Putri Di Negri Afhanda

Putri Di Negri Afhanda
25- Pemandian air panas


__ADS_3


Happy Reading -



Perjalanan yang panjang dan melelahkan ini, dihentikan dengan sebuah lokasi yang sangat indah untuk membuang penat di seluruh tubuh. Afsan turun dari kudanya, ia berjalan menuju kesebuah semak-semak besar yang lebat dan tinggi. Andin yang melihat itu juga segera turun dari kudanya, mungkinkah perjalanan ini ada dibalik semak-semak.


Lalu Afsan menyibakkan daun-daun lebat itu kesamping secara perlahan. Dan yang pertama kali dilihat mereka adalah. Sebuah air terjun dengan alirannya yang deras kebawah membuat Andin indah melihatnya. Air terjun ini sangat tersembunyi dan tertutup. Dan cukup jauh juga untuk sampai ketempat air terjun ini.


"Indah sekali"


Gumam Andin sambil berjalan kedepan, menikmati pemandangan indah alam disekelilingnya.


Afsan mengikatkan kudanya di sebuah pohon. Ia ingin bersantai kali ini, sekalian membuang semua penat dan letih selama misi ini. Dan Afsan berniat, untuk berendam dibawah air terjun itu.


Air terjun itu sebenarnya panas, dan itu berasal dari air panas alami. Terlihat gunung tepat dibelakang air terjun itu, yang meyakinkan jika panasnya berasal dari sana. Dan air yang terbendung itu, terlihat sangat jernih berwarna sedikit biru seperti air laut. Sangat indah, dengan pemandangan disekelilingnya membuat tempat itu nyaman dan tenang.


"Kau mau berendam?"

__ADS_1


Tanya Afsan sambil membuka jubahnya. Andin yang melihat itu pun seketika menutup matanya dengan kedua tangan.


"Kau sedang apa?"


Pekik Andin memalingkan wajahnya kesamping dan menutupnya dengan kedua tangan.


Afsan yang melihat itu pun hanya terdiam bingung menatapi kelakuan Andin. Mengapa Andin menutupi wajahnya seperti itu?


"Kau sedang apa?"


Tanya Afsan balik, menanyakan apa yang Andin lakukan. Ia melangkah maju kehadapan Andin. Sedangkan Andin yang merasa ada pergerakan Afsan di depan sana, ia pun mundur kebelakang perlahan.


"Awas hati-hati"


Ucap Afsan berhasil menarik Andin dan menjauhinya dari kolam.


Andin terdiam menatapi kebodohannya tersebut, entah apa yang ia pikirkan tadi. Andin berpikir jika Afsan akan membuka bajunya dan berendam di dalam kolam. Namun nyatanya, Afsan hanya membuka jubahnya saja. Andin benar-benar malu akan kebodohannya itu.


"Terimakasih"

__ADS_1


Ujar Andin menatap Afsan didepannya. Afsan hanya mengangguk, lalu melepaskan cengkeramannya dikedua lengan Andin.


"Apakah kau mau ikut berendam di kolam?"


Tanya Afsan sambil berjalan menuju kolam.


Andin menggelengkan kepalanya langsung, ia tidak memiliki selera untuk berendam di kolam indah itu, sebab. Andin tidak memiliki baju ganti, dan terlebih mereka hanya berdua saja saat ini.


Afsan setelah melihat gelengan Andin itu hanya ber-oh ria. Ia melangkahkan kakinya lagi menuju kolam alami itu. Sudah lama ia tidak berendam di kolam air panas. Terakhir saat dirinya, Renlod, dan Bio berburu para monster. Dan pastinya, jauh sebelum Andin datang ketempat mereka.


Andin duduk disebuah pohon jauh dari kolam tersebut. Sebenarnya ia bosan jika hanya berdiam diri terus. Dan sepertinya pedang pemberian dari Bio itu, menarik perhatiannya. Apalagi pedang itu belum pernah ia buka dan mencobanya. Apakah pedang ini, setajam ekspetasi Andin.


Ia membuka sarung pedang itu, lalu mengeluarkan pedang panjang yang terlihat sangat tajam itu perlahan. Andin kagum dengan sebuah ukiran di bawah pedang itu. Disana terukir sebuah simbol daun dan sebuah mahkota yang sangat kecil. Namun, tidak mengurangi kadar keindahan dari pedang itu sendiri.


Afsan yang sedang asik berendam itu tidak tahu. Jika Andin ingin mencoba pedang pemberian Bio itu. Pedang milik Bio yang terkenal dengan ketajaman dan kekuatannya. Jika mengenai salah satu bagian tubuh Andin, bahkan tergores sekalipun. Akan membuat luka yang cukup dalam.


.


Sakay.

__ADS_1


__ADS_2