Putri Seraphina

Putri Seraphina
CHAPTER 28


__ADS_3

Aldi berbagi banyak informasi tentang kendaraan dan alat berat kepada Seraphina saat mereka menunggu lampu merah berubah menjadi hijau. Kendaraan yang mereka lihat di sekitar secara singkat dijelaskan satu per satu. Saat lampu merah akhirnya berubah menjadi hijau, mobil mereka melaju kembali. Meskipun begitu, Seraphina tetap asyik memandangi pemandangan dari jendela samping.


Aldi tetap fokus mengemudi, tetapi kadang-kadang dia melirik Seraphina. Entah mengapa, setiap gerakan dan ekspresi Seraphina tidak pernah membuatnya merasa bosan atau jenuh. Tidak lama setelah itu, mereka melewati jalan tol. Di sini, laju kendaraan begitu cepat, dan jalanan tidak terlalu ramai. Aldi mempercepat mobil hingga mencapai 80 km/jam, dan untuk alasan keamanan, kaca jendela di samping Seraphina ditutup otomatis.


"Maaf, Phina. Kali ini aku harus memacu kecepatan sedikit, jadi kaca harus ditutup demi keselamatan," kata Aldi.


"Baik, Pak manager. Tapi saya ingin tahu, mengapa harus menutup kacanya?"


Aldi sedikit mengurangi kecepatan mobilnya saat mengikuti antrian masuk jalan tol. Ia menjelaskan, "Seperti yang kamu tahu, semakin cepat benda bergerak, semakin besar tekanan angin yang dihasilkan. Hal yang sama berlaku pada mobil ini. Saat kita bergerak dengan kecepatan tinggi, kita harus menutup kaca jendela untuk meminimalkan tekanan angin. Jika kaca terbuka pada kecepatan tinggi, angin akan masuk ke dalam mobil dan bisa membuatnya terguncang atau oleng."


Seraphina baru mengetahui hal tersebut, sejak di istana dirinya selalu bergerak cepat menggunakan sihir percepatan. Tidak pernah sekalipun terjatuh akibat tekanan angin, bahkan dia juga pernah mengendarai kereta kuda dengan kecepatan tinggi. Menggunakan sihir percepatan kereta yang dikendarainya melaju lebih cepat dari mobil Aldi tadi, tapi kereta kuda yang di kendarai Seraphina tidak mengalami oleng atau menabrak. Dan dari ingatan masa lalunya itu, dia mendapati jika menggunakan sihir banyak hal dapat mempermudah. Tidak lama, tibalah giliran mobil Aldi maju ke depan pintu masuk tol.


Setelah membayar tol, perjalanan mereka berlanjut. Kira-kira sekitar satu jam, mereka akhirnya tiba di tempat tujuan. Itu adalah kantor pusat perusahaan Almart, dengan sejumlah gedung di wilayahnya. Wilayah kantor pusat ini adalah kawasan industri di mana berbagai perusahaan pusat berkumpul, dan bangunan-bangunan tinggi mendominasi pemandangan. Teknologi canggih juga menjadi ciri khas tempat ini, dengan banyak fitur modern di seluruh area. Robot-robot pintar telah menggantikan banyak pekerjaan pegawai.


Ketika pertama kali menginjakkan kaki di gedung tersebut, Seraphina terkejut melihat suasana di ruang lobi. Sebagian besar aktivitas dijalankan oleh robot, bahkan petugas keamanan yang berjaga juga adalah robot. Manusia hampir tidak terlihat di area tersebut.


Aldi membawa Seraphina ke meja resepsionis untuk menerima tamu. Pegawai di meja resepsionis itu adalah hologram AI. Setelah melakukan pemeriksaan data, AI menggunakan teknologi pemindai untuk memeriksa informasi Aldi dalam database. Setelah pencarian data selesai, data Aldi ditampilkan melalui hologram, dan kolom konfirmasi muncul. Hanya dengan sentuhan pada hologram, konfirmasi diterima, dan kartu khusus manajer toko terbentuk dari hologram menjadi objek nyata.


Setelah pemeriksaan data Aldi selesai, giliran Seraphina untuk melalui pemeriksaan. Seperti sebelumnya, hologram AI memeriksa data melalui database. Tapi, proses ini tampak memerlukan lebih banyak waktu. Hingga 5 menit berlalu, hologram AI memberikan pesan yang mengindikasikan bahwa proses pemeriksaan memakan waktu lebih dari 5 menit.

__ADS_1


Saat sudah 5 menit menunggu, data dari database akhirnya terverifikasi. Seraphina kemudian mengkonfirmasi untuk mendapatkan kartu khusus wakil manajer. Karena ia hanya sebagai pendamping, jabatannya hanya sebagai wakil sementara. Di bagian belakang kartu terdapat chip yang memungkinkan akses masuk ke ruangan tertentu di kantor pusat. Aldi menyarankan Seraphina untuk selalu menjaga kartu tersebut dengan baik, dan dia juga memberikan petunjuk tentang bagaimana menuju lantai atas.


Aldi memimpin jalan di depan, sedangkan Seraphina mengikutinya dari belakang. Mereka tiba di depan pintu geser berwarna putih. Ketika mereka mendekat, pintu tersebut mendeteksi adanya orang mendekat maka terbukalah secara otomatis. Perjalanan mereka berjalan lancar, dan mereka masuk ke dalam lorong yang panjang. Beberapa saat berjalan, Aldi tiba di depan pintu khusus. Ia menggunakan kartu manajernya untuk membukanya. Dengan menggesekkan kartu pada alat pemeriksaan, pintu terbuka. Setelah Aldi masuk, pintu tersebut kembali tertutup. Dan sekarang giliran Seraphina menggesekkan kartunya pada alat pemeriksaan. Pada percobaan pertamanya, tulisan berwarna merah muncul di layar dengan pesan 'posisi kartu harus tepat', tetapi setelah mencoba memutar posisi kartu, tulisan hijau muncul di layar dengan tulisan 'Berhasil'. Pintu pun terbuka lebar.


Namun, begitu pintu terbuka, Seraphina tidak melihat Aldi di depannya. Dia merasa agak panik dan mencoba melihat dengan menggunakan sihirnya. Ternyata, Aldi sudah agak jauh dari tempatnya berdiri saat ini. Dengan berjalan agak cepat, Seraphina berusaha mengejar Aldi yang semakin menjauh. Kali ini, dia memilih untuk tidak menggunakan sihir, melainkan mengandalkan instingnya untuk berjalan.


Namun, ketika mencapai di pertigaan, tiba-tiba...


"Brak!"


Seraphina tidak sengaja menabrak seseorang yang datang dari arah kirinya, dan keduanya jatuh bersama. Orang yang ditabrak adalah seorang asisten manajer dari kantor cabang lain, seperti yang terbaca dari tanda pengenalnya yang tergantung di lehernya. Dengan nada kesal, orang tersebut berkata,


Orang tersebut terus melontarkan kekesalannya, “Sekarang tanggung jawab!“


“Ah, ehmm, Tanggung jawab bagaimana ?“


“Ha! Tanggung jawab bagaimana katamu? Kamu bodoh, ya?“ ucap pria itu dengan nada keras.


“Aku akan bertanggung ja…”

__ADS_1


“Bicara apa kamu ini! Sudah kubilang dari tadi, kamu harus bertanggung jawab, ngerti gak sih!“ potong pria itu.


Pria itu terus melontarkan kata-kata kasar tanpa henti, sambil mencela,  dia juga menghina Seraphina dengan tidak layak. Kemudian pria tersebut melihat Seraphina dari kepala sampai kaki, dan dia berkata, “Baik, kalau kamu tidak bisa bertanggung jawab, aku akan melaporkanmu ke manajer pusat karena telah mendorongku sampai cedera dan apa yang akan terjadi? Manajermu akan dipecat termasuk kamu. Hahaha!“


Tiba-tiba, pria itu menambahkan, “Tapi kalau tidak ingin hal itu terjadi, cuma ada satu cara supaya kumaafkan.“


Seraphina tidak berani membalas kata pria tersebut, mempertimbangkan ancaman pemecatan kepada Aldi. Dengan mencoba mengikuti alurnya, Seraphina menjawab “Jelaskan cara apa yang harus kulakukan.“


“Dengarkan baik-baik, untuk menebus kesalahan kamu harus menjadi tunanganku. Mengingat kamu sangat cantik sekali.“ ucapnya dengan senyuman buaya.


Seraphina menatap tajam ke arah mata pria tersebut, dia menahan emosinya yang hampir meledak.


“Eits, jangan marah. Kamu ingin dilaporkan atau menerima permintaanku tadi?" tanyanya dengan nada sombong. "Kamu tahu betapa baiknya pegawai di tempatmu bekerja, bukan? Apakah kamu ingin mereka semua kehilangan pekerjaan?"


Seraphina berusaha mengendalikan diri tapi tidak sengaja ucapannya keluar, "Pria brengsek!"


"Terserah, tapi dengarkan baik-baik. Untuk menebus kesalahanmu, kamu tetap harus menjadi tunanganku. Kamu bisa datang ke kafe Coffees tiga hari dari sekarang setelah pulang kerja," ucapnya sambil tersenyum dengan sombong.


Pria tersebut lalu pergi meninggalkan Seraphina tanpa rasa bersalah. Sementara itu, Seraphina mengambil kartunya yang jatuh dan bergegas pergi dari tempat kejadian. Tak lama kemudian, Aldi berlari mendekatinya, "Phina, kamu tahu dari mana saja? Aku pikir akan menyusul cepat ternyata masih sampai sini."

__ADS_1


Seraphina hanya dapat memberikan senyuman lemah sebagai jawaban, merasa bahwa keadaannya sekarang sedikit lebih rumit dari sebelumnya.


__ADS_2