Putri Seraphina

Putri Seraphina
CHAPTER 15


__ADS_3

Seraphina memeluk semua para bintang dalam pelukannya, mereka semua juga berkumpul termasuk memeluk Safy. Di tempat sebelumnya hari sudah malam, cahaya bulan bersinar dalam gelapnya langit. Namun, di rumah mereka, hari masih siang sekitar pukul 12:35 PM. Keadaan cuaca juga sudah tidak hujan, matahari sudah menampakkan sinarnya di balik awan. Safy teringat sesuatu, dia mengambil kopernya dan mengeluarkan beberapa makanan yang tidak habis saat bermain ayunan. Beberapa makanan ini adalah 7 bungkus wafer cokelat, 8 bungkus keripik kentang, roti buatan ayahnya, dan teh herbal. Semua itu diletakkan di meja ruang keluarga.


“Kita sudah berbaikan, sekarang saatnya menikmati semua camilan ini bersama. Tidak perlu menahan diri lagi, mari habiskan semuanya dalam sehari. Dan jika perlu, aku akan membuat camilan lain jika masih kurang.”


Seraphina langsung mendahului dengan mengambil keripik kentangnya, dia mengambil tiga bungkus untuk dirinya sendiri. Lalu, para bintang mengambil dua bungkus wafer dan dua bungkus keripik kentang, mereka berbagi dan juga mengambil roti kering. Safy juga ikut ambil bagian, dia menuangkan teh untuk Seraphina dan para bintang. Setelah menuangkan teh, dia mengambil tiga bungkus wafer cokelat kesukaannya. Bersama-sama mereka berusaha menghabiskan camilan di meja, beberapa menit kemudian tidak ada makanan yang tersisa.


Para bintang bahkan melahap bungkus-bungkus kosong yang berserakan di atas meja. Setelah segalanya bersih, mereka bergerak menuju ke kamar untuk mengambil sesuatu. Para bintang keluar dengan beberapa handphone, memegangnya dengan penuh semangat. Seraphina melihat hal itu dengan rasa penasaran, dan akhirnya dia meraih salah satu handphone untuk melihat apa yang ingin ditunjukkan oleh para bintang.


Ketika layar handphone menampilkan informasi yang ditunjukkan oleh para bintang, raut wajah Seraphina berubah dari penasaran menjadi kagum dan gembira. Ternyata, dia telah diterima bekerja oleh perusahaan Almart. Email yang tertera di layar membenarkan kabar tersebut, Seraphina telah diterima sebagai karyawan di minimarket dekat tempat tinggalnya.


Para bintang memberitahunya, “Ketika Tuan Putri pergi, kami bekerja sama untuk mendaftarkan Anda ke pekerjaan ini. Syarat-syaratnya sudah kami sediakan, kami menggunakan sihir perubahan wujud untuk melaksanakannya. Jawaban kami diterima dan Anda bisa mulai bekerja besok.“

__ADS_1


Seraphina menggenggam tangannya dan berseru, “Hebat! Akhirnya aku bisa bekerja tanpa perlu berbicara di depan kepala mereka. Kalian benar-benar telah membuat pilihan yang brilian. Apakah kalian mau membantu saya dalam pekerjaan ini?”


Para bintang saling menawarkan diri untuk membantu Seraphina, mereka berebut untuk dipilih, “Aku! Aku yang akan membantu!“


“Cukup!“


Tiba-tiba para bintang itu terdiam serentak.


Semua bintang mendengarkan dengan penuh perhatian, “Tentu saja, Tuan Putri. Kami berjanji dengan sungguh-sungguh bahwa kami akan bekerja sama dan tidak akan bertengkar dalam membantu tugas Anda!”


Maka, perjanjian antara Seraphina dan para bintang pun diresmikan melalui sihir. Pengesahan ini bertujuan untuk mengikat perjanjian dan memberikan hukuman kepada siapapun yang melanggarnya. Setelah semuanya selesai dan mereka semua sudah makan, Seraphina kembali ke kamarnya. Seperti biasa, dia menumpuk bantal untuk sandaran, mengumpulkan buku-buku novel dan komik. Kini, aktivitas santainya dimulai lagi. Sementara itu, Safy duduk di ruang keluarga sambil menonton TV. Kali ini tidak ada acara memasak, jadi dia memilih channel anime. Di dunia Seraphina sebelumnya, hiburan umumnya adalah pertunjukkan seni bela diri atau sirkus. Tapi dalam dunia modern, pertunjukkan tidak hanya sebatas memasak; ada berbagai pertunjukkan membuat sesuatu yang menarik. Bagi warga kerajaan, mempertunjukkan kemampuan memasak atau mengukir dianggap kurang menarik. Kebiasaan ini berubah ketika Safy melihat pertunjukkan memasak di dunia modern, yang begitu menarik baginya, padahal di dunianya pertunjukkan semacam itu dianggap sepele. Bukan hanya acara memasak, ada juga pertunjukkan tentang cara menebang pohon, membuat patung, merancang bangunan, dan bahkan acara untuk anak-anak. Semuanya menarik bagi Safy, sehingga dia sering menonton TV ketika merasa lelah.

__ADS_1


TV itu dilengkapi dengan akses internet, dan untuk mengendalikannya mereka menggunakan iPad khusus. iPad ini memiliki beragam fitur, seperti mengatur tayangan TV, menjelajahi internet, bermain game, dan bahkan berbelanja secara online. TV di rumah mereka memiliki ukuran 80 inch, setara dengan 2 meter 3 sentimeter. Kecepatan internetnya mencapai 1Gbps, memungkinkan tayangan online dengan resolusi 4K dan 8K. Namun, bagi Seraphina, menonton TV tidak terlalu menarik. Dia lebih suka bermain komputer untuk menonton video online, bermain game online dan offline, membaca novel, menonton anime, dan menjelajahi peta dunia. Namun, mereka belum mencoba situs jejaring sosial online, karena dalam catatan Refa tertulis agar mereka tidak menggunakan jejaring sosial online sebelum mendapatkan pekerjaan. Ini bertujuan agar wajah cantik Seraphina tidak tersebar luas di dunia maya, karena catatan tersebut juga menjelaskan bahwa peretasan data adalah hal umum di dunia modern, dan pemula dalam dunia maya mudah menjadi sasaran peretas.


Setelah bermain sepuasnya pada hari itu, semua orang beristirahat hingga keesokan harinya. Seraphina membuka matanya dan melihat jam digital yang menunjukkan pukul 05:12 pagi. Dia menyadari bahwa hari ini adalah hari pertama kerjanya. Saat dia bersiap untuk bangun, matanya melirik ke rak buku di sebelahnya. Rasanya malas mulai muncul, tapi dia dengan keras memerintahkan dirinya untuk mengatasi perasaan malas itu. Lalu, Seraphina pergi untuk mandi, mengganti pakaian dengan kemeja lengan panjang putih dan celana panjang hitam. Para bintang telah memberikan sihir agar pakaiannya tetap rapi dan bebas kerutan. Dia juga mengenakan ikat pinggang sederhana dan sepatu hak rendah hitam dengan kaus kaki putih. Jam tangan dipasang di pergelangan tangannya, dan semua perhiasan di tangannya dilepas. Tampilan Seraphina tampak rapi dan wajahnya berseri. Ketika dia turun ke lantai bawah, langkahnya yang memiliki sedikit suara ketukan terdengar jelas karena sepatunya yang haknya rendah. Safy melihat Seraphina turun tangga.


“Wow, Tuan Putri terlihat begitu cantik! Anda tidak hanya cocok mengenakan gaun kerajaan, tetapi juga pakaian formal seperti ini.”


Seraphina menjawab, “Terima kasih atas pujianmu, Safy. Hari ini adalah hari pertama kerjaku, jadi penampilan harus rapi dan menarik. Itulah yang tertulis dalam persyaratan masuk kerja.”


Safy merendahkan kepala, “Semoga sukses, Tuan Putri. Aku hanya bisa mendukung dari jauh, tetapi jika Anda membutuhkan bantuan, saya siap membantu.”


Seraphina menyantap roti sebagai sarapan, minum teh, mengambil tas selempang dan map dokumen di tangannya. Setelah semuanya siap, dia berpamitan dengan Safy untuk berangkat.

__ADS_1


__ADS_2