
Maka percakapan itu berakhir dengan kesepakatan bahwa Ariel bersedia membantu. Setelah itu, mereka kembali tidur mengingat malam telah larut. Semua penghuni rumah lainnya telah beristirahat untuk melanjutkan aktivitas, tetapi tidak untuk Ariel. Dia memeriksa keadaan sekitar dan mengetahui bahwa Seraphina dan Safy sudah tidur pulas. Dengan merapalkan mantra sihir teleportasi, Ariel segera berpindah ke atas gedung pencakar langit. Ketinggian gedung itu mencapai 300 meter di atas permukaan tanah, memberinya pemandangan kota yang gemerlap dengan cahaya yang bersinar di antara bangunan-bangunan yang menjulang.
Di puncak tertinggi, Ariel duduk di pinggirannya sambil memantau seluruh kota. Dia mengamati setiap detail dari bangunan-bangunan kota, lalu menemukan rumah yang dicarinya. Itu adalah kediaman Jacob yang terletak agak jauh dari lokasi minimarket tempat Seraphina bekerja. Ariel menyalakan api di telapak tangannya dan mengarahkannya ke lokasi tersebut.
Dalam waktu singkat, api itu mencapai tujuannya, tepat di depan pintu depan rumah Jacob. Energi sihir mengubah butiran api menjadi wujud Ariel, sebuah salinan jasad dari sumber energi. Setelah wujudnya terbentuk sempurna, dia memasuki ruang tamu rumah tersebut. Ternyata, seperti yang diduga oleh rekan Seraphina, ada beberapa wanita yang sedang membersihkan rumah, sementara yang lain masih sibuk memasak. Ariel melihat jam dinding di dekat lemari kaca, menunjukkan pukul 2 pagi.
Dengan teliti, ia menjelajahi seluruh rumah, mulai dari ruang tamu, dapur, ruang makan, kamar mandi, halaman belakang, hingga kamar tidur. Api di tubuhnya tidak terlihat oleh manusia dengan energi rendah hingga menengah, sehingga dia bisa bergerak dengan bebas mendekati Jacob.
"Jadi ini orang brengsek yang telah mengancam Seraphina. Tampaknya memang sesuai dengan bayanganku, licik dan tidak tahu diri," gumam Ariel. "Tapi jangan merasa aman karena telah berhasil membuat sahabatku menderita. Mulai sekarang, kita akan selalu bertemu secara langsung. Kamu mungkin bisa licik dan kejam, tapi ingatlah, di atas langit masih ada langit. Kamu adalah orang jahat, tapi aku bisa lebih jahat."
Ariel berbicara menggunakan bahasa magis kepada Jacob. Setiap katanya mengandung kekuatan, yang membuat getaran energi masuk ke dalam otak Jacob. Dalam otaknya, kata-kata Ariel menjadi pertemuan yang tak langsung dengannya. Namun, karena Jacob tidak mempercayai hal-hal magis, dia hanya mengabaikannya.
Maka, Ariel meninggalkannya dan kembali ke tubuh aslinya. "Kita lihat nanti, apakah ketidakpercayaanmu itu tetap bertahan atau akan menjadi rapuh," ucap Ariel sambil memainkan api di tangannya.
Kemudian ia kembali menuju ke kamarnya, sambil menyandarkan kepalanya di atas bantal Ariel pun tertidur. Waktu terus berjalan, dan suara ayam berkokok mulai terdengar saat pukul 4 pagi. Safy segera bangun dari tidurnya, mencuci wajahnya, dan pergi ke dapur.
__ADS_1
Saat memeriksa bahan-bahan untuk memasak, dia menemukan bahwa hampir semua sudah habis. Kali ini, dia berencana membuat hidangan berbasis ikan, namun di kulkas dan penyimpanan ajaibnya tidak ada satu pun ikan. Karena tidak ada cara lain, Safy memutuskan untuk pergi ke pasar. Sebelum pergi, dia mengganti pakaian dengan pakaian sehari-hari, lengkap dengan jaket dan sepatu.
Setelah berpakaian rapi, Safy berjalan menuju pintu keluar. Namun, saat berpapasan dengan cermin, Safy meluangkan sejenak untuk memeriksa penampilannya sekali lagi. Ia berputar ke kanan dan ke kiri, menepuk pipinya beberapa kali, dan merapikan rambutnya.
"Bagus, sekarang sudah sempurna. Waktunya pergi ke pasar!"
Safy mengambil tas anyaman dari plastik dan berjalan keluar dari rumah. Di pergelangan tangannya, ia mengenakan sebuah jam tangan canggih. Salah satu fitur uniknya adalah peta hologram yang bisa diakses dengan mudah. Safy memilih fitur tersebut, dan seketika sebuah peta hologram muncul di atas jam tangannya. Cahaya ini tampak seperti proyektor LCD, tetapi tidak memerlukan permukaan sebagai media tampilannya; Safy bisa melihatnya seperti layar tablet di atas jam tangannya.
Berkat perangkat canggih ini, Safy dengan mudah mencapai pasar tanpa tersesat. Saat tiba di depan pasar, suasana sudah sangat ramai. Banyak orang datang dan pergi, menciptakan suasana menarik dari penjual yang menjual barang mereka serta pembeli yang mencari kebutuhan mereka. Safy melangkah masuk ke area pasar dan melihat papan bertuliskan 'Pasar Tradisional'.
"Permisi, aku mau beli ini, ini, dan ini," kata Safy sambil menunjuk bahan-bahan yang diinginkan.
Penjualnya mendekat, “Mau beli berapa kilo, dek?“
"Saya butuh 2 kilo dari semuanya, kecuali cabe cukup 1 kilo"
__ADS_1
Penjual itu kemudian mengambil bawang merah, bawang putih, dan cabai sesuai pesanan Safy. Semua bahan diletakkan di timbangan. "Totalnya adalah 180 ribu, dek."
Saat Safy hendak memberikan uang, penjualnya menyela, “Gak sekalian sayurnya juga? Karena adek ini cantik aku kasih diskon 40% deh, bagaimana?“
Safy memikirkannya sebentar, lalu mengangguk setuju. Dia kemudian memilih sayuran yang akan digunakan sebagai pelengkap masakannya nanti. Kemudian Safy melanjutkan berjalan menuju ke area daging, disana banyak sekali penjual daging mulai dari ayam, sapi, hingga hewan laut. Dengan bergegas ia mencari penjual ikan di area itu, tidak memerlukan waktu lama berkeliling penjual ikan sudah terlihat. Dari semua dagangan yang ditawarkan, tidak hanya ikan, tetapi juga udang, kerang, kepiting, cumi-cumi, dan masih banyak lagi.
Akhirnya, Safy menemukan ikan yang dicarinya, yaitu ikan tuna. "Tuan, berapa harga ikan ini?"
“1 kilo 83 ribu, tapi kakak akan kuberikan diskon sebagai pelanggan pertama disini.“
Ikan tuna itu pun di timbang dan dibungkus. Safy membayar dan kemudian pergi. Setelah menyelesaikan berbelanja, dia bergegas kembali ke rumah.
Sesampai di rumah, Safy langsung memulai proses memasak. Semua bahan sudah disiapkan, dan para bintang berkumpul di sekitarnya sambil membuat tulisan. Mereka menawarkan bantuan untuk membantu Safy, dan Safy menerima tawaran tersebut. Para bintang kemudian beralih ke daging ikan segar yang ada dalam kantong plastik. Mereka menghilangkan sisik, memisahkan kepala dan bagian perut, memisahkan semua tulang, dan akhirnya memotong ikan menjadi beberapa bagian. Bagian yang tidak digunakan dalam masakan diubah menjadi serpihan cahaya.
(Apa yang dilakukan oleh para bintang adalah menguraikan benda menjadi energi. Ketika benda tersebut terurai sepenuhnya, bentuknya akan berubah menjadi cahaya. Makhluk sihir hanya dapat makan atau minum dengan kandungan sihir tinggi, tetapi jika makanan atau minuman tersebut tidak memiliki kandungan sihir, salah satu cara untuk mengkonsumsinya adalah dengan mengurai benda tersebut terlebih dahulu, itulah cara makhluk sihir berunsur cahaya mengkonsumsi makanan.)
__ADS_1