Putri Di Negri Afhanda

Putri Di Negri Afhanda
22- Makhluk aneh


__ADS_3


Happy Reading -



Andin mengusap tengkuknya perlahan, ia merasa benar-benar takut kali ini. Andin tahu jika dirinya kini sedang diawasi dan diperhatikan oleh sesuatu. Bahkan, daun lebat pohon-pohon itu mulai bergoyang dari satu pohon ke yang lainnya. Seperti ada yang melewatinya, atau mungkin menempatinya.


Nafas Andin memburu, ia tidak lagi melangkahkan kakinya, Andin mematung ditempat. Ia masih mencoba untuk mengetahui siapa yang memperhatikannya itu, walaupun dirinya ragu. Apakah ia masih bisa hidup setelah itu?


Setelah merasa cukup dengan apa yang didapatkannya. Afsan segera kembali ke kudanya, dan mulai menjalankan kudanya itu cepat. Entahlah, Afsan merasa jika ada yang mengganjal di hatinya. Pikirannya tertuju pada Andin. Afsan bisa merasakan, jika ada yang tidak beres dengannya disana.


"Apa itu?"


Ucap Andin mengikuti sebuah bayangan hitam yang melayang cepat melesat ke pohon satunya.


Andin terdiam, menatap fokus ke sebuah pohon yang didatangi oleh bayangan itu. Sesosok dibalik pohon yang sedang memperhatikan Andin dalam diam, dan tengah mengambil ancang-ancang untuk menyergap Andin.

__ADS_1


"Oh tidak"


Gumam Andin melangkah mundur perlahan. Ia merasa takut sekarang.


Dengan jelas, Andin melihat ada sebuah bayangan besar menjulang ke atas. Bayangan itu, seperti sebuah sayap yang siap untuk terbang. Andin seketika melangkah mundur dengan perlahan.


Sampai akhirnya, dengan perlahan keluarlah sesosok makhluk besar aneh yang keluar dari pohon besar didepannya. Makhluk terbang itu, memiliki postur seperti belalang raksasa. Namun bedanya, belalang itu berwarna hitam, lidah yang panjang dan memilika mata yang banyak. Membuat Andin membulatkan matanya menatap makhluk itu terkejut.


"Oh tidak, tidak"


Ujar Andin sedikit berteriak sambil berlari kencang berlari menjauh dari makhluk itu. Makhluk yang tengah mengejarnya.


Afsan terus menggerakkan kudanya dengan cepat, ia berjalan tanpa melirik kekanan atau kekiri. Karena ia hanya ingin segera menemui Andin yang memenuhi relung pikirannya dengan perasaan tidak baik padanya.


Namun tiba-tiba, Afsan memberhentikan kudanya seketika. Kuda itu pun, berhenti mengikuti perintah. Entah apa yang membuat Afsan berhenti seperti itu, namun pastinya ada sesuatu. Afsan meraba tangannya untuk memegang kuat pedang yang berada di pinggangnya. Mata Afsan tidak berhenti untuk terus melirik ke berbagai arah. Ia bisa merasakan ada sesuatu yang menunggunya dibalik semak-semak itu.


Dan saat Afsan berhenti melirik tiba-tiba

__ADS_1


"Aarrrggghh"


Sesosok monster muncul dari semak-semak yang tak jauh di sampingnya. Afsan yang terkejut pun, langsung mengeluarkan pedangnya dan mengacungkan kearah monster.


Sambil terus menaiki kudanya, Afsan mendekat kearah monster itu. Pedangnya ia pegang di tangan kanan dan diangkatnya dengan penuh keyakinan. Ia sudah siap untuk menebas monster itu sekarang.


Dan, pedang itu pun dengan lancar menusuk dan merobek perut monster itu. Tak butuh waktu lama sebenarnya untuk Afsan membuat monster itu ambruk ke tanah.


"Merepotkan saja"


Pekik Afsan menatap monster itu sambil mengibaskan pedangnya agar darah dari monster itu berjatuhan. Setelah merasa sudah, Afsan pun segera meninggalkan tempat itu.


Disisi lain, Andin terus berlari cepat menghindari makhluk yang ingin menangkap Andin menggunakan lidah panjangnya. Lidah yang berlendir dan sangat bau. Andin meringis, ia takut dengan makhluk itu. Dan masalahnya, bagaimana Andin bisa lepas dari makhluk itu sekarang.


.


Revisi akan berjalan nanti~

__ADS_1


Sakay.


__ADS_2