Putri Seraphina

Putri Seraphina
CHAPTER 29


__ADS_3

Aldi melihat Seraphina dalam kondisi yang kurang baik. Dia menatapnya dengan serius, "Ceritakan padaku, apa yang terjadi selama kita berpisah?"


"Tidak apa-apa, tadi hanya sedikit kebingungan. Ada seseorang yang membantu saya, jadi saya bisa sampai ke sini sekarang."


Karena rapat akan segera dimulai, Aldi mengesampingkan kekhawatirannya. Ia membawa Seraphina menuju ruang rapat sambil memegang tangannya. Tak lama kemudian, mereka tiba di ruang rapat. Di dalam ruangan itu, beberapa tokoh penting dari berbagai cabang dan pimpinan tertinggi kantor pusat sudah hadir. Tidak ada di antara mereka yang merupakan pria yang sebelumnya bertabrakan dengan Seraphina. Aldi duduk di kursi khususnya, sementara Seraphina duduk di sampingnya.


Pimpinan kantor pusat berdiri, memimpin perhatian ruangan. "Selamat pagi, para manajer yang terhormat. Saya adalah Andreas Widyantara, manajer tertinggi di perusahaan Almart. Saya ingin menyampaikan salam perkenalan dan terima kasih atas kehadiran para manajer beserta wakilnya."


Kemudian, seorang wanita yang juga merupakan bagian dari pimpinan kantor pusat berdiri. "Selamat pagi, rekan-rekan manajer. Saya Ananda Putri Bulan, wakil dari Pak Andreas, dan saya akan memimpin rapat hari ini. Sesuai dengan aturan, saya akan memeriksa kehadiran."


Ananda memunculkan hologram dari tabletnya. "Baik, mari kita mulai dari perwakilan cabang A, Manajer Irfan Chandra Hamdani. Perwakilan cabang B, Manajer Erik Sanjaya. Perwakilan cabang C, Manajer Budi Tri Santoso. Dan terakhir, perwakilan dari cabang pusat, Manajer Aldi Pangestu Irawan, serta Wakil Manajer Seraphina. Bagi yang saya sebutkan hadir, silakan gesek kartu khusus pada checker card di depan Anda. Setelah itu, kita akan memulai rapat."


Semua orang di ruangan menggesekkan kartu mereka pada alat khusus, termasuk Seraphina. Data tentang topik rapat muncul di layar hologram. Setelah memeriksa data tersebut, Ananda memulai pembahasan dengan mengulas kinerja toko-toko. Aldi membahas tentang toko yang dia kelola, menyampaikan berbagai peningkatan dan keuntungan yang telah dicapai berkat minat pelanggan yang semakin meningkat. Ia juga menyoroti kemajuan teknologi yang membantu efisiensi pekerjaan. Aldi kemudian memberikan giliran kepada Seraphina untuk membahas gaji karyawan.


Dari kesimpulan Seraphina, karyawan di semua toko membutuhkan kenaikan upah kerja karena keuntungan penjualan sudah melebihi target akhir. Seraphina menambahkan agar fasilitas modern ditambahkan lebih banyak guna memberikan kenyamanan dan minat kepada publik, Namun, tanpa disengaja, dia merasa hadirnya pria yang mengancamnya sebelumnya sudah ada di toko tempatnya bekerja. Konsentrasinya pun terganggu, bahkan terjadi beberapa kesalahan saat berbicara. Ananda mengamati tanda-tanda keganjilan pada Seraphina. Meskipun Aldi juga tampak khawatir, ia tetap berusaha menjaga sikap profesional.

__ADS_1


Empat jam berlalu, akhirnya rapat pun berakhir. Ananda berdiri, "Sebagai wakil manajer pusat, saya sangat mengapresiasi hasil rapat dari para manajer. Usulan yang telah diajukan sangat berharga. Dan tambahan, khusus Wakil Manajer Seraphina, saya minta Anda untuk datang ke ruangan saya setelah ini."


Maka berakhirlah rapat pada pukul 2 siang, lalu Aldi mengantar Seraphina ke ruangan Ananda. Ruangan itu berada di lantai paling atas, mereka kesana menaiki lift. Karena ruangannya berada pada lantai atas, Aldi mengatur lift naik ke lantai 85. Selagi menunggu Aldi berkata, “Tumben sekali wakil manajer pusat memanggil seseorang, apalagi kamu orang baru. Kira-kira ada apa ya?“


"Kemungkinan hanya berkaitan dengan kesalahan saat pembahasan tadi, saya rasa begitu," jawab Seraphina dengan suara pelan.


Aldi merespons, "Semoga saja."


Tak lama setelah itu, mereka tiba di lantai 85. Aldi menunjukkan pintu ruangan yang dimaksud, dan Seraphina segera menggesek kartunya pada alat pemeriksaan di dekat pintu. Ananda memberikan konfirmasi dari dalam, dan pintu ruangan terbuka dengan tenang.


"Apakah ini berkaitan dengan kesalahan saya saat rapat tadi?"


"Bukan, bukan itu masalahnya. Aku ingin tahu hal lain. Apakah kamu menghadapi masalah?"  Ananda menatap langsung mata Seraphina.


Tiba-tiba saja Seraphina merasa gugup karena ditatap langsung olehnya, bicaranya pun agak belepotan. Ananda memperhatikan gerak geriknya secara detail, mulai dari mata, raut wajah, cara bicara dan pergerakan tubuh.

__ADS_1


"Aku merasakan bahwa ada sesuatu yang mengganggumu. Kegelisahanmu ini bisa sangat mengganggu pekerjaanmu jika terus dibiarkan. Namun, kamu harus tahu, aku dulunya adalah seorang psikiater selama 4 tahun sejak umur 16 tahun. Aku sudah membantu ribuan orang dan mereka sembuh. Saranku padamu, lebih baik berbicara jujur padaku sebelum aku membuktikan bahwa kegelisahanmu itu nyata adanya."


Seraphina merasa ragu dengan kata-kata Ananda. Dia mencoba untuk memeriksa menggunakan sihir, namun tak menemukan tanda-tanda sihir dalam diri Ananda. Perasaannya mengatakan bahwa kemungkinan besar rahasianya bisa dibongkar olehnya, karena kemampuan analisa milik Ananda hebatnya bukan main. Meski bimbang, dia mencoba memastikan sekali lagi, "Sebelum itu, bisakah Anda tunjukkan bukti kuatnya?"


Ananda tersenyum, lalu mengambil sebuah tablet dari dalam laci mejanya. Dengan beberapa ketukan pada layar tablet, rekaman video dari kamera pengawas mulai diputar. Di dalam video, terlihat Seraphina bertabrakan dengan seseorang di pertigaan lorong gedung. Percakapan mereka terdengar jelas, termasuk ancaman pelan yang diucapkan oleh pria tersebut.


Seraphina sudah tidak bisa membantah apapun dari Ananda, seluruh bukti menunjukkan kebenaran dari kegelisahannya selama ini.


"Pria itu bernama Jacob, asisten manajer dari cabang B. Dia telah beberapa kali terjerat masalah, bahkan ada rumor yang menyebutkan bahwa dia memiliki lima istri hasil dari pengancamannya. Dan sekarang, giliranmu untuk menjelaskan kepada saya ancaman apa yang dia berikan kepadamu."


"Dia mengancam saya bahwa saya harus menjadi tunangannya. Jika menolak, dia akan melaporkan manajer serta rekan-rekan saya di toko. Sebelum pergi dia juga menyebutkan bahwa dalam tiga hari, saya harus bertemu dengannya di kafe coffees."


Kemudian Ananda mengatur jadwal di tabletnya, tidak membutuhkan waktu lama pengerjaan jadwal sudah selesai.


"Baik, aku telah mengatur rapat tertutup yang hanya akan dihadiri oleh beberapa orang terpilih, termasuk ketua manajer pusat. Kita akan membahas apakah Jacob hanya akan dipecat atau harus dilaporkan lebih jauh. Untuk saat ini, kamu sebaiknya menjaga jarak dengan Jacob. Karena dia sudah memiliki target, satu jengkal pun tidak akan dilepaskannya. Apakah kamu mengerti?"

__ADS_1


Seraphina menganggukkan kepala sebagai tanda pengertian. Pertemuan mereka pun selesai. Di luar ruangan, Aldi masih menunggu hasil pertemuan tersebut. Saat Seraphina keluar, Aldi segera mendekatinya. Tanpa banyak bicara, Aldi mengantarnya pulang. Dia tak bertanya banyak hal mengenai pertemuan itu, hanya memastikan bahwa Seraphina baik-baik saja.


__ADS_2