Putri Di Negri Afhanda

Putri Di Negri Afhanda
20- On the way


__ADS_3


Happy Readaing -



Suara langkah kuda terdengar sangat nyaring dengan langkah yang sangat cepat. Andin dan Afsan terus melangkah pergi beriringan bersama. Mereka baru saja memasuki kawasan dengan banyak pohon besar yang saling berhimpitan. Setelah keluar dari dalam pohon besar itu, sepertinya mereka sudah pergi lebih jauh.


Jalanan ini, membuat Andin memutarkan memori menyakitkan itu kembali. Ya, Andin tengah mengingat bagaimana Tessa dibawa oleh monster itu pergi.


Afsan memfokuskan dirinya pada misi ini, dan tentu saja juga pada Andin. Sedari tadi, sesekali ia melirik Andin yang tengah melangkah dengan tatapan yang kosong. Itu membuat Afsan bingung dan penasaran. Apa yang terjadi dengannya, Mengapa dia diam saja.


"Andin, cepatlah. Perjalanan kita masih sangat jauh"


Ujar Afsan mengencangkan suaranya. Membuat Andin tersadar, dan menatap Afsan dengan wajah polosnya.


Afsan menatap ke arah depan kembali, lalu melajukan kudanya semakin kencang. Dia benar-benar ingin cepat menyelesaikan misi ini. Sebenarnya, bisa saja Afsan pergi menjalankan misi ini sendiri. Itu karena dia memang sudah terbiasa, namun perintah Renlod tidak bisa seenaknya dia bantah. Karena Renlod, adalah pemimpinnya.


Andin menggelengkan kepalanya mengusir pikiran tadi, lalu menatap Afsan yang semakin cepat itu berjalan kedepan. Andin pun lalu ikut melajukan kudanya cepat. Dia akan memfokuskan dirinya juga untuk tidak membuat kesalahan dan menjadi beban bagi Afsan. Karena sejauh ini, dirinya lah yang paling lemah diantara mereka semua.


Mereka berdua semakin melangkah jauh. Melangkah semakin kedepan untuk menuju tempat yang masih sangat jauh.

__ADS_1


.


Suara langkah yang berhenti melangkah perlahan. Andin yang melihat Afsan berhenti pun, juga langsung menghentikan langkah kudanya perlahan.


"Ada apa?"


Tanya Andin yang heran. Pasalnya untuk apa mereka berhenti? Bukan kah dia yang menyuruh untuk cepat karena perjalanan masih sangat jauh.


"Istirahat. Kau terlihat lelah"


Balas Afsan sambil turun dari kuda. Dan berjalan menuju pohon besar yang tak jauh darinya.


"Bukan kah perjalanan kita masih jauh?"


"Sudahlah, apakah kau tidak kasihan dengan kuda lambat dengan wajah lesunya itu?"


Kata Afsan yang langsung mendapat lirikan tajam dari Andin. Apa maksudnya dia berkata seperti itu? Seolah dia berkata jika Andin mempunyai beban berat yang membuat kuda itu melambat.


"Apa kau bilang?"


Pekik Andin tak terima. Ia langsung turun dari kudanya, dan berjalan cepat menuju Afsan yang tengan menyender santai di bawah pohon yang rindang.

__ADS_1


Afsan menghiraukan ucapan Andin itu, yang terdengar kesal karena dirinya. Dia lebih memilih untuk mengistirahatkan badannya yang pegal karena berlama di atas kuda.


"Hei, bangun kau"


Seru Andin dihadapan Afsan.


Afsan membuka matanya lagi saat mendengar suara nyaring itu. Dan saat dia membuka mata, Afsan terkejut dengan apa yang dilihatnya. Ia terkejut saat melihat wajah Andin yang sangat dekat di hadapannya. Membuat Afsan reflex memundurkan kepalanya dan menjauh dari Andin.


"Apa yang kau lakukan?"


Kata Afsan kikuk menatap Andin.


"Kau benar-benar menyebalkan ya, apalagi dengan wajah datarmu itu"


Sahut Andin lalu memundurkan dirinya. Afsan lalu melepaskan nafasnya yang sempat ditahan itu. Tanpa dia tahu, apa yang dikatakan Andin padanya tadi.


Andin berjalan menuju pohon yang berada di pohon sebelah tempat Afsan. Dia memilih duduk dan beristirahat sebentar. Mungkin itu yang terbaik, karena sedari tadi Andin juga merasakan lelah saat diperjalanan.


Sedangkan Afsan, mencoba untuk membuat posisi senyaman mungkin untuk dirinya itu. Dan tanpa sengaja, dia menatap Andin yang sedang terduduk diam di ujung sana. Lalu tak lama dari itu, Afsan menyadarkan dirinya kembali. Dan mencoba lagi, menemukan posisi terbaik untuk dirinya saat ini.


.

__ADS_1


Hai, semoga kalian tetap enjoy di setiap cerita. Lope lope banyak buat kalian semua 🌻


Sakay.


__ADS_2