
Safy duduk di kursi sebelah tempat tidur, dia menarik baju Seraphina dengan tangan yang bergetar, “Tuan Putri... a... apakah tadi kita bertemu hantu?”
“Tenanglah, Safy. Dia bukanlah hantu, melainkan roh. Jenis rohnya adalah cahaya yang merupakan roh dari makhluk hidup,” jawab Seraphina sambil menghibur Safy yang sedang ketakutan.
Kemudian, Seraphina melangkahkan kakinya menuju rak yang ditunjukkan oleh Refa. Banyak buku menarik tertata rapi di sana, namun diantara sekian banyaknya, ada satu buku yang cukup besar dan mencolok. Perlahan, Seraphina meraih buku tersebut dan mengeluarkannya dari rak. Di sampulnya tertulis judul "Semua yang Kutahu," tidak ada tambahan lain, dan tulisan judulnya terlihat dibuat dengan tangan. Seraphina membuka buku tersebut dan membaca halaman pertama. Di sana tertulis sebuah kalimat, "Buku ini dibuat untuk menggambarkan mimpi yang selalu menemani tidurku. Buku ini dibuat oleh saya sendiri, Refa Ardina, yang bercita-cita ingin bertemu khayalan mimpiku, Putri Seraphina. Meskipun aku tahu bahwa mimpi ini hanyalah khayalan, tapi aku percaya bahwa suatu hari nanti putri yang selalu menemaniku di mimpi akan benar-benar membacanya. Mungkin ketika dia datang, aku sudah tidak ada di dunia ini. Jadi, buku ini kutulis untuk memberikan pengetahuan umum dari semua yang telah kupelajari agar putri tidak kebingungan. Jika suatu hari nanti Putri Seraphina benar-benar membaca buku ini, aku mohon bawalah buku ini ke dunia asalmu agar aku bisa merasakan indahnya istana." Di pojok bawah halaman, tertera tanggal 12 bulan April 2060.
Seraphina memeluk buku itu sejenak, merasakan sisa energi yang tertuang saat buku itu dibuat. Perasaan sedih dan senang dari Refa terasa dalam kata-kata, dan dalam bahasa magis, Seraphina berkata seraya menutup mata, "Aku telah datang kemari dan membaca catatanmu. Keinginanmu akan aku kabulkan. Buku ini akan kusimpan di koleksi buku favoritku, dan kelak aku akan membangkitkanmu melalui reinkarnasi."
Safy merasa khawatir, "Apakah anda akan melakukan sihir reinkarnasi pada Refa? Bukankah itu sihir terlarang?"
__ADS_1
"Ya, memang itu sihir terlarang, namun jika raja iblis menyerang benua kita, reinkarnasi pemanggilan pahlawan harus dilakukan, dan itu adalah satu-satunya kesempatan untuk membangkitkannya," jawab Seraphina.
Setelah melihat halaman pertama, halaman kedua dibuka. Terdapat tulisan lagi, namun kali ini disertai dengan gambar. Dalam tulisannya tertulis, bahwa dunia ini memiliki nama yaitu bumi. Di dalam bumi terdapat beberapa benua serta ratusan negara yang mendiaminya, dan salah satu diantaranya adalah indonesia tempat mereka saat ini berada. Kota tempat mereka saat ini adalah Jakarta, kota paling terkenal dan terpadat. lalu akhir kalimat itu di tambahkan dengan simbol hati.
Mereka berdua membaca catatan pada halaman kedua, mengenali berbagai benda yang ada di sekitar. Mereka memulai dari tempat mereka saat ini, yaitu kamar tidur. Tulisan yang disertai dengan gambar memberikan penjelasan lengkap mengenai tempat tidur, foto-foto beserta bingkainya, handphone, pakaian, dan berbagai benda lain yang dibutuhkan untuk tidur. Penjelasannya sangat detail, dan gambar-gambar yang dibuat oleh tangan terlihat sangat persis. Seraphina dan Safy memahami dengan baik fungsi dan nama-nama benda yang ada di kamar tidur tersebut. Selanjutnya, mereka membuka pintu menuju keluar. Di depan mereka, terlihat dua arah yang bisa dipilih, yaitu ke kanan dan ke kiri. Arah ke kiri mengarah pada satu pintu, sementara arah ke kanan menuju tangga yang mengarah ke lantai bawah. Buku catatan menjelaskan bahwa arah ke kiri akan masuk ke sebuah ruangan, dan mereka pun memutuskan untuk mengikuti panduan tersebut. Ketika pintu dibuka, ruangan itu terisi dengan barang-barang elektronik.
Seraphina membaca catatan yang menyebut ruangan ini sebagai ruang kerja, tempat di mana Refa bekerja secara online. Semua benda elektronik dijelaskan dengan detail, termasuk laptop, komputer, LCD, speaker, headphone, internet, dan berbagai perangkat lainnya yang dibutuhkan untuk pekerjaannya. Tidak hanya itu, pada setiap benda elektronik, juga ada buku panduan tersendiri yang berasal dari masing-masing perangkat. Berkat ingatan yang baik, Seraphina dan Safy dengan cepat mempelajari dan memahami semua panduan itu.
Safy melihat jam digital di sebelah TV yang menunjukkan pukul 11.03 AM. Seraphina juga melihatnya, dan mereka memutuskan untuk melanjutkan perjalanan ke arah ruang keluarga. Di ruang keluarga, mereka menemukan sofa, meja, TV, radio, berbagai boneka, dan lain-lain. Ada buku panduan yang menjelaskan secara detail tentang ruang keluarga beserta perabotan lainnya. Dengan cepat, Seraphina dan Safy memahami seluruh isi buku panduan tersebut.
__ADS_1
Ketika hendak melanjutkan perjalanan sesuai arahan dari buku catatan, mereka kembali menemui dua arah yang bisa dipilih. Arah lurus menuju kamar mandi, sementara ke kiri menuju ruang makan dan dapur. Setelah berunding, mereka memutuskan untuk melanjutkan ke kamar mandi. Di dalam kamar mandi, mereka menemukan tempat ganti baju dan mesin cuci, seperti gantungan baju, mesin cuci, wastafel, kaca besar, tempat sikat gigi, dan berbagai peralatan lainnya. Buku panduan juga ada di atas mesin cuci, berisi panduan tentang ruang ganti dan kamar mandi. Seraphina dan Safy dengan mudah memahami seluruh penjelasan dan panduan tersebut.
Selanjutnya, mereka memeriksa ruangan luar yang berisi closet putih bersih tanpa noda sedikitpun, serta tempat sabun, tisu, dan berbagai keperluan lain yang dibutuhkan di toilet. Di dalam kamar mandi juga terdapat toilet lainnya, yang terpisah oleh sekat kaca. Semua peralatan toilet juga tersedia dengan rapi di dalam kamar mandi dan di ruangan samping mesin cuci.
Setelah mengeksplorasi kamar mandi, mereka melanjutkan menuju ruang makan. Di meja makan, sudah tersedia piring-piring dan peralatan makan seperti sendok, garpu, dan pisau, sesuai dengan jumlah kursi yang ada. Di meja juga ada buku panduan yang menjelaskan dengan rinci tentang berbagai benda di sekitar ruang makan. Seraphina dan Safy dengan cepat mempelajari dan memahami panduan tersebut.
Di sebelah ruang makan, terdapat sebuah sekat dari marmer yang tidak menutupi seluruhnya. Ada celah yang memungkinkan untuk berjalan leluasa tanpa membuka pintu. Di dalam dapur, banyak peralatan memasak, lemari bawah dan lemari gantung, rak, wastafel cuci piring, kompor, serta berbagai peralatan lainnya yang dibutuhkan untuk memasak. Pintu menuju halaman belakang juga ada di dapur.
Safy melihat jam digital yang ada di ruang makan dan melihat waktu menunjukkan pukul 01.16 PM. Dia mendekati Seraphina, “Tuan Putri, kita telah mempelajari semua pengetahuan di rumah ini sejak petang. Apakah anda lapar, Tuan Putri? Saya akan membuat sesuatu untuk dimakan, saya akan mencoba menggunakan resep dari buku ini.”
__ADS_1
“Tolong ya, Safy. Buatkan makanan yang enak seperti biasanya,” jawab Seraphina sembari duduk dan terus membaca buku catatan.