PUTRI COUNT SALAH CONFESS

PUTRI COUNT SALAH CONFESS
Bab 49


__ADS_3

James menyambut temannya lagi, Deron Zanibun datang ke perkebunannya untuk membicarakan keberangkatan dan persiapan. Dua anak muda tersebut memang masih muda, tapi mereka sangat ulet dan ahli dalam pertempuran. Umur mereka mungkin masih muda, tapi stamina dan otak mereka dalam menyusun strategi perang sudah tidak diragukan lagi.


"Hai sobat... " Deron lebih dulu menyapa.


Pelukan singkat sesama teman pun terjadi. Killon adalah orang yang kaku, tapi James setingkat lebih kaku lagi dibandingkan dengan Killion.


Deron datang ke mansion Duke tanpa pemberitahuan juga hanya kunjungan singkat. Jadi dia hanya mengirim merpati sehari yang lalu. Karena James juga terlalu sibuk kemaren dengan mengekori Freya, alhasil dia melewatkan informasi penting tentang kedatangan temannya ini.


"Kau terlihat sehat dan baik-baik saja." Kata Deron bercanda.


"Yah, aku sehat dan baik baik saja. Kau juga tbaik-baik saja."


Mereka masih bercengkrama seperti layknya seorang teman pada umumnya.


"Aku mendengar rmor aneh mengenai pernikahanmu."Kata James ingin memastikan sesuatu.


"Itu bukan rumor." Kata Deron singkat. Dia tersenyujm pahit. Sejujurnya dia belum berniat menikah, mskudnya tidak untuk saat ini, tapi Felix datang menemuinya langsung di kediamannya dan meinta tolong atas nama adiknya yang mungkin saja akan dijual Raja ke kerajaan sebelah. Rasa kemanusiannya tidak memberikan hal itu terjadi, jadi Deron mengambil tanggung jawab yang mungkin harusnya bukan miliknya.


"Haruskah ku ucapkan selamat." James melihat ekspresi Deron, itu bukan ekspresi orang jatuh cinta dan mencintai pasangannya. Ekspresi Deron adalah ekspresi kepasrahan, jadi James menbak kalau Deron mungkin terpaksa karena suatu keadaan.

__ADS_1


"Jangan mengambil tanggung jawab yang bukan milkmu." James menepuk pundak Deron.


Deron tersenyum getir, James yang kaku dan kadang tidak peka saja tahu.


"Yah, karena tanggung jawab kita saja sudah banyak. Kalau ada waktu temuilah wanita yang kau sukai dengan gembira. Rasanya akan berbeda." Kata James mulai menceramahi temannya itu.


"Sejak kapan Grand Duke menjadi seorang pakar cinta?" Seron mengejek James yang belum pernah punya pengalaman mengenai perempuan.


"Hahaha...."James tertawa.


Sungguh lucu, dirinya yang sekarang jadi lebih banyak berbiacar soal cinta dari pada strategi perang.


"Yah, aku berdoa kau segera menemui seseorang kau suka." Kata James tulus.


"Kau sendiri? Apa sudah menemukannya?" Deron mungkin hanya iseng melontarkan pertanyaan tersebut, siapa sangka James malah menjawabnya dengan sangat jujur.


"Tentu." James menjawab dengan bangga.


Sungguh jawaban yang tidak terduga. Deron saja sampai bengong dibuatnya. Benarkah? manusia patung ini?

__ADS_1


"Hahaha...." Kali ini Deron yang tertawa. Perutnya sampai sakit. "Tolong jangan bercanda." Katanya lagi.


James memasang wajah serius, dia menjawab dengan jujur tapi respon temannya itu malah sepertinya James menjawab dengan bercanda.


"AKU SERIUS!"


Lalu tawa itu menghilang seketika.


"Siapa Lady yang sudah mencuri hatimu?" Mata Deron tampak berbinar penuh dengan antusias. Yah sepertinya sudah lupa dengan topik pertemuan yang harusnya mereka bicarakan.


"Katakan kawan, aku akan memberikannya ucapan dan menjabat tangannya karena sudah berhasil memenangkan hati seseorang sepertimu." Deron menjawab dengan sangat semangat.


"Ada memang dengan orang sepertiku?" James merasa kalau dirinya ini sedang di ejek.


Sebetulnya maksud Deron bukan seperti mengejek, ;ebih ke sifat yang tidak mau membuka diri kepada orang orang, James cukup selektif dalam melilih lingkaran pergaulan. Dia terkenal sulit di dekati, jad kalau ada Lady yang menarik perhatian James, tentu Deron sangat bersyukur.


"Lupakan dan mari kita fokus dengan pertemuan kita." Kata Jmaes ingin mengalihkan pembicaraan. James merasa bukan saat ini dia harus membuka semua rahasianya. Kalau, kalau mereka sudah menikah, mungkin barulah James akan dengan sangat bangga berkata pada seluruh dunia bahwa Freya Westley adalah pendampingnya.


"Ayolah kawan...." Deron tak mau kalah dan terus mendesak James. James sudah kelepasan membicarakan mengenai perasannya. Harusnya Deron yang membuka kartunya, kenapa James yang sekarang kenda desakan.

__ADS_1


Mereka berdua menikmati lelucon konyol mengenai siapa Lady yang sudah membuat beruang kutub itu seperti sekarang ini. Lebih hangat dan sedikit ramah.


__ADS_2