
Melihat jam di pergelangan tangannya, waktu masih menunjukkan pukul 06:30 pagi. Sementara minimarket baru akan buka pada pukul 07:15, dengan santainya Seraphina berjalan mengenakan pakaian barunya. Di tengah perjalanan, dia bertemu dengan Bu Indah.
“Halo, selamat pagi. Kamu Seraphina, kan?” ucap Bu Indah sambil mengulurkan tangannya.
Seraphina berhenti dan merespons dengan ramah, “Selamat pagi juga, Nyonya. Ya, saya Seraphina. Senang bertemu dengan Anda.”
“Wah.. dipanggil nyonya lagi.. “ Bu Indah tertawa pelan, “ Tidak usah dipanggil 'Nyonya', panggil saja saya Bu Indah. Benar-benar kalian itu sama persis, tidak pelayan, tidak tuan rumah, semuanya sangat ramah.”
“Maafkan saya, sebelumnya pelayan saya telah memberitahu bahwa dia telah berbicara dengan tetangga yang bernama Bu Indah. Tapi saya belum pernah bertemu dengan Anda, jadi maaf atas kesalahan penyebutan tadi.”
Bu Indah menepuk pelan pundak Seraphina, “ Ya ampun, kamu ini sopan sekali. Oh, iya. Bagaimana sebaiknya aku memanggilmu? Nama Seraphina terdengar agak panjang.”
“Bu Indah bisa memanggil saya Sera atau Phina, semuanya boleh.”
“Baiklah,” Sambil menganggukkan kepalanya, “Kalau boleh tahu, dengan pakaian rapi seperti ini, Phina sedang dalam perjalanan ke mana?“ ucap Bu Indah.
Seraphina menjawab sambil tersenyum, “Hari ini adalah hari pertama saya bekerja. Tempat kerjanya berada di minimarket dekat kafe Coffees. Beruntungnya tempat itu tidak terlalu jauh dari rumah, jadi biaya transportasi bisa dihemat.”
Mendengar penjelasan tersebut, Bu Indah memberi salam perpisahan dan mempersilahkan Seraphina untuk melanjutkan perjalanannya menuju tempat kerja. Setelah berpamitan, keduanya berpisah. Setengah jam kemudian, Seraphina tiba di minimarket. Toko masih tampak sepi, namun ada seorang pria yang sedang bersih-bersih.
Dengan hati-hati, Seraphina mendekati pria tersebut, “Permisi,”
Pria itu menjawab, “Iya, ada yang bisa saya ba… “ Sesaat pria itu menoleh ternyata dia adalah Aldi, orang yang sebelumnya pernah bertabrakan dengannya. “ Hah! Kak Seraphina? Apa yang kamu lakukan di sini? Apakah ada yang bisa aku bantu?”
__ADS_1
Seraphina menjawab, “Ya, saya melamar pekerjaan di website Almart dan ditempatkan di sini.” Dia memberikan dokumen yang diperlukan kepada Aldy.
Aldy menerima dokumen itu dan memeriksa dengan teliti. Setelah semuanya selesai diperiksa, dia mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan, “Perkenalkan sekali lagi, saya Aldi Pangestu Irawan, manajer di toko ini. Saya sudah melihat semua berkas yang kamu berikan. Apakah ini pengalaman pertamamu bekerja di toko?”
“Iya, ini pertama kalinya saya bekerja. Mohon bantuannya” jawabnya.
Aldy mengajak masuk ke dalam minimarket, dia memberikan kemeja khusus pegawai, “Kak Seraphina, ini adalah pakaian untuk semua yang bekerja di minimarket ini. Sekarang kamu ganti pakaian dahulu, setelah selesai kembalilah kemari, nanti akan ku jelaskan semua tugasmu. Untuk ruang pakaian ada di ruangan pojok belakang. “
Seraphina menerima seragam tersebut dan pergi ke ruang khusus pegawai yang berada di ujung toko. Di sana, dia menemukan kamar mandi, kursi-kursi kecil, meja kecil, dan tempat untuk mengganti baju. Melihat disana tidak ada orang satupun, kekuatan sihir dikeluarkan untuk mengganti pakaiannya secara instan. Dalam sekejap saja, bajunya telah berganti tanpa harus melepasnya. Baju putihnya yang sebelumnya dikenakan dilipat rapi dan dimasukkan ke dalam tas. Setelah pakaian sudah ganti, Seraphina kembali ke dalam toko.
“Saya sudah selesai, ada tugas apa selanjutnya?” tanya Seraphina.
Aldy bergumam dalam pikirannya, “Gila! Cepet banget, biasanya cewek ganti bajunya lama, tapi ini gak ada 3 menit.“ Kemudian dia fokus kembali, dia berkata, “Cepat sekali kamu berganti baju. Biasanya orang butuh lebih lama. Tapi oke, sekarang mari kita bicarakan bagaimana panggilan antara staf dan manajer di sini. Kamu bisa memanggilku Pak Aldy atau Pak Manajer. Sementara aku akan memanggilmu Phina, supaya lebih santai. Ketika berada di luar pekerjaan, tidak perlu menggunakan panggilan formal, seperti biasa panggil saja Aldi. Panggilan formal ini hanya untuk menghormati keprofesionalan saat bekerja. Paham?”
Aldy mengacungkan jempol kepada Seraphina, kemudian dia menjelaskan, “Baiklah, sekarang akan ku jelaskan sedikit tentang pekerjaanmu. Sesuai dalam perjanjian kerja, kamu bertugas sebagai Shopkeeper atau penjaga toko. Apa tugasnya? secara umum tugasnya hanyalah menjaga toko, tapi secara mendalam tugas penjaga toko itu bukan sesimpel itu. Tugas-tugasnya meliputi menyambut pelanggan, memberikan pelayanan dan informasi, memeriksa stok barang, menjaga kebersihan dan keamanan, serta menerima umpan balik dari pelanggan. Namun, ada satu hal yang sangat penting, yaitu kesabaran. Menghadapi pelanggan bukanlah hal yang selalu mudah, setiap individu memiliki karakter unik. Ada yang ramah, ada yang tegas, dan ada pula yang merasa tidak puas. Ketika mereka memberi masukan kita terima semuanya, tapi jika mereka mengatakan hal tidak pantas atau melakukan tindakan kriminal, kejadian itu adalah pengecualian. Kita diperbolehkan untuk membela diri. Apakah semuanya terdengar jelas?”
Seraphina menganggukkan kepalanya, “Saya memahaminya, Pak Manajer.”
Aldy mengajak Seraphina berkeliling toko sambil terus memberikan penjelasan, “Nantinya, kamu juga akan bertanggung jawab untuk merapikan produk yang terlihat berantakan, dan jika stoknya hampir habis, segera gantikan dengan stok yang baru. Selalu periksa tanggal kedaluwarsa setiap produk agar tetap terjamin kualitasnya. Ada saat-saat ketika rekan kerjamu sibuk melayani pelanggan, kamu perlu memberikan bantuan sekecil apapun. Prinsip ini juga berlaku sebaliknya. Ketika stok barang baru datang, semua pegawai harus membantu mengangkutnya ke gudang. Tapi, karena kamu perempuan, kamu dapat memilih yang lebih ringan untuk diangkut. Bagaimana, apakah ada pertanyaan?”
“Ada, Pak Manajer. Bagaimana dengan tugas kasir? “ tanya Seraphina.
“Tugas kasir sudah diambil alih oleh robot. Sebelumnya, pegawai bergantian melayani pembayaran, tapi kini sudah ada sistem otomatis. Apakah ada pertanyaan lain?”
__ADS_1
Seraphina menjawab, “Tidak ada, Pak Manajer.“
Sementara itu, beberapa pegawai lainnya telah tiba dan melihat Seraphina tengah mendapatkan pengarahan. Seorang pegawai wanita mendekatinya, “Hai, kamu pegawai baru, kan?”
Seraphina menoleh agak gugup, “A.. iya.”
“Aku Dina, pegawai 6 bulan disini. Salken yak“
“Saya Seraphina, pegawai baru disini. Salam kenal juga“
Dina terkesan, “Wow, namamu bagus banget. Mana cantik, ramah pula. Beruntung banget loh, aku dapat rekan cewek biasanya cowok mulu.”
Kemudian, seorang pegawai pria bergabung dalam percakapan, “Loh Din, kok ada cewek cakep, dia itu siapa?“
Dina menjawab dengan nada tinggi, “Dia rekan gue, dan jangan panggil dia, soalnya ada namanya!“
Seraphina maju mendekati pegawai pria tersebut, “Saya Seraphina, pegawai baru di sini. Senang berkenalan dengan Anda.”
“Perkenalkan, saya Riko. Sudah 7 bulan aku bekerja di sini. Jika kamu memiliki pertanyaan mengenai pekerjaan, masalah dengan pelanggan, atau bahkan soal asmara, jangan ragu untuk bertanya padaku,” ucap Riko dengan percaya diri.
Dina menyahut dengan keras, “Modus!“
Aldy memperhatikan suasana kerja dan senang melihat Seraphina diterima dengan baik oleh rekan-rekannya. Dia merasa pertemuan mereka seperti sebuah keajaiban. Dalam hati Aldy, dia merasakan rasa bahagia dan kagum pada penampilan Seraphina. Setiap kali melihat ke arahnya, mata Aldy selalu tertuju pada kecantikan wajahnya. Tiba-tiba, pelanggan masuk ke dalam toko. Aldy memberikan instruksi terakhir kepada semua pegawai, “ Oke.. oke.. sesi berbicara telah selesai, sekarang waktunya untuk bekerja. Pegawai lama, tolong bantu Seraphina agar dia tidak kesulitan.”
__ADS_1