
Happy Reading -
"Selamat pagi semuanya"
Sapa Bio riang yang sudah siap berpergian berkuda.
"Pagi juga"
Sahut Tessa dan Andin bersama.
"Kau mau kemana Bio?"
Tanya Ema saat melihat Bio sudah siap dengan membawa busur panah ditangannya.
"Berburu monster"
Balas Bio dengan santainya. Ema hanya menggelengkan kepalanya melihat kelakuanku putranya itu, Ema tahu bahwa Bio sangat membenci monster yang berkeliaran di hutan sana.
"Apakah kau mau ikut?"
Ujar Bio memandang Andin dan Tessa.
"Tid-"
Baru saja Andin ingin menjawab 'tidak' tiba-tiba Tessa memotong ucapannya.
"Boleh, sepertinya seru"
Selak Tessa membuat Andin memandangnya bingung. Andin tahu kalau Tessa takut dengan monster itu, tapi mengapa dia malah ingin ikut bersamanya.
"Tessa, apa kau yakin?"
Ucap Andin masih ragu pada ucapan Tessa. Jelas sekali kalau Tessa bergetar saat bertemu monster itu.
__ADS_1
"Ya, aku ingin mencobanya"
Kata Tessa tersenyum lebar. Entah apa yang Tessa pikirkan sekarang, namun yang jelas Andin ikut juga. Agar Andin bisa menjaganya.
"Baiklah, mari kita berangkat"
Seru Bio mengakhiri ucapannya, dan Andin hanya bisa membuang nafasnya kasar.
Tessa terlihat sangat bersemangat kali ini dan Andin pun merasa ikut senang. Semoga saja Tessa tidak takut nantinya.
.
Kini, mereka semua sudah berada di depan pembatas yang tersembunyi itu. Mereka sudah siap dengan kudanya masing-masing. Andin juga mulai menyukai perjalanan ini dan Tessa juga tetap bersemangat seperti pertama kali.
"Apakah kalian siap?"
Seru Renlod pada semuanya dan dibalas dengan anggukan kepala.
"Jalaann" Kata Renlod bersemangat sambil melajukan kudanya keluar dari pembatas itu.
"Ikuti aku, aku akan membawa kalian ke tempat favoritku"
Ujar Bio dengan lantang pada semuanya.
Bio pun menambah kecepatan kudanya, di susul Afsan dan Renlod. Andin yang melihat itu pun sedikit panik, karena dia belum terlalu bisa mengendarai kuda. Andin takut tertinggal barisan, tapi ketakutannya seketika hilang saat melihat Tessa yang berada sejajar disampingnya menatapnya sambil tersenyum.
Andin lupa, bahwa bukan dirinya saja yang belum ahli mengendarai kuda.
.
"Selamat datang di tempat favoritku"
Seru Bio saat sudah berada di sebuah taman bunga yang indah. Andin sangat tercengang melihatnya, karena setahunya. Tempat ini hanya sekedar hutan belantara yang banyak monsternya.
"Wahh indah sekali"
Ucap Tessa memandangi taman bunga berwarna warni itu. Melihat bunga itu, Tessa merasa ingin untuk memilikinya.
__ADS_1
"Cih, membosankan sekali"
Ucap Afsan yang terlihat tidak menyukai tempat ini. Bio yang mendengar itu pun, langsung menatap horor Afsan.
"Mari kita beristirahat sebentar sebelum memburu"
Kata Renlod sambil turun dari kudanya. Tessa juga ikut turun dari kudanya dan berlari menuju taman bunga itu.
Andin juga tertarik dengan bunga-bunga itu, bunga yang indah di tempat yang bisa dibilang berbahaya. Tapi dari awal perjalanan, Andin dan yang lain tidak melihat satu monster pun. Dan Andin sangat tenang akan hal itu.
"Hei Andin, mau kah kau ikut memanah bersamaku?"
Tanya Renlod yang sudah memegang busur panahnya. Andin hanya mengangguk saja sambil mengikuti langkah Renlod.
Mereka berhenti di sebuah pohon besar yang ditengahnya terbentuk sebuah target panahan. Banyak juga bolongan bolongan kecil di sekitar target itu, yang menandakan itu sering di pakai.
"Cobalah"
Renlod menyerahkan busurnya pada Andin. Andin menatap Renlod sebentar, lalu mengambilnya.
"Ambil ini"
Tambah Renlod memberi Andin sebuah anak panah.
Andin mengambil anak panah itu, lalu tersenyum. Ini pertama kalinya Andin memegang semua ini dan Andin senang bisa memakainya sekarang.
Andin menargetkan anak panah itu di pohon. Lalu dengan serius menariknya kebelakang dan dilepaskan dengan mudah dari tangannya.
"Wawww"
Renlod terkejut saat panah Andin mengenai titik tengah. Andin pun juga sama terkejutnya. Ini baru pertama kalinya dia seperti ini. Dan awal yang baik untuk mencetak sempurna.
Disisi lain, ada seseorang yang sedang mengamati mereka. Dengan tatapan yang dingin dan mata yang tajam.
.
Sakay
__ADS_1