Putri Seraphina

Putri Seraphina
CHAPTER 55


__ADS_3

Raja Fireia memajukan kakinya ke depan, langkahnya bersemangat diiringi ekspresi serius. "Situasi ini tidak bisa dibiarkan berlarut-larut. Meskipun Putri Seraphina masih tergolong seorang anak, namun beliau adalah pemimpin kita semua..."


"Benar, minimal pria tersebut harus bertanggung jawab," timpal Ratu Merviss.


Mereka terlibat dalam perdebatan yang tanpa henti, hingga keduanya semakin memanas. Pembahasan serius kini berputar di antara pandangan Seraphina dan Aldi. Ratu Sera mengawasi, menyadari situasi hampir mencapai titik yang berbahaya. Dengan suara lantang, ia berseru, "Hentikan!"


"Perdebatan ini hanya akan membawa bencana jika terus berlanjut. Kita harus menunggu sampai Seraphina pulih." ujar Ratu Sera.


Raja Fireia berjalan menuju ke keluar, "Jangan seperti itu, Ratu Sera. Pria inilah akar dari semua masalah. Kalau kita hanya memotong rumput tanpa mencabut akarnya, rumput tetap akan tumbuh subur meskipun tanpa air. Sama halnya dengan pria ini. Jika kita biarkan dia terus mengganggu Putri Seraphina, risiko yang lebih besar akan mengancam."


"Perlu Anda tahu, tindakan gegabah dapat menimbulkan masalah tambahan, itu adalah aturan dasar dalam kehidupan," jawab Ratu Sera.

__ADS_1


Namun, emosi Raja Fireia mendidih, "Gegabah?" ucapnya sambil melangkah lebih dekat, "Lebih baik mengakhiri ini secepat mungkin daripada menunggu seperti pengecut."


“Pak!”


Ratu Merviss menepuk tangannya sekali, di tengah perdebatan mereka. "Nampaknya perdebatan ini takkan pernah usai, bukannya menyelesaikan masalah malahan hanya akan menguras tenaga.  Lebih baik kita menunggu sampai Putri Seraphina berbicara sendiri, sebelum tempat ini hancur akibat ulah para orang tua."


Raja Fireia mengurungkan niatnya untuk bertindak sendiri.  Kini, ia berusaha bersabar menunggu jawaban dari Seraphina. Jenderal perang Seraphinova berusaha menenangkan mereka, dan ketiga jenderal itu membawa Raja Fireia dan Ratu Merviss menuju ke ruang tamu. Dengan usaha yang keras, kedua pemimpin tersebut berhasil dibujuk supaya dapat beristirahat sejenak. Sementara itu, Ratu Sera tetap berada di kamar Seraphina, menunggu hingga gadis itu kembali sadar.


Setelah semuanya terkendali, pelayan dari Kerajaan Laut membawa makanan istimewa ketika suasana masih emosional. Makanan itu terdiri dari tiga jenis—makanan panas, makanan dingin, dan makanan beku—serta minuman adalah tetesan sumber abadi, air manis terlezat di antara segala jenis air.


Raja Fireia dan Ratu Merviss menikmati minuman mereka dalam suasana yang hangat. Sering kali, mereka bercakap santai mengenai masalah utama. Tidak lama kemudian, Ratu Sera bergabung dalam pembicaraan mereka, seraya meneguk air manis dari Kerajaan Laut.

__ADS_1


Percakapan berlanjut hingga hampir tengah malam. Di dalam suasana malam yang hening, ketiga pemimpin kerajaan itu tidak mengucapkan sepatah kata pun. Namun, tiba-tiba terdengar suara pelan nan lembut, "Ibu?"


Itu adalah suara Seraphina yang turun perlahan dari tangga menuju lantai bawah. Ratu Sera segera mendekatinya, "Jangan bergerak terlalu keras jika masih merasa sakit, Putriku."


Seraphina memeluk ibunya dengan erat, "Terima kasih, Ibu. Saya merasa jauh lebih baik sekarang."


Kemudian Ratu Sera membimbingnya ke sofa ruang tamu. Ratu Merviss dan Raja Fireia memberikan salam hormat mereka. Seraphina sedikit bingung melihat kedua pemimpin besar sudah berada di rumahnya, sementara pasukan Kerajaan Laut berkumpul di luar rumah.


"Putri Seraphina, maaf jika kami membuat Anda bingung. Kami berdua, beserta Raja Api, datang ke sini untuk melihat kondisi Anda. Kami merasa lega melihat semuanya baik-baik saja," ujar Ratu Merviss.


Raja Fireia turut berbicara, "Betul, Putri. Kami mewakili seluruh aliansi pemimpin, ingin memastikan kesehatan Anda. Mohon maaf jika kedatangan kami agak kurang berkenan."

__ADS_1


"Ah, tidak apa-apa. Anggap saja ini rumah sendiri. Selain itu, sekarang bukan lagi dalam konteks pertemuan antar kerajaan," jawab Seraphina sambil tersenyum.


Dalam keadaanya yang masih belum fit, Seraphina memberikan pertanyaan, “Bisakah saya mengetahui maksud dari tujuan selanjutnya? Saya yakin kunjungan kedua pemimpin besar, bahkan Ratu tertua di benua, memiliki maksud yang lebih penting daripada sekadar kunjungan biasa."


__ADS_2