
Mengetahui semuanya sudah kacau balau, Ratu Sera memanggil beberapa prajurit dari kerajaan Seraphinova. Melalui gerakan jarinya, lima prajurit, termasuk dua wanita, muncul melalui portal. Ratu Sera memberi perintah kepada mereka untuk membawa Seraphina beserta yang lainnya ke kamar, dan dengan segera, para prajurit melaksanakan tugas mereka.
Salah satu prajurit pria berpostur besar membawa Safy masuk ke dalam rumah, diikuti oleh prajurit pria lain yang membawa Ariel. Sementara itu, tiga prajurit lain, termasuk dua prajurit wanita, membawa Seraphina dengan penuh hati-hati. Semua prajurit itu sudah memiliki pengetahuan dasar dari rumah yang ditinggali Seraphina dan lainnya, sehingga tidak perlu mencari-cari ruangan. Para prajurit langsung menuju lantai atas. Safy dan Ariel diletakkan di ruangan yang sama, sementara Seraphina di kamar sendiri, dijaga oleh tiga prajurit elit kerajaan.
Setelah Seraphina dan lainnya berada di ruangan masing-masing, Ratu Sera tetap berada di luar. Ia melihat seluruh pekarangan rumah hancur lebur, jalanan aspal retak seperti diterjang gempa dahsyat. Pagar besi modern meleleh seperti plastik yang terkena api, dan kaca serta dinding hancur berantakan.
Ratu Sera menggunakan sihir kilas balik waktu untuk melihat kembali kejadian pertempuran. Pertarungan singkat antara kedua putri kerajaan sangat hebat, meskipun sebenarnya Ariel tidak serius melawan. Ratu Sera kemudian melihat ke arah langit, disana dia juga melihat pertarungan di atas awan. Karena bumi sudah sangat memprihatinkan terutama dalam pemanasan global, membuat kekuatan api makin berkuasa. Tapi lagi-lagi, Ariel hanya murni menggunakan pedangnya saja.
Dengan suara pelan, Ratu Sera berkata, "Seandainya Ariel menggunakan kekuatan roh Phoenix miliknya, pasti kemenangan ada padanya. Mengingat dunia ini semakin memanas, elemen api dapat berkuasa semudah membalikkan telapak tangan."
Sesudah melihat kejadian sebenarnya melalui sihir kilas balik, sekarang Ratu Sera mengembalikan semua kekacauan itu seperti sedia kala. Kekuatan bintang memancar turun ke tempat yang sudah rusak, dan secara ajaib rerumputan di halaman rumah tumbuh cepat. Kaca dan dinding yang hancur kini kembali utuh, lelehan pagar besi bergerak membentuk struktur semula, serta jalan aspal yang sudah retak parah bergerak merekat kembali menjadikannya sama seperti baru. Akhirnya pemandangan di sekitarnya sudah kembali normal, Ratu Sera mengamati sudah tidak ada bekas kekacauan lagi.
__ADS_1
Ketika hendak masuk ke dalam rumah, Ratu Sera menyadari beberapa orang di sekitarnya mengetahui kejadian tersebut. Seorang di antaranya bahkan merekam pertempuran dari awal hingga akhir. Ratu Sera tidak senang melihat hal tersebut, sehingga ia menggunakan sedikit kekuatan bintang. Kilap bintang naik sampai ketinggian sekitar 100 meter sebelum meledak menjadi serbuk cahaya yang menyebar ke seluruh rumah di mana pertempuran terjadi. Serbuk cahaya menghapus ingatan makhluk hidup terhadap kejadian itu, termasuk foto atau video yang ada.
Ratu Sera yakin tidak ada orang yang mengetahui selain mereka yang berada dalam lingkaran, sehingga ia melanjutkan menuju ke dalam rumah. Saat pertama kali menuju lantai atas, Ratu Sera memeriksa keadaan Ariel dan Safy. Ariel masih dalam keadaan tidak sadar, dan lukanya belum tertutup sepenuhnya. Sementara Safy sudah membaik, meskipun ia masih tidak sadarkan diri. Karena keduanya terluka parah dan Ariel sekarat, Ratu Sera mendekat ke tempat tidur.
"Beri aku ruang, pengawal," kata Ratu Sera kepada kedua prajurit.
Dengan tegas, mereka menjawab, "Dimengerti, Yang Mulia Ratu." Lalu kedua prajurit yang berjaga sedikit menjauh dari tempatnya semula.
Kemudian, Ratu Sera menggenggam tangan Safy. Cahaya muncul mengalir ke tangan sampai ke seluruh tubuh, prosesnya sedikit lama. Hingga akhirnya cahaya menghilang, lalu Ratu Sera mencoba menggerakan tangan Safy. Dari yang awalnya kaku dan tidak bisa digerakkan, sekarang sudah kembali normal. Dengan begitu, penyembuhan dari sihir pengekang berhasil. Selanjutnya, Ratu Sera melihat ke arah Ariel, dia sedikit terkejut melihat keadaannya.
Lalu Ratu Sera mengambil benda sihir dari penyimpanan sihir, itu adalah sisik ratu duyung dari kerajaan laut.
__ADS_1
(Sisik ratu duyung merupakan sebuah sisik asli dari ekor penguasa kerajaan laut. Benda yang disebut sisik tersebut masuk dalam kategori barang paling langka, dan hanya dimiliki oleh keturunan kerajaan laut. Karena hanya satu sisik saja bisa menyembuhkan ratusan ribu orang, tapi mendapatkan sisik ratu duyung tidaklah mudah. Mereka yang ingin mendapatkan satu sisik harus mengalahkan ratu duyung terlebih dahulu, baru dapat satu sisik. Namun, Seraphinova telah menjadi pemimpin aliansi, maka setiap tahun pasti kerajaan laut mengirim beberapa sisik ratu duyung sebagai hadiah diplomasi.)
Ratu Sera meletakkan sisik tersebut di telapak tangan Ariel, sehingga secara ajaib sisik itu masuk ke dalam daging. Secara perlahan kondisinya semakin membaik, sampai luka dalam akibat ledakan energi sudah tertutup. Ratu Sera mendapati keduanya telah membaik, dia pun pergi ke kamar Seraphina yang berada di sebelah. Saat melangkah masuk ke dalam, para pengawal yang ada di dalam memberikan ruang kepadanya. Ratu Sera mendekati Seraphina, sampai berada di dekatnya, ia memperhatikan terus wajah putrinya itu. Dengan tangannya yang lembut, Ratu Sera membelai kepala Seraphina kemudian menyentuh pipinya.
Sambil terus mengusap kepala, ia berkata, "Oh, putriku. Kenapa bisa sampai seperti ini. Apakah semua ini karena anak muda itu?"
Lalu Ratu Sera mencium kening Seraphina, dengan begitu kekuatan sihir penyembuhan lebih besar mengalir deras pada darah. Roh cahaya yang menguasai badan Seraphina perlahan padam di dalam sihir besar tersebut.
Ratu Sera berlutut di samping tempat tidur, ia tidak henti-hentinya mengusap kepala Seraphina, "Ibu akan terus melakukan yang terbaik demi kamu, putriku tersayang. Asalkan jangan sampai terluka seperti ini... Hati ibu serasa hancur melihat putrinya lemah tak berdaya," ucap Ratu Sera sambil menangis.
Air matanya menetes di telapak tangan Seraphina, Ratu Sera menundukkan kepalanya. Ia tidak bisa menahan rasa sedihnya melihat putrinya kehilangan kendali sampai hampir kehilangan sisi kemanusiaan. Berkali-kali ia mencium tangan Seraphina, membelai rambutnya, dan mengusap pipinya.
__ADS_1
Para prajurit yang berada di dalam ruangan, tidak membawa apapun untuk membantu. Hingga mereka melihat tisu di dekat cermin. Maka salah satu prajurit wanita mengambil tisu tersebut dan memberikannya kepada Ratu Sera seraya berkata, "Yang Mulia Ratu, silahkan gunakan sebagai pengganti saputangan."
Setelah diberikan tisu, Ratu Sera dapat meredam kesedihannya. Dia membersihkan air matanya, tapi saat masih membersihkan air matanya. Seraphina menggenggam tangan dan berkata, "Ibu?"