PUTRI COUNT SALAH CONFESS

PUTRI COUNT SALAH CONFESS
Bab 45


__ADS_3

Freya sulit terlelap, dia m|natap ke arah langit langit kamarnya. Dari mana datangnya kesialan dalam hidupnya. Sejak dia mencintai Deron kah? atau sejak pengakuan cintanya yang sudah dia rencanakan dengan baik tapi tidak berjalan sebagaimana mestinya.


"Benar... semua ini berasal sejak aku salah mengungkap kan perasaan ku pada Deron." Freya bermolog dan membuang batasnya dengan kasar.


Setelah berlarut larut memikirkan garis nasibnya yang di luar prediksinya, Freya akhirnya tidur terlelap.


***


Pagi yang cerah dengan suara burung berkicau.


Count dan Killion sudah mengemas barang mereka. Count sendiri kaget kenapa barang bawaan pulangnya bisa sebanyak ini.


Camp, sang butler sering datang mengetuk pintu dan membawa aneka barang hadiah dari Grand Duke. Count dan Killion sendiri sebenernya sudah merasa tidak enak, bagaimana mereka bisa menerima hadiah setiap harinya.


Tapi setiap kali barang itu dikembalikan kesokannya datang lagi barang yang kualitas nya diatas barang yang kemarin mereka tolak. Jadi mereka setiap hari hanya menerima dan mengucapkan terimakasih saja.


Freya sudah bersiap, bisa-bisanya hari ini dia ditinggalkan oleh kakak dan ayahnya sendirian di utara yang jauh dan dingin.


Untuk pertama kalinya Freya akan jauh dengan Ayahnya. Memikirkan nya saja membuat Freya bersedih.

__ADS_1


Makan pagi itu terasa nuansa suram, itu karena Count dengan terpaksa akan meninggalkan anaknya yang dia cintai di sini. Count sebenarnya percaya bahwa Grand Duke James akan menjaga putri nya yang cantik itu, tapi perasaan emosional itu teruss datang. Count jadi membayangkan, kalau suatu hari nanti Freya menikah dan dia harus melepaskannya, bagaimana ya perasaannya kelak. Membayangkannya saja membuat bulu kuduk nya berdiri.


Setelah makan pagi, Freya selalu mengekori Ayahnya. Ini adalah perpisahannya dengan Ayah dan Kakaknya jadi Freya juga merasakan emosional yang berlebihan. Seperti hatinya berkecamuk tidak rela melepas Ayah dan kakaknya pulang.


James sebenarnya merasa itu dengan Count yang selalu di dampingi Freya kemanapun dia melangkah. Tapi ini adalah perpisahan Ayah dan anak jadi James menahan perasannya tersebut.


Kereta kuda sudah siap, dengan 3 gerobak barang. Ini dulu dugaan Count dan Killion tentunya.


"Freya kau harus jaga diri baik-baik dan lakukan yang terbaik." Ayahnya berpesan. Dia memeluk anaknya dengan hangat.


"Ingat apapun yang terjadi padamu kau tidak sendiri. Freya adalah anak Count Galo Westley, Adik Killion Westley." Katanya lagi.


Freya tersenyum, Ayahnya itu sejak dulu sangat percaya pada Freya, jadi tentu saja dia tidak ingin mengecewakan Ayahnya yang sangat dia sayangi.


Tibalah kini Killion yang melepaskan perpisahannya. Kakaknya itu tak mengatakan banyak, ya kurang lebih sama halnya dengan Count agar berhati hati dan menjaga diri. Meski begitu, Freya tau kalau kakaknya sebetulnya sangat sulit melepas dirinya. Kakanya memang sulit dalam hal komunikasi. Maksudnya komunikasi berdasarkan perasaan, dia selalu susah mengungkapkan isi hatinya.


"Berjanjilah bahwa kau akan menjaga adikku dengan sangat baik." Killion menegaskan ucapannya. Baru kali ini dia bersikap dengan sangat dingin dan memasang wajah sangat serius.


James tau bahwa temannya itu sangat menyayangi adiknya.

__ADS_1


"Apa kau meragukanku?" James bertanya dengan tersenyum. Keluarga itu sangat menyayangi satu sama lain. Berbeda dengan dirinya yang tak punya saudara. Utara yang dingin dan kesepian yang menjalar dalam hatinya. James merasa bahwa alangkah senangnya jika suatu hari dia bisa memiliki keluarga yang demikian. Mata James kemudian beralih memandang Freya. Wanita cantik yang James harap suatu hari bisa bersanding dengan dirinya.


Freya ingin menitikkan air matanya, tapi kalau demikian Ayahnya pasti juga akan sedih, jadi sering melihat ke arah langit dan bernafas teratur agar tidak menangis. Dia mencuri gerakan tersebut saat Ayahnya dan Kakaknya mengobrol dengan Grand Duke.


Cukup efektif menekan air mata yang mau keluar.


"Kami pergi Freya." Sekali lagi pelukan hangat menghambur.


Kakak dan Ayahnya segera menaiki keretanya.


Freya berdiri dengan tetap memandang jalannya kereta yang mulai menjauh, jauh sampai sampai kereta itu pergi dan tak terlihat.


James masih diam mengamati Freya yang melepas keluarganya.


Setelah kereta tersebut benar benar hilang, barulah James bersuara.


"Ayo masuk kedalam." Nadanta lebih lembut, mungkin James juga tau kalau Freya tengah bersedih.


"Ya." Jawabnya singkat.

__ADS_1


Keduanya lalu masuk ke dalam mansion bersama sama.


__ADS_2