
Itulah akhir cerita dari Safy. Dia menambahkan bahwa setelah kesepuluh orang tersebut berhasil melewati pelatihan, mereka dilantik sebagai pelayan resmi istana. Sampai saat ini, kesepuluh pelayan itu masih setia melayani istana, termasuk Safy yang masih melayani Seraphina.
Dengan demikian, Seraphina telah mengetahui rahasia sistem pelatihan para pelayan selama ini, serta peraturan yang dulunya diberlakukan oleh Raja Vinn. Ariel, tanpa banyak bicara, memberikan Seraphina sebuah gulungan sejarah peninggalan Raja Vinn. Dengan perlahan, Seraphina membuka gulungan tersebut, dan semua pertanyaannya terjawab dalam penjelasan sejarah itu. Berbagai teka-teki dalam kerajaan pun terpecahkan. Maka, Seraphina memerintahkan para bintang untuk kembali ke Kerajaan Seraphinova untuk mencari informasi lebih lanjut sesuai dengan apa yang terdapat dalam gulungan tersebut.
Para bintang pun bergegas melaksanakan tugas mereka menuju kerajaan. Ketegangan di antara Safy, Seraphina, dan Ariel pun mereda. Mereka bertiga sepakat untuk tidak memperpanjang masalah yang sudah terjadi, dan ketika suasana sudah seperti biasanya, handphone Seraphina berbunyi, menandakan ada pesan masuk.
Seraphina mengecek pesan tersebut, dan ternyata itu adalah pesan dari Aldi. Pesan itu berisi, "Phina, bagaimana kabarmu saat ini? Semoga kamu baik-baik saja."
Ekspresi Seraphina langsung tersenyum senang, wajahnya menjadi lebih ceria, dan dia menjawab pesan itu, "Kabar saya baik, Pak Manager. Terima kasih atas ucapan baiknya. Semoga Pak Manager juga dalam keadaan baik."
Kemudian Aldi membalas lagi “Phina, mumpung besok adalah hari minggu, bagaimana jika kita pergi bersama. Aku ingin harap kamu bisa menyetujuinya karena aku ingin membalas budi.”
"Tentu, saya akan datang," Seraphina membalas pesan itu.
Aldi memberikan informasi mengenai waktu dan tempat pertemuan. Dalam keterangan waktu yang ditentukan adalah pukul 8 pagi, pada hari Minggu. Selanjutnya, Aldi meminta Seraphina untuk tetap berada di rumah, sementara dia sendiri yang akan menjemputnya. Setelah itu, mereka menyelesaikan percakapan mereka melalui pesan tersebut.
Seraphina meletakkan handphone-nya di atas meja, merasa sangat senang diajak pergi bersama. Ariel dan Safy saling memandang, dan Ariel memberikan usul, "Mungkin kami bisa membantu dalam beberapa hal."
Seraphina bertanya, "Contohnya?"
__ADS_1
Ariel menjawab sambil menunjuk Safy, "Contohnya adalah..."
Safy dengan cepat menjawab, "Saya akan menyiapkan bekal makanan terlezat dari berbagai resep."
Ariel kemudian menunjuk lagi, "Lalu apa lagi?"
Safy melanjutkan, "Saya juga akan menyiapkan pakaian terbaik dari berbagai jenis. Jika itu masih belum cukup, di lemari istana masih ada satu pakaian yang Anda gunakan saat Yang Mulia Raja mengadakan pesta ulang tahun Anda yang ke-16."
Dengan santainya, Ariel menunjuk lagi, "Setelah itu, apa lagi, Safy?"
Safy berkata, "Dan... dan... saya juga akan merias Anda lebih cantik dari biasanya."
Ketika Ariel hendak menunjuk lagi, Safy berseru, "Putri Ariel! Anda hanya menunjuk saya terus, bagaimana dengan bagian Anda?"
Tiba-tiba…
“Tuk!“
Seraphina menjewer telinga Ariel, “Kamu ingin menggunakan sihir pemikat, bukan?“
__ADS_1
“Tidak.. tidak.. Aku hanya menggunakan sihir menambah kecantikan pada penampilanmu saja. Itu tidak masalah, kan. Jadi lepaskan dong“ jelas Ariel.
Seraphina pun melepaskan tangannya, “Itu namanya sihir pemikat, dasar penggila perang.“
Setelah menjawabnya, Seraphina pergi ke kamarnya untuk beristirahat. Sementara Safy dan Ariel melanjutkan obrolan mereka, meskipun telinga kanan Ariel menjadi merah akibat candaan tadi. Mereka berdua kemudian membahas rencana mereka untuk besok. Dua jam kemudian, mereka beralih untuk menonton televisi. Acara yang mereka saksikan adalah sebuah film komedi yang diperankan oleh seorang pria berbaju jas dengan mobil berwarna hijau. Tayangan itu sangat menghibur mereka, sehingga mereka terus menikmatinya hingga tiga jam berlalu. Pada saat itu, hari sudah semakin sore, sekitar pukul 5 sore. Langit mulai memancarkan cahaya oranye, tanda bahwa matahari akan terbenam, dan bintang-bintang mulai muncul di langit berawan.
Safy pun bergegas untuk memasak makanan bagi semua penghuni rumah. Namun kali ini, Safy tidak memutuskan untuk memasak dari nol, melainkan menggunakan makanan instan. Ini bukan karena dia ingin mencoba makanan resep makanan, melainkan karena dia merasa sangat lelah. Setelah menghadapi berbagai tantangan dan masalah, pikirannya merasa begitu lelah. Oleh karena itu, semangat untuk memulai sesuatu dari awal semakin merosot.
Meskipun begitu, hal ini bukanlah masalah besar, karena beberapa hari yang lalu mereka juga sudah pernah menggunakan makanan instan. Saat itu, mereka kehabisan bahan makanan lain. Maka, Safy memutuskan untuk memasak mie instan, telur, dan potongan daging beku yang sudah dilengkapi dengan bumbu. Safy memulai dengan merebus mie dalam air mendidih, lalu menggoreng telur seperti mata sapi, dan memanaskan potongan daging beserta bumbunya.
Hanya dalam 20 menit, semua makanan sudah siap untuk disajikan. Mie instan yang sudah diberi bumbu, telur sebagai pelengkap, selada segar untuk lalapan, dan potongan daging sebagai lauk utama. Safy juga tidak lupa menyeduh teh istana, minuman wajib yang harus selalu ada di istana. Setelah semuanya sudah siap, Safy pergi ke kamar Seraphina.
Dia mengetuk pintu sambil berkata, "Tuan Putri, makanan sudah siap. Mohon segera menuju ruang makan."
Kemudian, Safy pergi ke kamar Ariel yang bersebelahan. Dia juga mengetuk pintu dan berkata, "Putri Ariel, silahkan menuju ruang makan. Makanan sudah siap."
Setelah Safy kembali ke ruang makan, Seraphina dan Ariel datang bersama-sama. Mereka duduk di tempat yang mereka suka, dan mulai menikmati makan malam. Dalam suasana itu, atmosfer sudah kembali seperti semula. Sudah tidak ada lagi momen dimana keadaan hening, sekarang mereka bertiga saling berbicara mengenai banyak hal. Tidak lama kemudian, Seraphina pamit untuk kembali ke kamarnya, mengatakan bahwa dia butuh istirahat untuk besok pagi.
Ketika Seraphina sudah pergi, Safy memanggil Ariel agar mendekat kepadanya. Setelah Ariel sudah berada di dekat Safy, ia berkata "Bolehkah saya meminta bantuan Putri Ariel untuk mempersiapkan segala kebutuhan Tuan Putri besok?"
__ADS_1
“Tentu saja boleh, aku akan membantu dengan sihir. Tapi kali ini biarkan aku yang memasak, begini-begini diriku selalu masuk juara 3 besar saat kerajaan api mengadakan lomba memasak untuk Raja.“ jawab Ariel tanpa ragu.
Safy setuju dengan permintaan Ariel tersebut, dan mereka berdua tetap terjaga hingga larut malam untuk mempersiapkan semuanya dengan baik. Mereka berdua sangat antusias menantikan kelanjutan hubungan Seraphina. Ketika waktu telah menunjukkan pukul 2 pagi, Safy akhirnya tidur dalam naungan sihir Ariel. Sementara Ariel sendiri tidak tidur, karena dia bisa memanipulasi dirinya sendiri termasuk tidak perlu tidur semalaman.