Putri Seraphina

Putri Seraphina
CHAPTER 56


__ADS_3

"Benar, Putri," ucap Ratu Merviss dengan penuh ketegasan. "Kami berdua datang ke sini bukan hanya untuk menjenguk keadaan Anda, tetapi juga untuk membantu menyelesaikan masalah yang Anda alami."


Seraphina hanya diam, memperhatikan sikap tegas mereka kepadanya. Raja Fireia segera memberikan penjelasan, mengungkapkan pentingnya kesehatan Seraphina. "Putri, kesehatan Anda adalah hal yang paling penting. Ledakan sihir telah mengambil alih kesadaran Anda, namun ingatlah bahwa semuanya berawal dari satu pria."


Mendengar kata-kata Raja, Seraphina merasa seakan-akan Ariel kembali mempertanyakan perasaannya. "Jadi, apakah Anda semua datang kemari hanya untuk mencari tahu perasaanku terhadap Aldi?"


Emosi Seraphina naik secara bertahap, matanya memancarkan intensitas yang baru. Ratu Sera mencoba menenangkannya, tetapi situasi semakin memanas. Suasana yang tadinya sudah reda kembali tidak stabil. Ratu Merviss tanpa tergoyahkan menjawab pertanyaan Seraphina dengan jujur, "Ya, memang benar. Kedatangan kami memang untuk hal itu, karena semuanya demi kebaikan Anda, Putri."


"Hah, kebaikan apanya?" timpal Seraphina. "Apakah membuatku mengalami cinta tanpa perasaan dengan bangsawan-bangsawan adalah kebaikan? Atau menikah dengan bangsawan berpenampilan buruk juga dianggap kebaikan? Semua itu hanyalah formalitas untuk mempererat hubungan diplomatik."


Ratu Merviss bangkit dari sofa dengan tatapan serius, "Maafkan saya, Putri, jika harus berbicara tegas. Maksudku bukan seperti itu, tetapi pilihlah pasangan dari dunia kita sendiri. Ingatlah, jika Putri terus mempertahankan situasi ini, penderitaan akan terus datang, baik bagi pria itu maupun bagi Putri sendiri."


Ratu Sera memberikan kode kepada Ratu Merviss untuk tidak berlebihan, namun tidak diindahkan. Sambil berdiri, Seraphina menyuarakan pendiriannya, "Kalau memang ini adalah kutukan, biarlah aku yang memikulnya sebagai bentuk tanggung jawab."

__ADS_1


"Putri, tolong jangan bicara seperti itu," coba Raja Fireia untuk meredakan.


Akan tetapi, Ratu Merviss sungguh tidak senang dengan sikap Seraphina yang seolah bisa menanggung masalah sendirian. Dengan sihir besar, Ratu Merviss bergerak cepat mendekati Seraphina dan mengunci seluruh jiwanya, membuat tubuh gadis itu tidak bisa digerakkan.


"Sangat berani seorang gadis berbicara dengan bangga di hadapanku. Aku adalah penguasa lautan selama 10 abad, dan aku mengabdi padamu karena kamu layak memimpin aliansi. Tetapi, jika kesombongan bisa mengubahmu menjadi seekor rubah, aku pun bisa menjadi serigala untuk mengakhiri hidupmu bahkan Seraphinova," seru Ratu Merviss dengan kekuatan magis tak terbantahkan.


Suara itu bergema di telinga Seraphina, meskipun tubuhnya tidak bisa bergerak seperti terkena kelumpuhan. Ketiga jenderal Seraphinova hendak mendekat, tetapi pasukan duyung sudah berada di depan, menghadang pergerakan sambil mengacungkan tombak. Pekikan paus raksasa juga membuat prajurit elit Seraphinova menjadi lumpuh sesaat. Raja Fireia tidak bisa melakukan apapun, sebab dikelilingi oleh guardian laut. Prajurit kerajaan api juga tak mampu melawan efek sihir yang membuat mereka lumpuh.


Ratu Sera tidak luput dari penjagaan ketat oleh pasukan duyung, mereka semua mengacungkan tombak kristal. Di tengah keadaan genting ini, Ratu Sera harus memilih antara menyelamatkan putrinya atau menjaga kehormatannya. Kedua pilihan tersebut sangat berpengaruh untuk kedepannya, jika ia memilih menjaga kehormatannya, Seraphina akan mengalami hukuman terberat dari Ratu Merviss. Namun bila dia memilih menyelamatkan putrinya, maka akan menimbulkan konflik dengan kerajaan laut selatan.


“Blash!”


Ledakan sihir dahsyat menghantam pasukan duyung dan Ratu Merviss. Tekanan sihir kuat pada Seraphina terlepas, dan ia pun tersungkur. Namun sebelum sampai hal itu terjadi, Ratu Sera menangkap dalam pelukannya. Disitu setidaknya hampir keseluruhan pasukan laut yang ada di dalam rumah terkapar tidak berdaya, bersamaan dengan itu paus raksasa di atas langit pun mengalami keracunan akibat daya ledak sihir merusak beberapa syaraf. Ratu Merviss terpental namun bangkit kembali.

__ADS_1


"Ratu Sera, jelaskanlah," pinta Ratu Merviss.


"Bukankah wajar jika saya melindungi putri saya dari bahaya?" jawab Ratu Sera.


Ratu Merviss memberikan tanggapannya,  “Memang tidak salah membela anak sendiri, tapi bukan untuk saat ini. Putri Seraphina telah melakukan tindakan yang tidak pantas sebagai seorang pemimpin."


Ratu Sera memberikan penjelasan lain tentang alasan membela Seraphina. Dia mengemukakan berbagai spekulasi tentang kutukan tersebut, tetapi Ratu Merviss tetap tidak menerima alasan itu. Raja Fireia ikut memberi alasan kepada Ratu Merviss.


"Ratu Merviss, mari kita hindari memperpanjang masalah ini. Kita semua adalah pemimpin kerajaan, dan Anda adalah tetua kami. Sebaiknya masalah ini jangan sampai menimpa Putri Seraphina," ucap Raja Fireia.


Raja Fireia melanjutkan sambil menundukan kepalanya, "Saya berani mengatakan ini karena saya juga memiliki anak perempuan. Jika Ariel terlibat dalam situasi seperti ini, saya akan melakukan hal yang sama seperti yang dilakukan Ratu Sera."


Ratu Merviss bertanya, "Apa yang akan kamu lakukan jika aku tetap melanjutkan tindakan ini hingga terjadinya invasi?"

__ADS_1


“Maaf, saya harus menyatakan secara tegas. Sebagai penguasa roh api, saya akan membantu Seraphinova dalam tindakan tersebut. Dan sudah siap jika harus mencabut aliansi, demi melawan kerajaan laut.” sahut Raja Fireia.


Ratu Sera merasa khawatir masalah ini akan semakin rumit, terutama karena berakar dari Seraphina. Namun, saat mendengar jawaban tegas Raja Fireia, Ratu Merviss malah tersenyum senang. Kini, rasa senangnya muncul setelah melihat keberanian keduanya melawan makhluk paling kuat di antara semua ras.


__ADS_2