PUTRI COUNT SALAH CONFESS

PUTRI COUNT SALAH CONFESS
Bab 32


__ADS_3

Seperti yang dijanjikan saat makan malam mereka kemarin. Hari mereka akan meninjau wilayah utara. Freya sendiri sudah bersiap dan sarapan dengan damai meski kesal. Hari ini memakai setelan berwarna ungu yang cantik. Seperti bunga lavender.


James juga sudah menyiapkan kereta kudanya dengan sangat hati-hati. Dia beranggapan kalau hari ini adalah hari kencannya bersama kekasih juga dengan Ayah mertua dan kakak iparnya.


Wajah bahagia James sepertinya tidak bisa disembunyikan. Dia banyak tersenyum belakangan ini, dan itu membuat Killion heran. Dasarnya dia manusia tidak peka, mau diapakan lagi.


Kereta yang di siapkan James cukup besar sehingga bisa muat untuk 4 orang dewasa. Freya duduk di samping Ayahnya. Sementara Million duduk di samping James. Tepat di depan Freya ada James .


Freya salah memilih lawan, sebab James sangat pandai berakting.


"Freya terlihat cantik mengenakan pakaian apa pun ya! " James memuji Freya sambil tersenyum. Meski terlihat bercanda sejujurnya James dengan tulus mengatakannya. Kata itu berasal dari dalam hatinya.


Freya tersenyum demi sebuah kesopanan dan mengatakan, "Terimakasih."


Singkat, padat dan jelas.


"Yah, anakku ini memang selalu cantik sejak lahir. " Count ikut nimbrung dengan percakapan James. Putri semata wayangnya di puji cantik, tentu saja dia merasa senang.


'Yah memang pantas kalau dia bersanding denganku.' James tersenyum kepada Count.


"Saya setuju dengan Count" Kata James.


"Aku yakin akan ada banyak pemuda yang antri untuk menjadi menantuku."

__ADS_1


Kali ini ucapan Count membuat senyum James memudar.


Sementara Freya yang melihat ekspresi James justru semakin ingin Memprovokasinya.


"Ah Ayah..... calon suami ku nanti harus menghadapi banyak seleksi dariku dan dari Ayah." Freya berkata sambil tersenyum.


"Ehem.... tolong jangan lupakan aku. " Killion tak mau kalah.


Freya semakin tersenyum senang. "Yah siapapun itu, dia harus tampan dan tak terkalahkan."


"Begitukah?" James tersenyum mendengar pernyataan Freya. Kepala pelayannya sering memuji dan berkata bahwa James itu tampan rupawan tapi kenapa belum ada lady yang dibawanya kerumah untuk menjadi calon Grand Duchess. Dengan dalih Kepala Pelayanan, sekarang dia percaya diri bahwa dirinya sangat tampan. James juga percaya diri bahwa dia adalah Ksatria yang baik dan tangguh. Dia memimpin 20.000 ribu pasukan yang ada dibawah komando Duchy nya.


Senyum James yang aneh membuat Freya merinding. Bisa-bisanya dia tersenyum seperti iblis.


"Ya, Anakku James memang tampan dan tak terkalahkan." Count menanggapi James dengan santai dan tak tahu bahwa James sedang serius.


"Yah meski begitu, rasanya aneh kalau James harus bersanding dengan adikku satu-satunya." Killion tak mau kalah lagi.


'Sialan kau!' James ingin mengutuk Killion.


Sementara Freya justru sedang tertawa dalam hatinya.


Kereta mereka sampai di pusat kota tak lama setelah perjalanan dari kediaman Grand Duke.

__ADS_1


Bangunan pertokoan berjejer sepanjang jalan tersebut. Bangunan itu rapi dan senada tipe bangunannya. Ada cafe tempat bersantai. Ada toko bunga, toko kue, toko baju, toko perhiasan, toko sepatu, toko karpet dan masih banyak lainnya. Juga ada penjaja keliling. Duchy tempat James memimpin tampak maju seperti Ibukota Kerajaan.


Freya turun dari kereta dibantu Kakaknya. Sejujurnya James sudah turun lebih dahulu, tapi James sudah ke duluan dengan Killion. James harus mengalah dengan calon kakak iparnya tersebut.


Baik Count , Killion, Freya dan James berjalan santai menikmati suasana pagi pusat kota di utara. Mereka awalnya hanya ingin berjalan jalan ringan saja sambil membeli barang kalau ada yang menarik. Tapi berkat James mereka malah memborong banyak barang. Seperti baju, James membelikan 5 set baju Count, Killion dan 10 set dressed terbaru untuk Freya. Sepatu, tas, topi dan banyak lainnya sudah diborong oleh James.


"Orang kaya memang beda ya!" Killion hanya menggelengkan kepalanya karena kesal sekaligus senang. Dia kesal karena James menghamburkan uangnya tapi dia senang karena dia akan menghemat untuk mengeluarkan uang untuk membeli baju.


Mereka akhirnya berhenti di sebuah restoran untuk bersantai. Freya membeli es krim rasa coklat dan stroberi yang segar.


Mereka juga memesan beberapa kue yang manis dan lembut untuk camilan.


James berperan sebagai pemandu dan boss yang baik untuk mereka semuanya. Semua merah senang dengan jalan jalan tersebut.


Freya yang senang tentu saja tidak tahu bahwa James akan membuat kejutan untuknya.


'Freya, nanti kau pasti akan merasa senang dengan kejutanku,' James berbicara dalam hatinya sambil memandang pujaan hatinya.


Es krim itu langsung meleleh di mulut Freya, sensasi dingin dan manis menyebar di mulut Freya. Dia terlalu girang sampai sampai tak memperhatikan James.


Killion dan Count juga sibuk makan makanan ringan.


James merasa senang sudah membuat keluarga, eh salah, calon keluarganya itu jalan jalan.

__ADS_1


__ADS_2