PUTRI COUNT SALAH CONFESS

PUTRI COUNT SALAH CONFESS
Bab 33


__ADS_3

Sepertinya semua orang kelelahan karena habis berkeliling pusat kota utara. Wilayah itu terlihat makmur dan maju meski berada di utara dan terkenal dengan cuaca dinginnya. James, sebagai pemimpin wilayah yang masih kuda, nyatanya bisa mengembangkan wilayah tersebut dengan baik. Count Galo bangga dengan muridnya tersebut, pun dengan Killion, teman bermain dan belajarnya itu sudah menjadi seorang pemimpin yang disegani rakyatnya, juga dibanggakan sebagai pemimpin wilayah setempat.


Sampai di mansion, Freya juga langsung masuk kamarnya dan beristirahat, begitu pun dengan Killion dan Count Galo.


Hanya James yang sepertinya masih sibuk, dia harus menyelesaikan urusannya di kantor kerjanya. Kepala pelayan juga berkali kali keluar masuk ruangannya untuk memastikan sesuatu. Mulai dari menu makan malam, hingga beberapa pedagang yang akan di undang James untuk memberikan hadiah kepada Freya.


Kepala Pelayan juga bingung, dimana sosok James yang kaku dan dingin itu. James sudah berubah menjadi laki-laki yang lebih hangat dan ramah semenjak keluarga Count datang, bukan tepatnya setelah James jatuh cinta dengan Lady Freya. Sungguh anugerah yang tak terkira.


Makan malam tiba, lagi-lagi menu makanan mewah yang terhidang. Semua makanan itu membuat Count, Killion dan Freya merasa tidak enak karena terus dijamu oleh James dengan sangat baik.


"Ehem... lain kali, tolong menunya yang sederhana saja." Count memberitahukan unek-uneknya pada James. Bukan apa-apa, sayang juga kalau semua makanan itu tidak habis.


"Mana bisa begitu, Orang-orang yang kukasihi hadir di kediamanku. Kalau saya bisa memberikan yang terbaik, pasti akan saya beri yang terbaik. Jadi tolong jangan merasa ini jadi beban. Saya senang menyenangkan orang yang saya sayangi." James tak mau kalah.

__ADS_1


"Ayah tenang saja, Sahabatku ini adalah orang paling kaya di Keraan setelah keluarga kerajaan!" Killion tak mau kalah, meski sebenarnya dia juga merasakan hal yang sama dengan Ayahnya, tapi Killion juga tahu bahwa semua biaya yang dikeluarkan James bukanlah apa-apa. Killion tersenyum dengan lebar kepada teman dan Ayahnya.


Freya hanya menyimak pembcaraan mereka.


"Benar yang dikatakan Kill." James tak menyangkalnya. "Ah.. nanti makannya dingin, mari kita makan saja."


Dentingan garpu, sensok dan piring memenuhi ruangan tersebut. Banyak makanan yang hanay disajikan saat ada perjamuan khusus, seperti Foie Gras yang dipanggang, Soupe a l'oignon alias sup bawang, makanan dibuat dengan cara merebus kuah kaldu sapi kental yang dicampur potongan bawang putih, disajikan dengan suiran daging ayam dan parutan keju di atasnya. Ada juga Ayam kalkun goreng yang juicy, karena di goreng dengan mentega. Semua makanan terlihat menarik dan lezat.


Sayang sekali Freya harus menjaga citranya, jadi dia hanya makan secukupnya. Padahal mulutnya terus berair karena tergiur dengan aroma dan penampakan makanan yang terlihat lezat.


'Membuat iri saja!' batin Freya.


Seakan tahu isi hati Freya, James kemudian memberikan dessert kepada Freya lebih dulu untuk menenangka mata dan mulutnya yang terus mengintip Ayah dan Kakaknya yang masih makana hidangan utama.

__ADS_1


Ada Creme Brulee, dessert yang memiliki rasa manis ini  sejenis custard ,Ada juga tart stroberry yag segar, Eton Mess merupakan hidangan pencuci mulut yang terbuat dari meringue, whipped cream dan buah-buahan, juga ada es krim rasa coklat kesukaan Freya.


James tersenyum melihat Freya yang tampak bahagia hanya dengan makan dessert saja.


"Apakah rasanay sesuai dengan seleramu?" Kata James kepada Freya.


Freya tak menjawab sebab mulutnya penuh dengan es krim yang meleleh, sebaliknya dia malah mengangguk sambil tersenyum.


"Syukurlah." James tersenyum kembali.


Makan malam terlewati dengan perasaan bahagia untuk semuanya. Freya, meskipun awalnya merasa risih dengan James sepertinya lama-lama beradaptasi dengan sikap James yang tiba tiba saja menjadi ramah dan penuh dengan perhatian.


James, Grand Duke dari utara yang dingin sepertinya juga mulai mencair karena musim seminya segera datang.

__ADS_1


Sedangkan Count yang masih melihat James sebagai anak didiknya itu rasanya kurang peka dengan suasana sekitar yang perlahan mulai berubah, apalagi Killion, jangan tanya, Dia hanya fokus dengan pekerjaan yang sedang menantinya di depan sana.


__ADS_2