Putri Seraphina

Putri Seraphina
CHAPTER 36


__ADS_3

Ketika sudah selesai mengeksekusi banyak pengawal, Safy berpindah ke dalam kafe. Dia berdiri bersandar di dinding, posisinya paling ujung belakang. Saat masih mengamati target, Safy merasakan telapak tangannya terasa dingin. Tebakannya dari rasa dingin tersebut bukanlah air, dan benar saja. Rasa dingin memenuhi tangannya itu adalah bekas darah saat ia beraksi sebelumnya.  Dengan tenang, Safy memanggil kembali lebah magis yang telah ia gunakan sebelumnya dengan bantuan kertas sihir. Dia memerintahkan lebah itu untuk membersihkan darah yang masih menempel di sarung tangannya. Dengan lebah itu hinggap di telapak tangannya, lebah tersebut menghisap setiap tetes darah dengan lembut.


Beberapa menit kemudian, sarung tangan Safy sudah benar-benar kering. Kemudian, lebah magis itu kembali ke dalam kertas sihir. Safy tetap waspada, memantau setiap orang di dalam kafe, terutama Jacob.


Jacob tidak tahu bahwa pengawalnya yang berada di luar sudah tidak ada. Hanya satu pengawal yang bertugas sebagai sopir yang masih bertahan. Pengawal-pengawal di dalam kafe tetap berjaga-jaga, bergerak di sekitar dan berpatroli di lantai atas. Mereka tidak menyadari keberadaan Safy yang selalu mengawasi setiap pergerakan mereka, serta Ariel yang memantau dari jarak jauh melalui lilin yang dinyalakan.


Tiga puluh menit kemudian, Seraphina tiba di kafe. Salah satu pelayan memberitahu bahwa seseorang telah memesan tempat untuknya, jadi Seraphina diantar menuju ke meja yang telah disiapkan. Di sana, Jacob menunggu dengan empat pengawal berpakaian jas hitam. Salah satu dari pengawal itu membantu menyiapkan kursi untuk Seraphina, lalu mengundangnya untuk duduk.


Ketika Seraphina sudah duduk, Jacob menyandarkan tangannya di meja. "Bagaimana kabarmu hari ini, Phina?"


"Baik," jawab Seraphina dengan ekspresi yang agak kesal.


"Tidak perlu cemberut padaku, perjanjian tetaplah perjanjian. Tapi agar kamu merasa senang, aku punya hadiah kecil untukmu."


Jacob mengambil sesuatu dari dalam kantongnya dan meletakkannya di atas meja. Itu adalah sebuah kotak berbentuk hati yang dilapisi emas dan permata. Ketika kotak itu dibuka, terlihat sebuah cincin emas murni dengan hiasan berlian kristal. Nama 'Seraphina' terukir di dalam cincin dengan gaya tulisan tegak bersambung. Jacob juga menambahkan selembar cek senilai dua ratus miliar dan sebuah mobil mewah.


"Semua ini hanya untukmu," ucap Jacob dengan suara penuh perhatian. "Tidak ada yang lain yang akan kuberikan hadiah seberharga ini. Wajahmu seperti bidadari, rambut dan kulitmu sempurna. Jadi, maukah kamu menerima pemberianku ini? Jadilah istriku, dan kekayaanmu akan tak terhingga."


Seraphina tidak merespons kata-kata Jacob, dia lebih memilih untuk tetap diam dan mengalihkan pandangannya. Jacob terus memberikan pujian dan berbicara panjang lebar tentang kekayaannya, yang semakin menambah kekesalannya.


Dari situ Safy mulai geram mendengarkan segala pujian yang diutarakan Jacob di depan Seraphina, kesombongan akan kekayaan turut serta mempermanis perkataannya. Safy tetap bertahan dalam posisinya meski kedua tangan sudah siap memegang belati. Setelah percakapan yang panjang, Jacob akhirnya bertanya, "Jadi, bagaimana tanggapanmu, Phina?"

__ADS_1


"Tidak!" Seraphina menjawab dengan tegas. "Kekayaanmu mungkin besar, tapi aku tetap menolak untuk menjadi istrimu. Perjanjian kita sudah selesai."


Ketika Seraphina mencoba berdiri, salah satu pengawal menahannya dan memaksanya untuk duduk kembali. Jacob mengambil tabletnya dan menunjukkan padanya, "Apakah kamu yakin ingin menolak? Silakan, asalkan kamu bersedia menerima konsekuensinya. Semua rekanmu akan dipenjara, tetapi kamu tetap akan menjadi istriku sesuai dengan perjanjian yang telah kita tandatangani." Jacob menunjukkan surat resmi perjanjian tersebut, dengan tanda tangan Seraphina yang sudah tertera pada meterainya.


Tatapan Seraphina berubah menjadi marah. Ia tidak pernah, sekalipun, menandatangani apapun kecuali saat membuat kartu di kantor pusat. Dengan amarah memuncak, ia hendak merebut kertas tersebut, namun pengawal sebelumnya menggenggam tangannya dengan kuat.


Tiba-tiba...


"Plak!"


Jacob menampar pipi Seraphina dengan cukup keras sehingga pipinya memerah. "Dasar calon istri yang tak tahu berterimakasih! Sudah kuberi hadiah mewah ini, tapi sekarang malah membangkang dengan calon suamimu! Mau atau tidak, suka atau tidak suka, kamu akan menjadi milikku!"


(Inilah pertama kali Seraphina berhadapan langsung dengan sesama manusia, sebelumnya dia selalu berhadapan langsung dengan monster ganas. Namun, meski kekuatannya begitu hebat dan luar biasa, sekalipun tidak pernah dia melukai orang lain.)


Safy telah mengonfirmasi bahwa Seraphina terluka akibat tamparan keras tersebut. Dia sudah memiliki rencana untuk eksekusi, tetapi suara para bintang melarangnya melakukannya sekarang. Saat ini bukan waktu yang tepat. Oleh karena itu, Safy tetap berusaha menjaga kesabaran dan menahan amarahnya.


Jacob memanggil Seraphina lagi, namun Seraphina menolak untuk menoleh. Dalam keadaan emosi, Jacob sangat kesal karena merasa dihina. Dia mengulurkan tangannya untuk menamparnya sekali lagi.


Dan...


"Gubrak!"

__ADS_1


Pintu kaca depan kafe pecah karena ditendang dengan sangat keras. Aldi telah tiba, dan setelah melihat Seraphina ditampar, dia marah dan masuk ke dalam kafe. Ditemani petugas keamanannya, Aldi segera mengamankan Jacob. Para pengawalnya tidak melakukan perlawanan, sementara Aldi mendekati Jacob dan memukulnya dengan keras hingga dia terjatuh dari kursi.


"Ini belum selesai," kata Jacob, "Kamu tidak bisa menangkapku begitu saja."


Setelah itu, Jacob diberitahu bahwa pengawal yang berada di luar sudah tidak dapat dihubungi. Maka, dia memerintahkan para pengawalnya untuk melanjutkan rencana kedua.


Ketika petugas yang bersama Aldi berusaha mengamankan mereka semua, para pengawal tiba-tiba menyerang. Seraphina diculik oleh Jacob bersama pengawalnya yang memiliki keterampilan khusus. Safy tetap terus mengikuti mereka secara diam-diam.


Setelah mereka berada di dalam mobil, pengawal khusus tersebut menyemprotkan asap beracun yang membuat Seraphina segera kehilangan kesadaran. Para bintang yang bersamanya meminta tolong kepada Safy supaya memberi pertolongan di pertengahan jalan, dengan perintah tersebut Safy tetap bergerak mengikuti mobil itu pergi.


Mereka akhirnya tiba di jalan raya yang sepi, dikelilingi oleh pepohonan yang membuat suasana semakin sunyi. Dari dalam mobil, para bintang memberikan informasi kepada Safy bahwa Jacob akan membawa Seraphina ke sebuah rumah rahasia di dalam hutan. Mereka berteriak menggunakan bahasa magis yang memungkinkan Safy mendengarnya, "Selamatkan Tuan Putri! Selamatkan Tuan Putri!"


Setelah mendengar kode pertolongan, Safy mengeluarkan lebah magisnya dari kertas. Kemudian, antena lebah mengirimkan sinyal kepada Ariel untuk segera membantu. Ariel muncul seketika di samping Safy.


“Apakah sekarang waktunya beraksi?“


Safy menjawab, “Iya, lakukan sekarang.“


“Baik, dengan senang hati akan kulakukan.“


Ariel mengirimkan sihir gravitasi ke mobil yang dikendarai Jacob bersama pengawalnya, menekan mobil itu sehingga beratnya hampir seperti satu ton. Mesin mobil bekerja terlalu keras, roda-roda mobil meletus, dan akhirnya mesin mati. Enam pengawal berusaha memeriksa kerusakan mobil, tetapi saat melihat Ariel datang dari ujung jalan dengan api membakar jalannya, mereka tahu bahwa sesuatu yang mengerikan akan terjadi.

__ADS_1


__ADS_2