Putri Seraphina

Putri Seraphina
CHAPTER 58


__ADS_3

Dengan berbagai tayangan menarik, mulai dari kartun lucu hingga film aksi, semuanya memberikan kesan tersendiri bagi Ratu Sera. Waktu sudah menunjukkan pukul 5 pagi, cahaya di langit mulai tampak bercahaya, dan suara orang menyapu terdengar cukup jelas dari dalam rumah. Karena Safy masih belum bisa melaksanakan tugasnya, maka tugas tersebut digantikan oleh Ariel.


Ariel membersihkan halaman secara manual, menggunakan sapu dan peralatan lainnya. Sementara Seraphina mengurus bagian dalam rumah. Namun, karena Seraphina tidak ingin merepotkan diri, ia menggunakan kekuatan sihir untuk mempercepat proses pengerjaan. Ratu Sera bertugas menemani Safy di ruang keluarga. Meskipun ingin membantu mengerjakan tugas rumah, Seraphina meminta ibunya untuk tetap bersama Safy sambil belajar tentang teknologi yang tersedia.


Tak lama setelah Ariel selesai membersihkan halaman, sebuah mobil berhenti di depan gerbang. Dari dalam mobil keluarlah Arvin, mengenakan jas hitamnya, dan Ariel segera menghampirinya.


“Arvin?” tanya Ariel sembari mendekat.


“Selamat pagi, Ariel. Apakah Phina ada di rumah sekarang?” tanya balik Arvin.


Ariel memberitahu Arvin tentang keadaan Seraphina yang belum sepenuhnya sembuh. Arvin tampak khawatir, dan Ariel memilih untuk merahasiakan kejadian sebenarnya, hanya menyebut bahwa Seraphina sakit.

__ADS_1


Arvin tampak khawatir mengenai Seraphina, maka dengan cekatan ia segera menuju ke rumah. Tapi sebelum sampai di sana, Ariel memberitahu bahwa ibu Seraphina ada di dalam. Mendengar hal tersebut, langkahnya terhenti sejenak. Kemudian dia kembali ke dalam mobil, mengambil satu keranjang berisi buah-buahan dan minuman penyegar. Setelah sampai di depan pintu, tombol bel ditekan.


“Ting tung.”


Suara bel terdengar keras dari dalam rumah. Ratu Sera mendengarnya, lalu bertanya kepada Safy tentang suara tersebut. Safy menjelaskan bahwa itu adalah tanda kedatangan tamu. Ratu Sera bergegas membuka pintu, dan melihat seorang pria tampan berpakaian rapi.


Arvin kaget melihat di depannya sudah ada seorang wanita cantik berambut ungu dan bertubuh tinggi, “S-selamat pagi, kak.”


“S-saya kesini mencari Seraphina, dengar-dengar dia sedang sakit. Karena itu, saya ingin menjenguknya,” jawab Arvin dengan sedikit gugup.


“Oh, silakan masuk,” ucap Ratu Sera.

__ADS_1


Arvin masuk ke dalam rumah, dan ternyata dia mendapati Safy duduk di sofa ruang keluarga sambil melambaikan tangan kepadanya. Arvin pun melambaikan tangan sebagai jawaban. Tak lama kemudian, Seraphina datang bersama ibunya. Begitu mereka berdua tiba, Arvin tidak menyangka bahwa wanita yang menemuinya adalah ibunya. Meskipun belum diberitahu tentang ibunya, saat melihatnya berjalan berdampingan dengan Seraphina, secara spontan ia mengerti.


Seraphina duduk di sofa, lalu menyapa, “Kata ibu, kedatanganmu kesini untuk menjenguk keadaanku. Terima kasih, Arvin.”


“Sama-sama, Phina,” ujar Arvin sambil menggaruk kepalanya. “Phina, aku membawa sesuatu untukmu. Semoga cepat sembuh,” ucapnya sembari memberikan keranjang berisi buah dan minuman.


Dengan senang hati, Seraphina menerimanya. Ucapan terima kasih diucapkan dengan tulus, dan setiap katanya membuat Arvin merasa sangat senang di dalam hatinya. Kemudian Ratu Sera bertanya, “Nak, Arvin adalah sahabat Seraphina?”


“S-saya sahabat Phina, tante,” jawab Arvin gugup.


Ratu Sera meragukan perkataan Arvin, tetapi Seraphina membenarkan pernyataan tersebut. Safy turut memberikan komentarnya mengenai hubungan antara mereka berdua. Dari penjelasannya, Arvin bukanlah orang asing di rumah itu. Dikarenakan sebelum Seraphina dan dirinya tinggal di rumah yang sekarang, Arvin telah membantunya dalam banyak hal, terutama dalam memindahkan kepemilikan rumah.

__ADS_1


__ADS_2