PUTRI COUNT SALAH CONFESS

PUTRI COUNT SALAH CONFESS
Bab 38


__ADS_3

Putri bodohh dan akan segera dijual, label yang selama ini terus melekat pada Putri Arabella Wistoria itu masih melekat di dirinya.


Hari-hari belajarnya sudah menyiksanya semenjak gurunya berganti. Miss Venti sang guru tak segan segan bertindak kejam dan arogan karena Sekretaris Kejaraan sudah menyerah mengenai siapa guru dari sang Putri.


Memukul murid yang nakal masih lazim di jaman tersebut, makanya meski Arabella bergelar Putri, Miss Venti tak segan mengayunkan tongkat pemukulnya yang terbuat dari rotan kering.


Cetak.... suara rotan itu mengenai kulit betis Arabella. Meski sakit, Arabella harus menahannya. Karena semakin dia merasakan sakit, semakin Miss Venti tersenyum, seolah mendapatkan hiburan.


Adakalanya Arabella sengaja menyinggung sentimental Miss Venti, wanita berusia 40 tahun dan belum menikah.


Arabella meski bodoh tapi dia pasti akan mendapatkan jodoh yang sepadan dengan keluarga kerajaan. Entah itu dijual sebagai selir Raja, putri Mahkota kerajaan tetangga atau minimal dia masih akan menyandang bangsawan dari keluaraga suaminya. Arabella tahu betul hal tersebut, makanya dia sengaja memamerkan hal yang masih menjadi privilege nya. Arabella masih punya nilai dengan menjual nama belakangnya Wistoria.

__ADS_1


Berbeda dengan Miss Venti, meskipun dia wanita cerdas dan kejam, dia hanya anak seorang bangsawan runtuh. Usia menikahnya sudah kadaluwarsa dan egonya sangat tinggi dalam memilih pasangan. Mungkin sosok Miss Venti hanya benci dengan sosok Arabella yang menjadi bodoh dan pasrah dengan keadaan.


Dua pemikiran bertolak belakang, keduanya hanya tak pernah mengobrol menyampaikan apa yang ada di pikirannya. Arabella tetap mempertahankan citrabya sebagai putri bodoh agar tak segera dijual dan sejatinya Miss Venti tahu nilai Arabella dari berbagai pengamatannya.


"Rasa sakit yang Anda rasakan saat ini tidak sepadan dengan mereka yang bekerja keras untuk menghasilkan uang dan membayar pajaknya untuk keluarga kerajaan . Beraninya Anda bahkan malas belajar!"


Cetak.... Miss Venti mengayunkan pemukulnya lagi.


Kadang, Kata-kata Miss Venti mengandung hinaan dan lecehan kepada Arabella maupun untuk keluarga kerajaan. Arabella yang bebal hanya perlu mendengarkannya dari telinga kiri lalu keluar dari telinga kanannya.


Semuanya pasti berlalu. Begitulah prinsip hidup Arabella.

__ADS_1


***


Setelah kelasnya, Arabella hanya pergi ke balkon yang ada di kamarnya. Dia senang berada di dalam kamarnya. Sepi dan tak ada orang. Kalau di ijinkan dia hanya ingin hidup tanpa terlihat juga tidak apa-apa toh sejak kecil dia tidak bisa melakukan apapun yang dia inginkan.


Arabella memandang langit yang cerah, awan berwarna putih dan langit biru yang cerah, kontras sekali dengan bunga di taman yang mekar. Musim semi Arabella tak pernah datang.


Arabella melamun.


Hari ini dia ada jadwal minum teh dengan Kakak tirinya, Putra Mahkota. Meski saudara tiri, tapi kakanya ramah dan hangat. Dia tidak pernah membedakan perlakuan meski punya ibu yang berbeda. Sikapnya dewasa dan mengayomi, mungkin itu sebabnya Arabella juga merasa nyaman dengan Kakaknya tersebut.


Arabella menuju kediaman kakaknya di istana terompet, disana banyak bunga terompet makanya disebut istana terompet. Bangunan yang megah dengan suasana yang nyaman untuk bersantai. Seperti kepribadian yang punya.

__ADS_1


Arabella harus menunggu kakaknya sebentar karena kakaknya sedang ada urusan penting. Hal itu bukan masalah bagi Arabella karena pertemuan tersebut bukanlah prioritas atau urusan mendesak. Tapi yang jelas, sepertinya akan ada hal penting di sampaikan kakaknya kepadanya. Itu hanya feeling nya saja sebab jarang sekali kakaknya memintanya untuk datang ke kediamannya kalau tidak ada urusan penting.


Maka dari itu, Arabella menerka nerka. Ada perihal apa yang akan di sampaikan kakaknya kepadanya.


__ADS_2