Putri Di Negri Afhanda

Putri Di Negri Afhanda
24- Mulai melangkah lagi


__ADS_3


Happy Reading -



Afsan menaruh Andin dengan perlahan, ia menaruh tubuh Andin agar menyender di pohon besar di tempatnya semula. Tanpa sadar, Afsan menyingkirkan rambut Andin yang menutupi sebagian wajahnya dan menyelipkannya diantara telinga. Wajahnya itu terlihat sangat lelah, namun entah kemana Afsan senang melihat wajah tenang itu.


Namun sedetik kemudian, Afsan menarik tangannya itu. Lalu ia menjauh dari Andin untuk memberikan Andin ruang. Afsan terdiam bingung, apa yang tadi ia lakukan, mengapa ia sangat lancang. Benar benar tak sopan, Afsan pun menggaruk kepalanya yang tak gatal itu dengan sedikit kasar. Menghilangkan rasa malunya itu.


.


Siluet mentari perlahan menyusup kedalam mimpi Andin yang masih tertidur tenang itu. Merasa tak nyaman, ia pun menggeliat pelan. Andin membuka matanya perlahan, ia mengerjap-ngerjap kan matanya yang masih belum terbuka sempurna itu.


Brughh


Suara benda terjatuh itu, membuat Andin memalingkan wajahnya kesamping untuk melihat apa penyebab suara itu. Dan ternyata suara itu berasal dari Afsan yang entah tengah berbuat apa.


"Kau sudah bangun, huh?"


Tanya Afsan menatap Andin. Andin hanya mengangguk saja, walaupun ia merasa badannya itu sakit semua.

__ADS_1


"Kau sedang apa?"


Balas Andin melihat Afsan tengah memasukan buah-buahan kedalam sebuah tas yang terbuat dari daun-daun.


"Tangkap"


Suruh Afsan melemparkan sebuah buah apel pada Andin. Andin pun dengan sergap menangkap, dan memakan itu secara bertahap.


Andin terdiam, sepertinya ia sudah melewatkan malam yang melelahkan semalam. Andin seperti mengingat sesuatu, namun iya masih mencoba mengingat kembali apa ingatan itu. Mungkinkah Andin melupakan kejadian mendebarkan semalam?


"Apa apa?"


Tanya Afsan yang melihat Andin tengah terdiam.


Afsan membuat sebuah tas yang berbahan daun-daun besar. Gunanya untuk menaruh makanan selama di perjalanan yang panjang ini, ia juga tak lupa untuk membuat botol yang berasal dari bambu-bambu besar disana. Sebenarnya banyak sekali manfaat dan kegunaan dari berbagai pohon dan tanaman lainnya di hutan ini.


"Apakah kau sudah enakkan?"


Tanya Afsan yang mendapatkan gelengan pelan dari Andin.


"Aku merasa semua badanku sakit, dan aku juga sedang mengingat apa yang sebenarnya terjadi semalam"

__ADS_1


Jelas Andin pada Afsan. Afsan yang mendengar itu pun, seketika langsung menghentikan aksinya.


"Apakah kau tidak mengingat apa yang terjadi semalam?"


Kata Afsan memastikan. Mungkinkah Andin amnesia karena lelah bertarung semalam.


"Entahlah, namun aku merasa jika semalam aku mengeluarkan kekuatan aneh dari tanganku itu"


Balas Andin menatap kedua tangannya. Ia yakin jika sesuatu terjadi semalam, namun Andin tidak bisa mengingat hal itu.


"Tunggu, a-aku ingat. Semalam aku pergi mencarimu, dan entah mengapa aku tersesat. Aku tak tahu arah pulang, sampai akhirnya ada monster aneh mengejarku. Aku terpojok dan takut, sampai akhirnya ada kekuatan aneh mengalir dari tubuhku"


Panjang Andin menjelaskan. Ia mulai mengingat kejadian itu, malam mendebarkan dan menakutkan bagi Andin semalam.


Afsan mendengarkan dengan seksama. Sepertinya memang kekuatan itu berasal dari Andin. Kekuatan yang bisa menggerakkan atau menumbuhkan pohon-pohon dan ranting dengan cepat. Afsan tahu itu dan yakin. Jika Andin, bukanlah makhluk sembarangan.


"Baguslah jika kau sudah mengingat, sekarang ayo kita kembali melanjutkan perjalanan ini"


Ajak Afsan pada Andin yang masih terdiam di tempatnya. Lalu tak lama dari itupun Andin bangkit, ia juga ingin perjalanan ini cepat menemukan titik akhir.


.

__ADS_1


Sakay.


__ADS_2