
Kini makan malam sudah siap, Sup menjadi hidangan pembuka, diikuti oleh steak salmon sebagai hidangan utama, dan terakhir es krim. Kemudian Safy melirik jam, yang menunjukkan pukul 16:30 sore. Meskipun waktu makan malam baru akan tiba pada pukul 19:00, Safy memiliki rencana untuk mengisi waktu dengan menonton televisi di ruang keluarga. Ketika dia menemukan acara favoritnya di saluran favoritnya, kartun yang ia sukai baru saja dimulai. Dengan penuh semangat, Safy duduk di sofa, hatinya sangat senang oleh animasi dua dimensi yang mengisahkan kucing dan tikus, dua karakter yang seringkali berkelahi namun kadang juga bersahabat. Di momen lucu, Safy tak kuasa menahan tawanya, sedangkan di momen sedih, ia merasa kasihan. Begitulah perasaan Safy ketika menikmati tayangan kartun tersebut.
Di sisi lain, Seraphina juga tengah sibuk menggeluti koleksi buku novel dan komiknya. Sayangnya, novel kesukaannya baru saja tamat, dan untuk musim selanjutnya, ia tidak memiliki salinan. Rasa frustrasinya muncul, dan semakin bertambah ketika mengetahui bahwa stok buku itu telah habis di toko online. Berbagai komentar mengungkapkan bahwa buku tersebut merupakan karya langka. Sang penulis telah berhenti menerbitkan bukunya yang berjudul "Putri Kerajaan Sedang Jatuh Cinta" karena telah beralih profesi. Seraphina merasa bingung dan frustrasi, tidak tahu lagi di mana ia bisa menemukan kelanjutan cerita buku novel kesayangannya.
“Aduh, bagaimana ini? Tidak ada yang menjualnya di toko online mana pun. Ironisnya, bukan hanya aku yang mencarinya, tapi juga banyak orang lain. Buku ini memiliki empat musim dan yang kubaca sekarang baru musim pertamanya. Sial!” Seraphina terus mengungkapkan kekesalannya dengan kata-kata.
Meskipun para bintang berusaha memberikan saran, semuanya ditolak olehnya. Setelah satu jam berlalu, perasaan frustasi Seraphina mulai mereda. Dia keluar dari kamarnya menuju lantai bawah, dan di sana, Safy terlihat tengah asyik menonton televisi.
"Safy, sedang menonton apa?" tanya Seraphina sambil mendekatinya.
Safy menoleh, "Oh, Tuan Putri. Saya tengah menikmati kartun lucu, apakah Anda ingin bergabung?"
Seraphina duduk di samping Safy, mencoba mengikuti tayangan kartun tersebut. Dalam tayangan itu, terdapat karakter kucing dan tikus. Si kucing muncul bersama teman-temannya, tetapi dia merasa mengantuk ketika tiba di rumahnya. Si kucing naik melalui jendela dan segera tertidur. Teriakan majikannya membangunkannya dan dia berdiri tegak. disitu Seraphina bertanya, "Safy, apakah kucing bisa berdiri dengan dua kaki?"
__ADS_1
Safy menjawab, "Mungkin bisa, meskipun dalam dunia nyata, saya tidak yakin."
Kemudian, Mereka melanjutkan menonton. Kucing dalam cerita tersebut diperintahkan oleh majikannya untuk berjaga-jaga karena ada tikus di rumah. Meski mata sang kucing sangat mengantuk, ia tetap mencoba menjaga. Namun, setiap kali bertemu dengan tikus, ia justru tertidur karena terjebak dalam berbagai situasi. Dalam momen-momen tertentu, dia tertidur dengan sangat nyenyak hingga terdengar dengkuran keras. Ketika pemiliknya marah-marah, kucing itu terbangun dan berdiri tegak. Beberapa kali hal ini terjadi sampai akhirnya kucing itu memutuskan untuk minum kopi dalam jumlah besar agar tetap terjaga. Namun, meskipun perutnya penuh oleh kopi, matanya semakin mengantuk daripada sebelumnya.
Seraphina tertawa melihat perut kucing yang membuncit, gerakan kucing itu mirip dengan pergerakan agar-agar. Di satu momen, si tikus menciptakan jebakan terakhir, membuat si kucing tertidur di tempat tidur majikannya. Jebakan berhasil, dan saat pemiliknya mengetahui bahwa kucingnya tertidur di tempat tidurnya, si pemilik melemparkan kucing itu keluar. Tapi meski kucing itu diusir, akhir cerita tidaklah buruk. Teman-temannya menemukan kucing itu tidur di dekat pagar, dan mereka membawanya pergi dengan ceria. tamat.
Setelah tayangan selesai, Safy mengajak Seraphina untuk makan malam, "Tuan Putri, kartunnya sudah selesai. Kini saatnya makan malam, mari kita makan."
"Tuan Putri, besok kita bisa menonton lagi bersama. Sekarang, ayo nikmati makan malam. Menu malam ini berbeda dari sebelumnya," ujar Safy mencoba untuk menghibur.
Seraphina bergerak menuju ruang makan, di mana hidangan yang menggugah selera telah tersaji di atas meja. Safy dengan penuh penjelasan memperkenalkan setiap menu, dari hidangan pembuka, utama, hingga hidangan penutup. Namun, ada tambahan istimewa pada hidangan penutup: tetesan madu sihir. Mendengar kata-kata "tetesan madu sihir," Seraphina terkejut.
"Safy, bagaimana kamu bisa memperoleh tetesan madu sihir? Ini bukanlah madu yang bisa ditemukan begitu saja. Mengumpulkan madu seperti ini memerlukan kekuatan tingkat S, mengingat betapa kuatnya monster penjaga dan tempatnya yang sulit dijangkau. Bagaimana ini bisa terjadi?" Tanya Seraphina dengan rasa ingin tahu.
__ADS_1
Safy tertawa, "Apakah Tuan Putri merasa bingung?"
"Katakan padaku, Safy. Bagaimana caramu mendapatkan tetesan madu sihir ini? Kamu tentu tahu betapa berbahayanya monster penjaga madu itu," Seraphina tetap penasaran.
Safy pun menjelaskan, "Sebenarnya ada seseorang yang membantu saya mendapatkan tetesan madu sihir ini. Dia bahkan berhasil mengalahkan monster penjaga itu. Pada awalnya, saya hanya ingin menciptakan hidangan manis, tetapi sayangnya istana sudah memiliki banyak hidangan manis. Saya mulai berpikir tentang hidangan spesial, dan saat itulah saya beristirahat. Esok harinya, saya bertemu dengan sahabat Anda, Ariel, putri dari kerajaan api. Putri Ariel menawarkan untuk mencari tetesan madu sihir ini, yang ternyata terletak di hutan terlarang."
Seraphina menghentikan makannya, "Tunggu sebentar. Apakah Ariel meminta sesuatu sebagai imbalan? Saya ragu si penggila perang itu akan melakukannya tanpa imbalan."
Safy menjelaskan bahwa Ariel hanya meminta bagian kecil dari tetesan madu sihir tersebut. Ariel tidak meminta lebih, dan alasan di balik itu karena dia merasa lapar. Safy melanjutkan dengan menjelaskan bahwa ketika mereka mencapai hutan terlarang, mereka dihadapkan pada ratusan monster penjaga madu. Ukuran monster-monster itu sebesar kereta kuda, namun Ariel dengan berani melawan mereka dengan menggunakan sihirnya. Dia berhasil memikat semua monster menuju kepadanya dan akhirnya Ariel memenangkan pertempuran itu tanpa luka sedikitpun. Setelah bertempur, mereka berdua berbagi tetesan madu, sebagian dihabiskan di tempat, sementara sisanya dibawa pulang.
Selanjutnya, Safy memberitahu tentang pesan dari Ariel, bahwa jika suatu saat Seraphina berada di dunia lain, Ariel akan datang untuk menyusulnya menggunakan sihir perpindahan versinya sendiri. Seraphina bergumam keras, “Bahaya. Jika orang ini datang pasti akan membuat kekacauan. Tetapi nanti, saya akan mengucapkan terima kasih langsung padanya, dan tentu saja,aku juga berterima kasih kepadamu atas hidangan yang sangat enak ini.“
Setelah berbicara lama, mereka melanjutkan makan malam dengan kegembiraan. Seraphina merasakan kepuasan yang mendalam terhadap hidangan itu, sehingga berhasil menghabiskan dua piring penuh salmon. Setelah makan malam selesai, Seraphina kembali ke ruang tamu. Dia menemukan bahwa tayangan kartun kucing dan tikus kembali ditayangkan di televisi. Dengan antusias, Seraphina menikmati setiap adegan kartun tersebut, dan bahkan Safy turut serta menonton sambil menikmati camilan kue di toples.
__ADS_1