Putri Seraphina

Putri Seraphina
CHAPTER 53


__ADS_3

"Untuk sekarang, kita tidak boleh bertindak terlalu jauh," ujar Ratu Sera seraya menatap para prajurit, memikul beban tanggung jawabnya dengan tegas. "Mengingat Seraphina masih dalam proses pemulihan yang belum sepenuhnya pulih sempurna."


Langkahnya membawa dia kembali ke kamar Seraphina. Di sana, Ratu Sera mengamati keadaan gadis muda itu dengan penuh perhatian. Tidak ada perubahan yang signifikan; pemulihan kesehatannya berjalan cukup lambat, namun hasilnya diharapkan akan memuaskan.


Tiba-tiba, Ratu Sera mendapatkan pesan magis dari pasukan pengintai. Mereka melaporkan kepada Ratu Sera bahwa Raja Fireia bersiap untuk berangkat menuju ke bumi, membawa beberapa pasukan elit kerajaan, termasuk kesatria dan guardian. Selain itu, pemimpin kerajaan laut selatan, Ratu Duyung Merviss, akan menyusul ke bumi untuk memeriksa keadaan pemimpin aliansi. Itulah inti pesan dari pasukan pengintai. Ratu Sera memikirkan implikasi kedatangan dua tokoh penting ini dan berpotensi memicu konflik.


Ratu Sera merenung sejenak, memikirkan dampak kedatangan dua tokoh penting ini. Pemimpin kerajaan api, ayah Ariel, dan pemimpin kerajaan laut selatan, wakil pemimpin dari Seraphinova. Dia sadar betul akan risiko yang ada jika emosi mereka terpancing dan bertindak gegabah.


Dengan kekuatan sihir magis, Ratu Sera memanggil pasukan pengintai kerajaan. Dia meminta beberapa jenderal tempur untuk menemaninya dalam mengawasi kedua tokoh penting ke dunia lain. Pasukan pengintai dengan cepat menyampaikan pesan ini kepada Raja Zorg dan mendapatkan izin untuk melaksanakan tugas tersebut.


Setelah mengirim pesan, Ratu Sera pergi ke halaman rumah dan menunggu kedatangan para jenderal yang telah diperintahkan untuk datang ke bumi. Disaat masih berdiri depan, terbukalah dimensi tepat di pagar besi. Kekuatan perlindungan dari para bintang aktif secara otomatis, memberikan ilusi kepada makhluk hidup di sekitar. Dari dalam pintu dimensi itu, keluarlah tiga sosok berzirah cahaya emas yang diikuti oleh kesatria. Mereka adalah jenderal perang dari kerajaan Seraphinova dengan elemen cahaya.


Mendapati Ratu Sera sudah berdiri menyambut kedatangan mereka, seluruh jenderal beserta kesatria berlutut dengan tangan kiri di dada dan tangan kanan lurus ke bawah sampai menyentuh tanah. Salah seorang jenderal berseru, "Hidup Yang Mulia Ratu, Sera Aurora! Kami, jenderal besar dari Seraphinova, datang menghadap atas perintah Anda."


“Terima kasih, kedatangan kalian kemari sungguh tepat waktu.” balas Ratu Sera.


Para jenderal terkejut mendengar kata-kata 'terima kasih' dari Ratu. Salah seorang di antara mereka menyatakan pendapat. “Yang Mulia. Kami yang seharusnya berterima kasih, karena kemurahan hati anda membuat para bawahan seperti kami ini selalu diberikan tempat layak di dalam istana.“


Ratu Sera tersenyum kepada mereka semua, kemudian memberikan instruksi tentang tugas masing-masing. Bagi kesatria, mereka harus mengawal kedatangan Raja Api dan Ratu Laut. Sedangkan para jenderal bertanggung jawab menjaga situasi tetap stabil. Ratu Sera khawatir akan ketidaksesuaian pemahaman antara Seraphina dan salah satu pria di bumi, dan ingin mencegah terjadinya kekacauan lebih lanjut yang dapat berujung pada peperangan akibat salah paham

__ADS_1


Dengan penjelasan tugas yang jelas, Ratu Sera memandang ke langit. Angin badai mulai berhembus kencang, mengubah suasana seakan malam meskipun masih sore. Waktu menunjukkan pukul 4 sore, namun perubahan awan dari mendung abu-abu menjadi gelap sangat cepat menyelimuti langit, menciptakan atmosfer mencekam.


Angin beralih menjadi badai, disertai dengan butiran air menerpa kota dengan penuh amarah. Suara gemuruh petir tak terdengar, hanya kilatan cahaya yang sesekali menyambar di balik awan hitam. Pohon-pohon besar bergoyang hebat, semakin lama kekuatan angin semakin tak terbendung.


"Ada apa ini!" teriak seorang kesatria.


"Lindungi Yang Mulia dari badai!" seru yang lain.


"Aneh sekali."


Ketika kesatria itu meminta izin untuk membawa Ratu ke tempat yang aman, Ratu Sera tetap memandangi langit. "Sebaiknya kalian lindungi wilayah ini dari kekacauan."


Para kesatria segera membentuk perlindungan untuk rumah yang mereka diami. Namun, seorang jenderal berbadan besar memekik dengan mata melotot. "Hentikan kalian semua!"


Mereka mengulangi sihir, menciptakan perlindungan menyeluruh bagi seluruh kota. Angin badai semakin meluap hingga membentuk pusaran raksasa. Sementara badai makin menerjang, air hujan memperparah keadaan. Intensitasnya begitu tinggi hingga jalan-jalan tergenang air dalam waktu singkat. Tak berapa lama kemudian, awan terbuka membentuk sebuah terowongan. Beberapa kereta ditarik oleh kuda laut keluar dari dalam, diikuti oleh banyak duyung membawa tombak trisula dan pedang kristal ruby dan kristal aquamarine.


Gelembung air menyertai kedatangan pasukan laut di langit, diikuti oleh ikan paus dengan dipenuhi duri-duri tajam sebagai zirahnya. Di belakangnya, ada kereta lebih besar yang ditarik oleh puluhan kuda laut, seluruh kuda laut  juga memiliki duri tajam di seluruh tubuh mereka. Kereta besar itu akhirnya sampai di halaman rumah. Para duyung membuka pintu, lalu keluarlah Ratu Merviss dengan bentuk kaki manusia dan diikuti oleh Raja Fireia. Ketiga jenderal Seraphinova menyambut mereka dengan hangat, dan Ratu Sera juga memberi salam.


Raja Fireia memimpin menuju depan. "Bagaimana keadaan putriku sekarang?"

__ADS_1


"Keadaannya sudah membaik. Besok pagi, dipastikan dia akan pulih sepenuhnya," jawab Ratu Sera dengan hormat.


Ratu Merviss menanggapi, "Ratu Sera, bisakah kami melihat keadaan mereka secara langsung?"


"Tentu saja. Mari saya tunjukkan," Ratu Sera menjawab sembari membawa mereka masuk ke dalam rumah.


Ketiga jenderal Seraphinova membimbing Raja Fireia dan Ratu Merviss menuju ke kamar di mana Ariel berada. Sesaat setelah memasuki rumah, kedua pemimpin itu berjalan sambil memperhatikan sekeliling. Banyak hal yang asing bagi mereka, hingga mereka akhirnya tiba di kamar. Raja Fireia melihat Ariel yang masih berbaring di tempat tidur, dan ia berlari mendekatinya.


Tangan kanan Ariel dipegang erat, “Syukurlah kamu baik-baik saja, Ariel. Ayahmu ini hampir saja kena serangan jantung setelah mendengar kabar mengenai keadaanmu sekarang. Tapi Ayah senang melihatmu sudah membaik.”


Kemudian Raja Fireia memandang Ratu Sera, lalu ia berlutut sambil berkata, "Terima kasih sudah membantu putriku keluar dari maut."


Ratu Sera segera mengangkat Raja Fireia dari posisi berlututnya, “Jangan, jangan seperti ini.” Raja Fireia pun berdiri, Ratu Sera melanjutkan pembicaraannya “Anda juga seorang raja, lagipula Ariel yang telah memanggilku kemari.”


Ratu Merviss melihat keadaan Ariel dan Safy. "Memang benar yang dikatakan oleh Ratu Sera. Keadaan mereka berdua telah membaik sepenuhnya."


Ratu Sera menerima pujian itu dengan sopan.


"Tapi..." seru Ratu Merviss. "Keadaan Putri Seraphina masih belum pulih sepenuhnya."

__ADS_1


"Mari ikuti saya," ucap Ratu Sera sambil memimpin mereka menuju ruangan Seraphina. Ratu Merviss dan Raja Fireia mengikuti dari belakang. Ketika memasuki ruangan, Ratu Merviss memperhatikan Seraphina.


"Tunggu, ada yang tidak beres."


__ADS_2