisa bekerja karena takdir seorang perempuan pada jamannya sudah ditentukan. Jadi Ayahnya yang punya pemikiran bebas hanya selalu mengajari semua anaknya dengan sama adilnya. Dia tidak tahu kalau pelajaran Ayahnya tidak akan sia-sia.


"Apa kau suka?" James bertanya dengan sangat ramah. Meski terlhat sederhana, Freya bisa tahu kalau meja dan kursi tersebut terbuat dari kayu berkualitas bagus.


"Terimakasih, ini cukup nyaman." Balas Freya


"Aku yang akan membimbingmu langsung sebelum mulai bekerja."

__ADS_1


Suasanya yang tadinya penuh perasaan senang itu pun seketika berubah bagi Freya.


"Tunggu... bukankah aku bekerja dengan Baron Edy?"


James menjawab dengan menganggukkan kepalanya.


"Lalu kenapa aku harus belajar dan bawah bimbinganmu?"


James tersenyum nakal, "Apakah Lady melupakan statusku sebagai pemilik wilayah ini?"


Ah... Freya benar-benar lupa, dia bekerja di bawah nama Grand Duke, jadi James memang orang yang paling berkuasa disini, terlebih Freya melupakan niat James yang tak murni menahannya ada disini.


Freya memasang wajah cemberut, memang dari dulu kan dia di boddohi, dia saja yang tidak peka.


"Disana tempat kerjaku." James menunjuk meja yang ada di sebrang meja Freya, jaraknya hanya 5 langkah panjang James atau 8 langkah kecil Freya.


Freya melihat James dengan tatapan ingin menimpuknya dengan kursi yang ada di depannya.


Tapi James tidak memperdulikan ekspresi Freya yang kesal dengannya.


"Disini ada beberapa dokumen yang harus kamu baca dan pahami, aku sudah menyusun berdasarkan tahun dan musim. Kalau ada yang tidak kamu pahami tolong hubungi aku yang ada disana." Lagi-lagi Jame menunjuk ke arah meja depan tersebut. Dia tersenyum nakal, seperti kucing yang sudah mendapatkan makanannya.


"Terimakasih."Jawab Freya singkat sambil tersenyum, lalu duduk di kursinya dan mulai membaca dokumen yang ada di atas mejanya. Dokumen itu terdiri dari beberapa map, dan setaip map sangat tebal.

__ADS_1


Melihat hal tersebut, James pun melangkah ke depan, ke mejanya tempat dia bekerja. Dia duduk dengan tenang.


'Ah pemandangan depan memang sangat indah.' Batin James sembari memandangi wajah Freya yang serius membaca dokumen yang sudah dia siapkan.


__ADS_2