
Happy Reading -
"Andin"
Lirih seseorang memanggil nama Andin yang masih terlelap tidur. Suara yang sangat lembut penuh kasih sayang.
"Andinn"
Suara itu terdengar lagi, suara halus seperti seorang perempuan. Suara yang lembut penuh kedamaian.
"Andin, bangunlah"
Lagi-lagi suara halus itu terdengar lagi,
membuat tidur Andin terusik.
Tak lama dari itu, Andin pun terbangun. Menengok kanan dan kiri mencari sumber suara. Namun, Andin tidak menemukan siapa-siapa di sekitarnya. Hanya ada dirinya, yang baru bangun dari tidurnya.
Andin bangkit, mencoba mengumpulkan nyawanya yang masih setengah. Setelah merasa sudah sadar sempurna, Andin membuka gorden berwarna biru yang tertutup. Andin melihat, bahwa hari sudah malam. Itu artinya, Andin sudah tertidur cukup lama. Andin menutup gorden itu kembali. Lalu berjalan keluar kamar. Andin ingin melihat keadaan Tessa sekarang, apakah Tessa sudah sadar.
Andin mengetuk pintu berwarna hijau. Tapi Andin tidak menerima balasan dari dalam. Andin mencoba membuka kamar itu, dan ternyata tidak terkunci. Andin juga tidak melihat keberadaan Tessa disana. Andin keluar dari kamar itu, dan menuju lantai bawah. Andin yakin kalau Tessa berada dilantai bawah.
"Kau sudah bangun?"
__ADS_1
Suara seseorang membuat langkah Andin berhenti. Suara yang berasal dari Ema.
"Yaa"
Balas Andin singkat sambil tersenyum.
"Ayo kita makan bersama, Tessa sudah berada di meja makan"
Ema lalu beranjak pergi kedapur. Andin pun mengikuti Ema dari belakang.
Dimeja makan, sudah ada Tessa, Bio dan, Renlod. Andin yang melihat Tessa langsung menatap Tessa terseyum. Tessa pun juga terseyum, lalu bangkit dari tempat duduk menuju Andin. Tessa memeluk Andin erat, seperti baru bertemu setelah bertahun tahun.
"Syukurlah kamu sudah sadar"
Ucap Andin membalas pelukan Tessa.
"Makanan sudah siap, mari kita makan bersama"
Ucap Ema pada Tessa dan Andin yang tengah asik merindu. Andin dan Tessa yang mendengar itupun terseyum, lalu segera menuju tempat duduk.
Mereka pun segera makan bersama, dan diiringi dengan sedikit canda dan tawa. Andin tambah nyaman berada disini. Walaupun sampai saat ini Andin tak tahu dimana dirinya berada. Tapi yang jelas saat ini Andin senang karna Tessa sudah sadar.
Setelah makan bersama selesai. Andin dan Tessa disuruh Ema untuk kembali ke kamarnya. Namun, Andin masih ingin berbicara dengan Tessa. Jadi, Andin pergi ke kamar Tessa dahulu sebelum tidur.
"Andin, apakah kau percaya bahwa ini nyata?"
Tanya Tessa yang terduduk di atas kasur.
__ADS_1
"Apakah kau masih tidak percaya?"
Sahut Andin yang duduk diatas kasur samping Tessa.
"Aku hanya masih bingung, sebenarnya dimana kita sekarang"
Seru Tessa.
"Akupun tidak tahu. Lebih baik sekarang kau tidur"
Balas Andin sambil berlalu pergi. Andin sangat lelah jika membalas perkataan Tessa kalau Tessa sudah bertanya. Karna pasti akan panjang dan tidak ada habisnya.
"Kau tidak tidur disini?"
Tanya Tessa yang membuat Andin berhenti melangkah.
"Aku dikamar depan, pintu berwarna biru"
Sahut Andin. Tessa hanya mengangguk angguk saja mendengar itu.
"Oke, selamat tidur Andin"
Ujar Tessa sambil mengatur posisi tidur yang nyaman. Andin pun melanjutkan langkah kakinya
Sebenarnya, Andin ingin bercerita tentang suara bisikan halus saat Andin tertidur tadi. Tapi Andin mengurungkan ceritanya. Andin hanya takut jika ujung-ujungnya Tessa malah tidur bersamanya. Karna Tessa takut dengan hantu, jadi lebih baik Andin simpan saja ceritanya sendiri.
.
__ADS_1
Sakay