
Happy Reading -
"Huhh, berapa lama lagi untuk sampai ditempat tujuan kalian?"
Kata Sena menghembuskan nafasnya.
"Entahlah, akupun tidak tahu? Menurutmu bagaimana, Afsan?"
Tanya Andin pada Afsan yang tengah memperhatikan pedangnya.
"Nenek tua itu tidak mudah untuk dicari"
Sahut Afsan.
Andin mengangguk-angguk saja mendengar hal itu, sedangkan Sena ia tengah berbaring diatas batu yang besar disana. Walaupun mereka menaiki kuda, namun tetap saja pegal jika terus-menerus menunggangi kuda. Apalagi dengan tempat tujuan yang tidak pasti keberadaannya.
Afsan merogoh saku celananya, ia mengambil sebuah kertas dan dengan perlahan membukanya. Itu adalah sebuah peta, dimana peta itu meliputi seluruh negri Antlasia. Afsan membentangkan peta itu diatas batu, membuat Sena harus bangun karena itu.
Peta itu lumayan besar, yang berarti jika Antlasia adalah negri yang luas nan besar. Dengan teliti Afsan melihat peta itu, mencari sebuah titik dimana mereka berada saat ini. Andin juga ikut memperhatikan peta itu, ia bisa melihat jika banyak sekali nama-nama tempat, mungkin Kota atau bahkan sebuah Desa. Namun yang pasti, jika tempat ini tidak dikelilingi begitu banyak gunung. Namun, cukup banyak perairan.
"Dimana kita sekarang? Dulu aku pernah ke kota, Drezh. Kota tempat dimana salah satu tanaman Cavelo berada"
Seru Sena sambil menunjuk kesebuah titik, dimana tempat itu berada jauh dari kota yang lain.
"Sepertinya tempat itu cukup jauh"
Sahut Andin.
"Ya, bahkan untuk sampai kesana aku membutuhkan waktu seharian"
__ADS_1
"Apakah itu perjalanan yang menyenangkan?"
"Sangat-sangat tidak menyenangkan, bahkan aku beberapa kali masuk kedalam sungai saat menuju tempat itu"
Kata Sena dengan penekanan kata dikata awal.
Andin tertawa kecil melihat Sena dengan wajah lucunya saat menyatakan pernyataan itu dengan penekanan kata disaat berbicara.
"Esrefir, kita berada disini"
Cetus Afsan membuat Andin dan Sena melirik kearahnya.
Afsan menunjuk kesebuah titik dimana itu tempat mereka berada sekarang, di kota Esrefir. Kota dengan banyaknya kesibukan yang baru saja mereka lewati. Kini mereka bertiga berada dipinggir hutan, untuk melanjutkan perjalanan lagi menuju kota lainnya.
"Dan tujuan kita?"
Tanya Andin.
Afsan melirik kearah Andin, sepertinya ia benar-benar penasaran dengan tujuannya ini. Lalu Afsan menatap peta kembali, ia tidak tahu pasti keberadaan penyihir tua itu. Dan Renlod hanya memberitahu jika Emil berada di Antlasia, padahal Renlod tahu sendiri jika Antlasia adalah negri yang luas dan besar. Namun walaupun begitu, ada satu kemungkinan dimana tempat Emil berada, tapi itu juga masih belum pasti.
Sahut Afsan.
Andin langsung mengalihkan pandangannya dan mencari tempat itu di peta dengan seksama. Lalu ia menemukan sebuah nama dimana tempat itu berada, tempat yang jauh diujung negri Antlasia.
"Lembah Okura? Apakah kau yakin?"
Pekik Sena. Afsan mengangguk kecil menanggapinya.
"Dia kurang suka berada di keramaian, dan Lembah Okura bisa jadi tempat ia singgah"
Kata Afsan.
"Sepertinya kita akan berjalan jauh lagi"
__ADS_1
Sahut Sena merebahkan dirinya kembali setelah Afsan mengambil peta itu dan melipatnya lagi.
"Berapa lama untuk sampai disana?"
Tanya Andin.
"Eummm, mungkin tiga hari jika kita berjalan terus tanpa beristirahat? Mungkinkah Afsan?"
Seru Sena bertanya pada Afsan.
Afsan terdiam sejenak, perjalanan ini memang sangat panjang. Namun ia tak pasti jika memakan waktu tiga hari, mungkin saja bisa lebih atau malah kurang.
"Mungkin, aku sendiri tidak begitu yakin"
Balas Afsan.
"Baiklah, apakah kita bisa mulai perjalanan ini?"
Sena berucap, melihat Afsan yang menghampiri kudanya itu seperti ia ingin memulai perjalanan.
"Ya, lebih cepat lebih baik"
Sahut Afsan yang sudah berada diatas kuda.
Andin tersenyum melihat itu, lalu ikut menaiki kudanya dengan hati-hati.
Semua sudah menaiki kudanya masing-masing, dan Afsan yang memimpin perjalanan. Sepertinya perjalanan ini juga cukup sulit, selain jauh untuk sampai ke Lembah Okura akan melewati beberapa gunung dan juga perairan yang banyak.
Juga tidak menutup kemungkinan kalau Emil tidak berada di Lembah Okura. Tapi walaupun begitu tidak ada salahnya jika pergi kesana. Namun kalau benar Emil tidak berada disana, dengan terpaksa mereka akan menjelajahi Antlasia. Negri besar yang sangat luas, pastinya jika dijelajahi semuanya, akan memakan waktu yang lama. Dan Afsan khawatir dengan para penduduk di Gua.
Apalagi dengan keadaan Renlod yang seperti itu, namun pastinya ia terus akan mencoba banyak membantu. Walaupun dengan keadaan yang sulit, ya itulah Renlod, sang pemimpin.
.
__ADS_1
Sakay