
Setelah mengumpulkan semua bahan yang diperlukan, Safy melanjutkan dengan membuat bumbu halus. Dia kemudian melumuri paha ayam dengan campuran jeruk nipis dan garam, mengerti bahwa penyatuan bahan-bahan tersebut akan menghilangkan bau amis dari daging serta membuat daging menjadi lebih lembut. Untuk mencapai hasil terbaik, daging ayam perlu didinginkan selama 30-60 menit. Safy mengambil sebuah kotak dari penyimpanan ajaibnya yang berisi roh es. Dengan perintah, para roh es akan mendinginkan apa pun yang ada di dalam kotak sesuai waktu yang ditentukan. Setelah semua persiapan selesai, Safy meletakkan semua potongan daging ayam dalam kotak tersebut. Dengan tegas, dia memberikan perintah kepada para roh es,
“Para roh, aku ingin kalian mendinginkan semua daging ini selama satu jam dalam waktu dunia lain.“
(Dunia lain yang disebutkan adalah dunia di mana kerajaan Seraphinova berada. Perbedaan waktu antara bumi dan kerajaan Seraphinova sangat besar: satu jam di bumi setara dengan satu menit di sana. Fenomena ini terjadi karena pergeseran dimensi yang memengaruhi aliran waktu, namun jika pergeseran tersebut dimanipulasi seperti teleportasi yang dilakukan oleh Ariel dan Seraphina, aliran waktu bisa disesuaikan. Oleh karena itu, sihir diperlukan dalam proses perpindahan ini, mengingat bahwa suatu objek dapat hancur jika bergerak terlalu cepat atau melebihi kecepatan cahaya.)
Para roh di dalam kotak langsung mengindahkan perintah tersebut, mendinginkan semua daging dalam waktu singkat. Sebelum satu menit berlalu, semua daging telah siap untuk langkah selanjutnya. Safy dengan hati-hati mengeluarkan daging-daging itu dari kotak dan langsung memulai proses penggorengan.
Selagi menggoreng, Safy memasak bumbu lain yang sudah ia persiapkan sebelumnya. Dengan tenaga ekstra, dia mengerjakan lebih dari satu untuk mempercepat proses memasak.
Akhirnya, Seraphina tiba di ruang makan setelah selesai mandi. Perutnya mulai keroncongan dan dia duduk di sebelah Ariel.
“Kamu juga lapar, Ariel?" tanyanya.
“Tentu saja, aku sudah menunggu makanan ini siap sejak tadi. Lihatlah, camilan di meja ini habis semua. Meskipun Safy bilang ini hanya untuk mengganjal perut, tetapi aku masih merasa lapar,"
Ariel meletakkan kepalanya kembali di atas meja, merasa lemas akibat kelaparan. Seraphina juga merasa lapar, sehingga dia juga ikut menyandarkan kepalanya di meja. Mereka berdua saling berbincang sambil menanti hidangan yang hampir siap, sementara proses memasak berada di tahap akhir. Aroma harum dan gurih telah mengisi udara, bumbu telah mengental dengan sempurna. Safy mencicipi rasa masakannya sekali lagi, dan hasilnya memuaskan. Kemudian, dia meletakkan hidangan itu di atas meja. Ariel dan Seraphina menjadi lebih bersemangat saat melihat hidangan sudah tersaji di depan mereka. Tanpa menunggu lama, mereka berdua langsung menikmati hidangan tersebut. Tidak disangka, Ariel benar-benar menikmati rasanya.
“Daging yang lembut, dipenuhi oleh rempah-rempah ditambah rasa manis dan gurih membuatnya lebih enak. Tidaklah mengherankan bahwa Safy telah dipilih menjadi pelayan, kemampuannya di dapur sudah sejauh ini.“ ucap Ariel sambil terus menikmati makanannya dengan lahap.
Seraphina juga tidak kalah antusias memuji hidangan malam itu, dia merasa sangat puas dengan hasilnya. Dua putri kerajaan saling memberi apresiasi kepada Safy, tentu hal itu membuat Safy tersanjung.
__ADS_1
“Terimakasih banyak atas pujiannya, Tuan Putri Seraphina dan Putri Ariel. Setiap kata dari Anda berdua membuat saya, seorang pelayan ini, merasa sangat tersanjung“
Seraphina menjawab, "Tidak perlu berlebihan. Kami berdua sudah mengakui kemampuanmu sebagai pelayan terhebat, jadi tidak perlu merendahkan dirimu sendiri. Nah, sekarang bagaimana jika Safy ikut makan juga? Tidak enak kalau pembuat makanan ini hanya berdiri saja.“
Safy duduk di kursi, kemudian Ariel mengambilkan makanan untuknya. Dilanjutkan, Seraphina menuangkan secangkir teh.
“Eh? Tuan Putri dan Putri Ariel, tolong jangan seperti itu. Saya bisa mengambil sendiri, tidak pantas seorang pelayan dilayani oleh majikannya.“ Safy merasa tidak enak.
“Disini hanya ada tuan putri, tidak ada majikan. Dan satu lagi, tidak ada aturan yang mengatakan seorang tuan dilarang melayani bawahannya. Kerajaan Seraphinova bukanlah kerajaan perbudakan, jadi kamu tidak perlu merendahkan dirimu lebih jauh. “
Ariel juga menambahkan, “Setuju! Merendahkan diri itu tidak baik bagi kesehatan mental, apalagi sekarang kita tidak berada di pertemuan bangsawan. Sikap bagaimanapun sah-sah saja selama tidak berlebihan.“
Mereka bertiga akhirnya makan bersama-sama, suasana menjadi lebih hidup. Percakapan berlangsung hangat dan meriah hingga larut malam. Setelah makan malam selesai, Safy segera membersihkan piring dan merapikan ruangan.
Namun, tiba-tiba perlindungan bintang di sekitar mereka bergetar dengan kuat, Seraphina dan Ariel segera bersiap menghadapi situasi tak terduga. Setelah memeriksa sekeliling, para bintang muncul di depan mereka.
“Tuan Putri, ada seseorang yang sedang mendeteksi keberadaan kita. Namun, perlindungan kami masih utuh. Mohon arahan!"
Disitu Ariel maju duluan ke depan para bintang, “Hahaha! Bagus sekali. Perlindungan para bintang sampai bergetar menunjukkan tingkat kekuatan penyerang ini cukup kuat, mungkin aku bisa olahraga sebentar sekalian mengurus penyerang ini.“
Ariel memulai pemanasan dan meregangkan tubuhnya, para bintang hanya bisa menyaksikannya, tidak berani melawan. Mereka tahu betul bahwa Ariel adalah seorang maniak perang. Sementara itu, Seraphina merasa penasaran dengan situasi itu, tapi ponselnya tiba-tiba berdering. Dia masuk ke dalam rumah untuk mengambil panggilan itu.
__ADS_1
“Halo“
“Halo, Seraphina, kan? ini saya Aldi“
“Benar, ini nomor saya pak manager. Ada yang bisa saya bantu, Pak?“
“Iya, ehmm, tentang besok pagi. Bisakah kamu ikut saya menghadiri rapat?“
“Tentu, tapi mengapa harus saya? Wakil dari toko biasanya Riko, dan dia lebih senior daripada saya dan Dina."
“Aku mengerti, dan memang wakil dari toko biasanya adalah Riko. Tapi kali ini, aku ingin kamu ikut untuk memberikan wawasan lebih. Dari pengamatanku, kamu memiliki potensi kepemimpinan yang kuat. Oleh karena itu, kemampuanmu harus dikembangkan supaya menjadi lebih baik di masa depan. Tapi jika ada halangan lain, tawaran ini boleh ditolak.“
“Tidak ada masalah, pak manager. Saya menerima tawaran ini dengan senang hati, asalkan waktu pulangnya tidak terlalu larut."
“Saya akan tanggung jawab! Besok pulangnya kira-kira jam 2 siang, jika lebih paling hanya satu jam. Namun, kalau keadaannya berubah sampai larut malam, saya akan mengantarmu pulang terlebih dahulu.“
“Terima, pak manager telah menerima usulan saya.“
“Baik, Seraphina. Saya tunggu besok jam tujuh pagi.“
Panggilan telepon berakhir, dan Seraphina merasa senang bahwa dia diundang untuk menghadiri rapat. Dalam benaknya, rapat ini terasa seperti pertemuan di antara bangsawan. Selain itu, dia dilihat memiliki bakat kepemimpinan. Dengan perasaan yang berbunga-bunga, Seraphina kembali ke luar untuk bertemu Ariel. Namun, ketika dia tiba di tempat itu, Ariel sudah pergi. Para bintang memberitahu bahwa Ariel pergi ke lokasi asal penyerang, yaitu gua batu di tengah hutan.
__ADS_1