
Aldi melepaskan topinya, lalu dia menjawab, “Aku sudah tidak sabar untuk bepergian denganmu.”
“Saya mengerti, Pak manajer.“
Mendengar itu, Aldi langsung merespons, “Phina, kamu ingat perkataanku di hari pertamamu bekerja? Kalau panggilan 'Pak Manajer' itu digunakan saat di kawasan kerja, dan ketika kita berada di luar pekerjaan, panggil saja aku Aldi, seperti biasanya, tidak perlu terlalu formal."
"Baik, Aldi," ucap Seraphina dengan tersenyum ringan. "Mulai hari ini pasti akan kuingat itu."
"Harus diingat, karena itu sangat penting. Oke?"
Safy kemudian menawarkan roti dan teh herbal kepada Aldi yang ada di atas nampan. Belum sempat diminum, aroma harum dari teh tersebut memancing rasa haus dari tenggorokan. Maka, Aldi meminumnya dari cangkir yang telah disiapkan. Seperti biasa, rasanya begitu nikmat sehingga membuatnya betah berada di rumah Seraphina. Mereka pun melanjutkan perbincangan, membahas berbagai hal yang terlintas di pikiran. Hingga akhirnya, pukul setengah delapan tiba, dan saatnya mereka berangkat liburan.
Tetapi, sebelum keduanya hendak keluar rumah, Ariel tiba-tiba berteriak, “Tunggu, Seraphina!”
Seraphina berhenti, dan Ariel mendekatinya dengan membawa tas rajutan benang wol. “Bawalah ini bersamamu, tapi jangan buka di sini. Karena aku telah membuatnya dengan susah payah, jadi pastikan kamu makan, ya?”
Setelah berkata demikian, Ariel bergegas menuju ke halaman belakang. Seraphina mencium aroma yang sangat enak dari dalam tas tersebut, tetapi dia tidak membukanya dan masuk ke dalam mobil. Sementara Aldi mempersiapkan diri untuk menyalakan mesin mobil, Safy membuka gerbang depan. Kemudian, mobil berjalan keluar, lalu berhenti di depan Safy.
“Aku pergi dulu, Safy. Tolong jaga rumah dan Ariel,” ujar Seraphina dari dalam mobil.
Safy menjawab dengan hormat, membungkuk, dan menempatkan tangan kanannya di lengan kirinya. “Selamat bersenang-senang, Tuan Putri.”
__ADS_1
Namun, Seraphina kaget mendengar ucapan tersebut. Aldi pun mengendarai mobilnya keluar dari halaman rumah, dan perjalanan mereka dimulai. Tidak disangka, saat berhenti di lampu merah, Aldi bertanya, “Phina, mengapa Safy bersikap sangat sopan seperti tata krama zaman kekaisaran Eropa? Dan tadi aku sempat mendengar dia memanggilmu 'Tuan Putri'. Sangat unik.”
“Ah.. Mungkin Safy terlalu banyak menonton film, jadi tontonan itu menular dunia nyata,” Seraphina berusaha untuk mengelak.
Aldi tertawa keras, “Tapi memanggilmu dengan sebutan ‘Tuan Putri’ sangat menarik. Apakah mungkin kalian ini berasal dari dunia lain? Bercanda.”
Kemudian Aldi melanjutkan tawanya, sementara Seraphina terdiam mematung. Dia tidak menyangka tebakan tersebut benar-benar tepat. Tapi, di dalam hatinya, ia berbicara, “Sudah kuduga, insting Aldi sangat tajam. Lain kali hal seperti ini tidak boleh terjadi lagi.”
Tiba-tiba Aldi memasuki kawasan perbelanjaan, dan ia memarkirkan mobilnya di basement. Tempat parkir yang dipilihnya berada agak ujung, namun tidak terlalu jauh dari pintu keluar. Setelah selesai, Aldi keluar dari mobil dan berjalan menuju pintu sisi Seraphina.
“Mari kita jalan-jalan di sini. Mungkin kamu belum pernah melihat tempat ini sebelumnya,” kata Aldi kepadanya.
Aldi membawa Seraphina ke sebuah gedung, di mana cahaya lampu iklan menampilkan video menarik yang berhasil menarik minat pembeli. Akhirnya, mereka memasuki gedung tersebut, dan di dalamnya, pemandangan ramai dengan banyak pembeli, berbagai toko di setiap sudut, dan fasilitas mewah yang tersedia langsung terbuka di hadapan mereka.
Ini adalah kali pertama Seraphina melihat tempat semegah ini, hampir membuatnya lupa untuk berkedip. Aldi kemudian menuntunnya menuju lift.
"Kita mau kemana?" tanya Seraphina.
Aldi terus menuntunnya sambil menjawab, "Nanti kamu akan tahu sendiri."
Ketika mereka sampai di dalam lift, beberapa orang lain juga masuk ke dalamnya. Setelah beberapa saat, mereka tiba di lantai empat. Pemandangan di sini berbeda dari lantai pertama, dengan berbagai toko yang menawarkan produk pakaian, kecantikan, dan aksesoris yang tersebar di seluruh tempat tersebut.
__ADS_1
"Sebagai manajer yang baik, aku akan membelikanmu pakaian kerja yang baru. Karena hasil dari usulan rapat mengatakan bahwa Seraphina akan dinaikkan menjadi wakil manajer cabang bulan depan" kata Aldi.
“Aku hanya mengatakan sesuai fakta sebenarnya, tidak lebih dari itu. Tapi mengapa bisa sampai naik jabatan?“
Aldi berhenti sejenak. "Yang mengusulkanmu sebagai wakil manajer cabang adalah Wakil Manajer Pusat, Ananda Putri Bulan. Kau harus tahu, dia adalah orang yang paling berpengaruh. Tidak hanya dalam lingkungan perusahaan Almart, tetapi juga di seluruh kota ini. Koneksinya dengan banyak orang sangat luas, ditambah lagi dia adalah mantan psikiater malah lebih mengerikan dalam mengetahui seluk beluk seseorang.“
Seraphina tertawa keras mendengar Aldi yang tampak takut pada Ananda. Ini adalah pertama kalinya dia melihat Aldi dengan wajah yang tidak selalu keren. Namun, itu membuatnya merasa lebih nyaman, dan pembicaraan mereka menjadi lebih menyenangkan karena Aldi menunjukkan sifat tak terduga.
Sementara mereka masih bercanda, seorang wanita mendekati mereka. Dia menyapa Aldi dengan ramah, "Selamat pagi, Pak Aldi. Tumben datang ke area ini; ini adalah tempat khusus perlengkapan perempuan."
Aldi menjawab, "Tentu saja, aku sudah tahu itu. Tapi kedatanganku kesini bukan hanya untuk melihat-lihat. Ada seseorang yang ingin kucantikkan lagi. Apakah kamu bisa memberikan rekomendasi?"
Dengan penuh keramahan, wanita itu menatap Seraphina. "Selamat pagi, Kak. Saya adalah pegawai dari toko baju, Diamond. Ini adalah tempat yang sangat diminati oleh para wanita. Karena Pak Aldi sudah memberikan perintah, saya akan memberikan pelayanan terbaik."
Lalu, dia melanjutkan, "Pertama-tama, mari kita lihat pakaian mana yang cocok untuk anda. Meskipun seharusnya semua pakaian pasti cocok karena wajah anda sudah cantik."
Wanita itu kemudian menggandeng Seraphina, sementara Aldi mengikuti mereka dari belakang. Setelah beberapa saat berjalan, mereka sampai di depan toko bernama 'Diamond'. Dari luar saja, toko ini tampak sangat mewah, dan saat mereka masuk, aroma parfum terkenal memenuhi seluruh ruangan. Beberapa wanita yang sedang memilih parfum melihat pegawai toko berjalan bersama Seraphina. Mereka memberikan tepuk tangan singkat dan melanjutkan memilih parfum kembali.
(Di toko 'Diamond', ada banyak hal yang dianggap istimewa, terutama bagi mereka yang diantar langsung oleh pegawai atau pihak toko dalam memberikan rekomendasi. Ini mungkin tampak sepele, tetapi ketika pegawai memberikan rekomendasi, pelanggan diberikan hak istimewa untuk masuk dalam daftar tamu VIP. Itulah sebabnya para wanita memberikan tepuk tangan sebagai bentuk penghormatan.)
Namun, saat Aldi mengikuti Seraphina dari belakang, para wanita yang sedang memilih parfum itu langsung terpesona oleh ketampanan Aldi. Semua mata tertuju pada pasangan tersebut, seolah-olah mereka sedang menonton adegan romantis dari sebuah film seperti "Si Tampan dan Si Cantik", di mana seorang pria tampan bersama kekasihnya yang cantik dan jelita.
__ADS_1