
Safy melihat para bintang telah menyiapkan daging ikan dengan sempurna. Sekarang saatnya untuk Safy memasak, dan ketika melihat jam, ia menyadari masih ada banyak waktu. Ini membuatnya semakin termotivasi untuk menyelesaikan tugasnya.
Ketika Safy hendak mulai mengolah makanan, para bintang menyarankannya untuk tidak perlu memasak secara manual. Mereka menawarkan untuk mengurus semua proses dalam mengolah makanan tersebut. Safy penasaran tentang maksud para bintang, dan setelah mendengar penjelasan mereka, dia menyadari bahwa hari ini adalah hari pertama Seraphina bertemu dengan pria jahat.
Berita ini membuat Safy terkejut. Dia sama sekali tidak mengetahui apa yang telah dialami Seraphina, jadi dia memutuskan untuk menginterogasi para bintang secara lebih mendalam. Safy meminta agar mereka menciptakan penghalang waktu sehingga mereka dapat berbicara tanpa khawatir.
Para bintang segera menciptakan gelembung sihir yang melingkupi mereka berdua. Gelembung ini membuat mereka berpindah ke dimensi lain, tempat yang terasa akrab bagi Safy. Tidak disangka tempat itu adalah perbukitan dimana dia pernah bermain bersama Seraphina, dan di sana, dia bisa mendengar suara para bintang. Wujud para bintang berubah dari sekumpulan bintang kecil menjadi wanita dengan tubuh terbuat dari serpihan cahaya. Gaun yang dikenakan juga terbuat dari serpihan cahaya yang mengalir seperti air dan menghilang ketika menyentuh tanah. Lalu wanita cahaya itu duduk di ayunan sambil bermain.
Safy duduk di kursi dekat pohon dan merasa seperti kembali ke salah satu momen terbaik dalam hidupnya. Di atas meja masih tersisa keripik kentang dan roti buatan ayahnya, mengingatkannya pada saat dia dan Seraphina makan bersama. Kemudian para bintang memberitahu Safy, "Kami telah membawa kamu ke dimensi berbeda sesuai dengan permintaanmu. Waktu di sini tidak terpengaruh oleh waktu di Bumi. Sekarang apa yang ingin kamu ketahui?"
Safy kemudian mulai bertanya tentang Seraphina, masalah yang dia alami, dan mengapa para bintang menawarkan bantuannya dalam memasak. Setelah berkata demikian, para bintang memberikan penjelasan. Mereka menceritakan semuanya dari awal sampai akhir. Ketika mendengarkan sampai akhir, Safy berpikir dua kali. Dia tidak ingin melibatkan lebih banyak masalah, jadi dengan berani Safy meminta bantuan para bintang dalam usahanya kali ini.
"Para bintang, bisakah kalian memberikan bantuan kepada saya?" ucap Safy kepada mereka.
"Tentu saja, tetapi jelaskan terlebih dahulu jenis bantuan apa yang kamu perlukan dari kami."
Safy berdiri dari tempat duduknya, "Saya ingin kekuatan sihir yang membuat tubuh saya tak terlihat, dan juga meningkatkan kecepatan saya."
__ADS_1
Kemudian para bintang menciptakan sebuah mutiara berwarna emas dari tangannya, dengan sekejap mata mutiara itu sudah berpindah di meja dekat Safy berdiri, "Ketika kamu mengonsumsi obat sihir ini, tubuhmu akan mendapatkan kekuatan seperti yang kamu inginkan."
“Terimakasih, para bintang,” kata Safy sambil menyimpan obat sihir itu di dalam sakunya.
“Tapi, ada satu hal yang harus kamu lakukan. Amati semua gerak-gerik pria bernama Jacob itu, ikuti dia terus sampai pertemuannya dengan Tuan Putri selesai. Dan apabila Tuan Putri mengalami luka sedikit saja, pastikan setelah pertemuan itu selesai kamu harus eksekusi.”
“Dimengerti!”
Tiba-tiba saja, "Ayo kita musnahkan pria itu!"
"Putri Ariel, kenapa Anda di sini?"
Ariel langsung berpindah ke samping Safy, lalu merangkulnya dengan tangan kanannya. "Hmm, kira-kira kenapa ya? Mungkin karena kalian sedang membahas hal menarik, aku ingin bergabung dengan regu ini, boleh kan?"
Safy hanya bisa menganggukan kepalanya, tidak bisa mengatakan "tidak". Maka, Ariel resmi bergabung dalam rencana tersebut. Para bintang tidak dapat berbuat banyak, karena kekuatan mereka berbanding sangat jauh dengan Ariel.
Dan hal terakhir yang diputuskan dari pertemuan itu adalah, Safy akan menjadi pengintai sekaligus eksekutor sesuai dengan kemampuannya ketika bertempur. Safy juga bertugas dalam pengamanan secara langsung kepada Seraphina tanpa diketahui, ditambah ia dapat menjadi umpan saat situasi semakin genting.
__ADS_1
Selanjutnya Ariel bertugas sebagai pendukung garis belakang, dari jarak paling jauh dia akan melindungi semua rekannya dari hal apapun. Namun ketika terdapat momen bertempur, Ariel akan bergerak sesuai perintah Safy.
Dan terakhir adalah para bintang. Mereka tidak diperbolehkan bertempur karena hal tersebut pasti membutuhkan izin dari Seraphina, maka sebagai bagian paling penting mereka hanya dapat membantu dalam meminimalisir adanya risiko.
Setelah merencanakan strategi, para bintang membawa semua orang kembali ke Bumi. Mereka kembali ke dapur, dan perpindahan tersebut hanya memakan waktu dua menit di Bumi. Sekarang saatnya untuk menjalankan rencana.
Safy bergegas menuju kamarnya, mengunci pintu, dan mengaktifkan kristal sihir anti deteksi. Sementara ia di dalam, perlengkapan tempur dikeluarkannya dari penyimpanan sihir. Berbagai senjata dari tempaan besi terkuat terlihat begitu rapi, dari senjata itu Safy memilih beberapa senjata termasuk belati, pisau, jarum, tombak lipat, pedang sihir. Ditambah pula banyak kertas dengan gambar dan tulisan sihir yang dapat langsung digunakan secara instan. Kemudian ada sepatu khusus dilapisi sihir lengkap dengan senjata rahasia, disitu juga terdapat sarung tangan warna hitam. Itu bukanlah sarung tangan biasa, melainkan khusus untuk memegang benda tajam. Pakaiannya pun juga diganti dengan baju kulit dan celana panjang.
Maka semua barang-barang itu dikenakannya, sehingga dirinya sekarang mirip seperti prajurit bayaran. Di tubuhnya dipenuhi oleh senjata, seluruh penampilannya sederhana namun berkesan mengerikan, tatapan mematikan dan niat membunuhnya yang kuat.
(Safy memiliki dua sifat, untuk yang pertama dia memiliki karakteristik lembut, pribadi ramah, selalu mengedepankan perilaku baik. Sifat yang kedua berkebalikan dari yang pertama, karakteristik dari sifat ini hampir secara keseluruhan adalah kejam, tanpa ampun dan bengis. Hampir tidak ada keramahan di dalam dirinya, kecuali kepada Seraphina selaku majikannya. Kedua sifat ini selalu dipertahankan demi kelangsungan hidupnya sebagai pelayan sekaligus prajurit.)
Setelah selesai bersiap-siap, Safy mengenakan kembali pakaian pelayannya. Dengan sihir tingkat tertinggi dalam penyamaran, dia menyembunyikan semua peralatan perangnya sehingga yang terlihat hanyalah pakaian pelayan biasa.
Pukul 6 pagi, Seraphina sudah bersiap-siap berangkat bekerja. Dengan semangat, Safy menyiapkan makanan yang telah disiapkan oleh para bintang dan dilanjut mempersiapkan segala kebutuhan Seraphina. Mereka makan seperti biasa, Ariel pun juga turut makan bersama. Perbincangan antara Ariel dan Seraphina membuat suasana sarapan pagi menjadi lebih hidup, sampai akhirnya waktu sudah menunjukkan pukul setengah tujuh.
Seraphina berpamitan dan pergi menuju tempat kerjanya. Sementara itu, Ariel memberi perintah kepada Safy untuk mengikutinya dengan aman. Maka, Safy segera melepaskan pakaian pelayan, kemudian memakan obat sihir yang diberikan oleh para bintang. Dalam sekejap, tubuhnya menjadi tak terlihat.
__ADS_1