
Happy Reading -
Tok!Tok!Tok!
Suara ketukan pintu dari luar kamar Andin, yang membuat Andin terbangun dari tidurnya. Andin yang masih mencoba melebarkan matanya itu, segera berjalan menuju pintu. Dan mengecek ada siapa disana.
"Pagi Andin"
Sapa Tessa riang sambil memeluk Andin yang masih mengumpulkan nyawanya. Andin yang mendapat perlakuan itu pun hanya terdiam.
"Aku bangun lebih dulu dari kamu, biasanya aku yang kamu bangunin"
Kata Tessa sambil terkekeh.
Benar juga yang dikatakan Tessa, pagi ini Tessa terbangun lebih awal dibandingkan Andin. Biasanya Tessa lah yang dibangun kan oleh Andin. Ya, mungkin saja pagi ini Tessa beruntung.
"Oh ya, aku tadi dipanggil sama Ema. Jadi aku tunggu kamu dibawah ya"
Tambah Tessa yang dibalas anggukan dari Andin. Setelah itu pun, Tessa berjalan pergi menuju lantai bawah.
Andin juga kembali masuk ke kamarnya. Berjalan mendekat ke arah jendela dan membukanya. Membiarkan cahaya sang mentari masuk ke dalam kamar dan bersama angin yang menyejukkan. Pagi ini sangat indah, Andin sudah tak sabar untuk memulai harinya. Setelah itu pun, Andin bergegas keluar kamar. Andin ingin berkeliling keseluruh tempat ini. Pastinya itu akan sangat menyenangkan.
"Hai Ema"
__ADS_1
Sapa Andin yang melihat Ema hendak menaiki anak tangga. Ema yang mendengar itu pun memundurkan langkahnya.
"Ku kira kau belum bangun"
Ucap Ema yang dibalas senyuman dari Andin.
"Aku terbangun karena Tessa membangun kan ku"
Balas Andin terkekeh.
"Aku membawakan kamu baju. Semoga saja cocok denganmu"
Seru Ema sambil memberikan Andin sebuah baju. Andin pun dengan sergap menerimanya.
"Aku dan Tessa akan pergi ke pasar untuk membeli bahan. Apakah kau mau ikut?"
"Baiklah, aku tunggu kamu diluar"
Tambah Ema lalu berjalan pergi.
Andin pun bergegas menuju kamar mandi untuk segera mengganti bajunya. Kini, Andin sudah memakai sebuah dress berwarna putih anggun pemberian Ema. Dress yang sangat simple dan sangat pas ditubuhnya.
Andin mengambil sebuah kain pengikat pinggang di dress itu. Dan memakainya sebagai pengikat rambutnya yang panjang. Sekarang, Andin terlihat tambah indah dipandang. Andin tidak mempunyai baju lagi. Karna ransel yang dibawanya, tertinggal di hutan sana. Jadi dress pemberian Ema ini, harus Andin pakai dengan hati-hati.
"Aku sudah selesai"
Kata Andin saat sudah di hadapan Ema. Dan ternyata di sana juga ada Tessa.
__ADS_1
"Kamu cantik sekali Andin"
Seru Tessa yang dibalas kekehan dari Andin.
"Kau terlihat sangat cantik memakainya"
Ucap Ema memandang Andin dari atas ke bawah.
"Terima kasih, dress ini sangat nyaman"
Seru Andin yang sangat menyukai dress pemberian Ema itu.
Ema tersenyum. Lalu mereka pun segera berjalan menuju pasar, yang di setiap detiknya dihabiskan untuk saling bercerita dan tertawa bersama.
.
"Kita sudah sampai"
Ucap Ema pada Andin dan Tessa yang sedang berbicara. Andin yang mendengar itu pun segera menatap Ema dan mengikutinya memasuki pasar yang ramai.
Mereka membeli bahan-bahan dan persediaan. Andin dan Tessa juga sesekali berhenti saat ada yang menarik perhatian mereka. Seperti penjual makanan yang memiliki aroma masakannya sangat sedap. Membuat Andin dan Tessa berhenti walau hanya sekedar melihatnya saja.
Setelah lama mereka berada di pasar. Akhirnya mereka pun bergegas pulang saat sudah mendapatkan apa yang diinginkan. Andin dan Tessa masing-masing juga membantu Ema membawakan belanjanya. Rumah Ema juga lumayan jauh, sangat tidak berperasaan jika hanya Ema yang membawanya sendiri. Jadi Andin dan Tessa membantu Ema membawakan belanjanya.
.
Sakay.
__ADS_1