Putri Di Negri Afhanda

Putri Di Negri Afhanda
30- Kastil misterius


__ADS_3


Happy Reading -



Seorang gadis tengah menyusuri lorong-lorong panjang yang ditumbuhi oleh pohon merambat yang lebat, membuat tempat itu terlihat semakin tak terawat. Sepi, sunyi, dan sangat asing membuat Tessa tidak gentar untuk melangkah walaupun sesekali jiwanya bergetar ketakutan untuk terus maju.


Sampai akhirnya ia berada disebuah tempat yang menghadap kearah pepohonan yang sangat lebat. Ia melongok melihat tempat itu yang sangat besar, namun tak terawat.


Kemudian dengan penasaran, Tessa melangkah lebih dekat agar terlihat ada apa saja dibawah sana. Namun, saat ia melihat itu pun membuat Tessa seketika mundur.


"A-apa itu?"


Tanya Tessa pada dirinya sendiri. Ia tahu pasti jika yang dilihatnya tadi adalah seekor monster yang tengah tertidur diantara pepohonan.


Tessa bingung, sebenarnya dimana ia sekarang. Bahkan saat melihat monster tadi pun, sepertinya ia berada ditempat yang berbahaya. Seingat Tessa, terakhir ia tengah berkuda bersama Andin dan yang lainnya. Namun pas bangun, entah mengapa ia berada disebuah kastil yang sangat tak terawat dan menyeramkan.


"Tessa"


Lirih Daily menepuk pundak Tessa tiba-tiba.


Dan dengan terkejut, Tessa berbalik kearahnya. Disaat itu, ia merasa jika Daily mengeluarkan auranya yang sangat menyeramkan.


.


Derap suara langkah kaki Sena, Andin dan Afsan. Yang tengah berlari cepat menuju rumah Sena. Sena berlari paling depan dengan cepat dan semangat, ia baru saja diberi tahu oleh salah satu penduduk kalau obat Rene sudah selesai dibuat. Tentu saja Sena merasa bahagia akan hal itu, dan segera menuju rumahnya.


Sesampainya di rumah, Sena langsung menuju ketempat Rene.

__ADS_1


"Rene"


Kata Sena terduduk didepan Rene yang menatapnya sayu.


"Bagaimana? apakah obatnya sudah jadi?"


Tanya Sena pada Uliza.


Uliza mengangguk, dan mendekati Rene dengan sebuah mangkuk kecil berisi air berwarna merah muda didalamnya.


"Minumlah"


Kata Uliza sambil membantu Rene untuk meminum larutan obat dari tanaman Cavelo itu.


Obat Cavelo tadi di rebus selama satu jam penuh oleh Uliza, dan ia menyajikan obat itu tanpa menambahkan bumbu atau ramuan lainnya. Sebab, Cavelo memiliki khasiat yang sangat luar biasa.


Dengan susah payah Rene meminumnya. Tidak seperti dugaannya, Rene pikir jika obat itu akan terasa pahit. Namun nyatanya, obat itu terasa manis. Tapi entah mengapa, tiba-tiba Rene merasakan mual, pusing, dan rasa yang sangat sakit didalam tubuhnya.


Teriak Rene memegangi kepalanya.


Sontak Sena yang melihat itu menjadi khawatir dan takut. Dan memegangi tubuh Rene agar tidak terjatuh kebelakang.


"Rene, kau kenapa?"


Semua orang disana terlihat bingung melihat Rene yang merasakan rasa sakitnya tiba-tiba. Tapi tidak dengan, Uliza. Ia terlihat tenang, karena itulah salah satu awal dari penyembuhan.


"Huekkk"


Rene memuntahkan cairan dari dalam tubuhnya. Kemudian terkulai lemas di pelukan Sena.

__ADS_1


"Rene, kau kenapa, hei"


Sena mencoba menyadarkan Rene kembali, namun ternyata Rene sudah tidak sanggup lagi untuk menopang tubuhnya sendiri.


"Biarkanlah. Cobalah kau lihat cairan dari Rene"


Ujar Uliza.


Serempak mereka semua menatap cairan dari dalam tubuh Rene. Cairan itu berwarna ungu kehitaman, dan sangat kental. Mereka bingung, apa sebenarnya cairan itu.


"Itu adalah racun dari dalam tubuh Rene yang keluar sebab kalah tangguh dari obat Cavelo"


Jelas Uliza membuat mereka paham.


"Lalu bagaimana keadaan Rene saat ini, apakah ia baik-baik saja?"


Tanya Sena cemas. Untuk menopang tubuhnya sendiri saja Rene tidak bisa, apakah setelah ini Rene akan kembali sehat seperti dahulu.


"Rene akan baik-baik saja. Obat Cavelo tidak memakan waktu yang lama. Namun Rene masih membutuhkan istirahat yang cukup"


Sahut Uliza.


Sena mengangguk, ia akan merawat Rene sebaik mungkin. Senyuman pun menghiasi wajah Sena yang sangat bahagia saat itu.


"Syukurlah, terimakasih Uliza"


Ujar Andin pada Uliza. Andin tersenyum, ia bisa merasakan kebahagiaan Sena saat ini.


Andin pernah merasakan juga saat Tessa sakit, Andin merawat Tessa dan menjaganya sebisanya. Sama pun hal nya saat Andin sakit, Tessa juga yang akan menyemangatinya. Mengingat itu Andin menjadi rindu. Dimana Tessa saat ini?

__ADS_1


.


Sakay.


__ADS_2