
Para pengawal yang melihat kehadiran Ariel merasa ketakutan, kemudian mereka berbalik arah, namun jalan ke arah barat tampak Safy berdiri sambil memegang kedua belati. Dari dalam mobil, Jacob melihat apa yang sedang terjadi. Dia memberi perintah kepada pengawalnya untuk melindunginya dengan sebuah janji, bahwa ia akan memberikan upah sepuluh kali lipat dari gaji awal. Dengan begitu, enam orang pengawal membagi tugas, tiga orang ke arah barat dan tiga orang sisanya ke arah timur. Senjata api beserta pisau militer dibawa sebagai senjata, ketika mereka merapikan dasi dan jas, keenam orang maju bersama dengan cepat.
Kemampuan mereka yang profesional membuat strategi untuk pertempuran ini menjadi lebih aman, beberapa diantaranya bersembunyi di balik pohon sementara salah satunya maju sambil bergerak zig zag. Safy memegang erat kedua belatinya, lalu dia juga maju menyerang. Keduanya saling menebas menggunakan senjata tajam, pisau dan belati itu berbenturan dengan keras. Menyebabkan percikan api dari gesekan bilah besi tajam, dan secara cepat, pengawal itu mengambil pisau kedua di pinggangnya.
Safy pun menahan serangan kedua menggunakan belati yang ada pada tangan kirinya, sehingga percikan api keluar dari gesekan keduanya. Pertempuran itu berlangsung sengit, mereka saling menyerang kemudian bertahan. Tapi dua orang yang bersembunyi di balik pohon menampakan diri, mereka membidikkan senjata api dan menembak. Melihat penyerangan menuju kepadanya, Safy segera melompat kemudian berputar. Peluru yang meluncur dengan cepat nyaris mengenai rambut serta pinggangnya, setelah peluru itu sudah melewatinya Safy bergerak ke bawah lalu berputar secara vertikal, kakinya menendang pergelangan kaki dari pengawal di depannya sehingga membuatnya jatuh. Dengan cepat, belati yang ada pada tangan kirinya dilemparkan ke arah penembak. Kecepatan belati semakin cepat karena dipengaruhi oleh angin, maka dalam waktu 0,8 detik satu pengawal di balik pohon langsung gugur. Dilanjutkan pula belati pada tangan kanan nya di lemparkan, namun sayangnya pengawal tersebut sudah bersembunyi dibalik pohon sehingga belati itu hanya tertancap ke batang pohon.
Tidak berhenti disitu, Safy meraih kedua tangan pengawal yang terjatuh di bawah. Dia segera merentangkannya kemudian kedua kakinya di disilangkan di antara leher, dengan kekuatan penuh teknik itu mengunci secara kuat. Perlawanan sempat dilakukan, namun tangannya sudah dikunci oleh Safy pada bagian siku. Akibat penguncian yang mematikan ini, pernapasan mereka perlahan terhenti.
Kemudian, pengawal yang bersembunyi di balik pohon muncul, mengarahkan senjata api tepat ke kepala Safy.
"Dor!"
Timah panas keluar dari ujung pistol meluncur cepat, maka Safy melepaskan kedua tangan pengawal tersebut. Kemudian dia juga melepaskan kedua kakinya, setelah itu ia menghindar. Tidak berhenti sampai disitu, timah panas kembali ditembakan.
“Dor!“
__ADS_1
Dengan cepat, Safy mendorong keras pengawal yang masih lemah akibat pernapasannya yang terhenti. Dorongan kakinya sangat kuat sehingga pengawal itu terpental ke depan, dan tembakan mengenai kepalanya dan langsung menewaskannya. Sekarang dua pengawal sudah gugur.
Melihat rekannya yang sudah tidak bernyawa, pengawal itu dengan panik mengganti magazine pistolnya yang kosong dengan yang baru. Dalam keadaan panik, dia menembakan secara brutal. Tembakan demi tembakan tanpa jeda dilakukan secara cepat. Dalam situasi ini, Safy sudah siap untuk bertahan. Ia menyiapkan kedua belatinya dan...
"Slash! Slash!"
Setiap peluru yang menuju ke arahnya ditangkis dengan cermat menggunakan kedua belatinya. Dua belas kali percikan api memancar dari peluru yang terbelah menjadi dua. Karena semua tembakan berhasil ditangkis, pengawal itu segera mengganti magazine pistolnya lagi. Kemudian ia menembakan dengan penuh kepanikan, tapi semuanya sia-sia. Safy telah berhasil menangkis semua tanpa ada kesulitan, lalu dengan langkah perlahan, Safy mendekati musuhnya.
Kepanikan semakin membebani tubuh pengawal tersebut, tetapi dia tetap melanjutkan tembakan tanpa henti. Safy dengan tenang mampu menghadapinya, terus menangkis serangan sambil maju. Sekarang pengawal itu menyadari bahwa tidak ada peluang bagi kemenangan karena kesenjangan kemampuan mereka terlalu besar. Dia menurunkan senjatanya dan mengangkat kedua tangannya dengan penuh ketakutan.
"Slash!"
Safy melakukan serangan terakhir yang membuat pengawal itu langsung gugur. "Sebagai penghormatan karena kamu menyerah, aku akan memberikanmu kematian tanpa rasa sakit."
Semua musuh di hadapan Safy telah dieliminasi. Di tempat lain, Ariel juga telah berhasil mengatasi ketiga pengawal yang dia hadapi. Sementara di dalam mobil, Jacob melihat dengan putus asa bahwa keenam pengawalnya telah dikalahkan dalam pertarungan mematikan itu. Sekarang, dia berada sendirian di dalam mobil, tetapi pikiran gila muncul di benaknya. Melihat Seraphina yang masih tak sadarkan diri, dia mengambil pistol dari tas salah satu pengawalnya dan mengarahkannya ke kepala Seraphina.
__ADS_1
Namun, sebelum dia bisa menarik pelatuknya, para bintang mendorongnya keluar dari mobil. Pintu mobil tersebut rusak akibat sihir para bintang, dan Jacob terguling di jalan. Pistolnya jatuh tidak jauh dari tempat ia terguling, dan dengan niat jahatnya, Jacob tetap berusaha meraihnya. Setelah berhasil mendapatkannya, sekali lagi dia mengarahkan pistol tersebut ke arah Seraphina.
Tapi Safy menendangnya dengan kuat hingga terjatuh ke tepi jalan. Safy mendekati pistol yang berjarak tidak jauh dari mobil, dan dengan sekuat tenaga, pistol itu dihancurkan berkeping-keping menggunakan belati. Amunisi di dalam magazine hancur total, bahkan ada yang meletus akibat gesekan antara bilah belati dan logam peluru. Di sana, Jacob berhasil bangkit, ia tetap tidak menyerah. Sekarang sebuah pistol rakitan berada di tangannya, dan saat mata Safy langsung tertuju padanya. Kali ini, dia mengambil tiga jarum beracun, lalu melemparkannya.
Jarum pertama mengenai lengan kanannya, membuat otot di tangannya mati rasa. Jarum kedua mengenai kaki sebelah kanannya, membuat kakinya lumpuh. Dan jarum yang terakhir tidak dilemparkan, Safy merasa Jacob sudah tidak mampu menyerang.
Di sisi lain, Ariel mencoba menolong Seraphina dari pengaruh obat bius itu. Dia menggunakan sihir apinya untuk menghilangkan kandungan bius di dalam syarafnya, kemudian menggunakan sihir pemulihan. Tidak lama Seraphina siuman, para bintang turut berkumpul di sekitarnya.
"Di mana aku sekarang?" tanya Seraphina dengan wajah bingung.
"Sekarang kamu berada di dalam mobil bersamaku. Tidak ada yang perlu kamu khawatirkan," kata Ariel sambil memeluknya.
Di tengah pertemuan mereka, tampak dari arah timur mobil Aldi melaju kencang, lalu berhenti di belakang mobil Jacob. Dengan penuh rasa khawatir, Aldi segera memeriksa keadaan Seraphina, dan setelah mengetahui keadaanya baik-baik saja ia memeluknya.
"Maafkan aku telah membuatmu mengalami hal yang mengerikan seperti ini, tapi aku merasa lega kamu tidak terluka berat," ujar Aldi dengan rasa bersalah.
__ADS_1
Disitu Aldi tetap memeluk Seraphina, dia sangat merasa bersalah karena kelalaiannya sebagai manajer. Ariel tetap mendampingi mereka, sembari memberikan sihir penyembuhan secara diam-diam.