
Suasana malam terasa sunyi dan sepi, tanpa suara apa pun yang mengisi ruang di sekitar rumah. Angin bertiup dengan perlahan, memberikan hawa dingin yang sempurna untuk melengkapi keindahan malam di bawah gemerlap bintang di langit. Namun, meskipun malam begitu tenang, Ariel tetap terjaga. Dia masih berada di dapur, di mana berbagai bumbu dan bahan makanan tersebar di seluruh meja, bahkan ada yang berserakan di atas meja makan.
Meskipun dapur dalam keadaan berantakan dengan berbagai bahan makanan yang berserakan, Ariel tetap fokus pada tugas memasaknya. Ia sebenarnya sudah pernah memasak di istananya sendiri, tetapi saat itu ia dibantu oleh beberapa pelayan, sehingga masakannya selalu lezat. Namun, di dunia barunya, Ariel belum memiliki pengalaman memasak. Baru-baru ini, dia memutuskan untuk mencoba memasak sendiri.
Setelah beberapa saat, makanan pertama selesai. Sebuah hidangan nasi dan ayam goreng dengan bumbu yang lezat, meskipun ada sedikit keanehan pada warna tepungnya yang terlalu cokelat, “Tapi kan rasanya enak, yang membuat jelek itu penampilannya padahal rasanya enak.“ guman Ariel.
Ariel berpikir sejenak, sesaat setelah berpikir dia mengambil bahan lain di kulkas sambil berkata, “Daripada repot, buat lagi saja.“
Ariel mulai memasak ulang hidangan dari awal. Ia mengambil bahan-bahan seperti daging ayam, daun selada, tepung, dan berbagai bumbu lainnya. Setelah semua bahan tersedia, Ariel kembali mengolahnya seperti sebelumnya. Ada banyak tahap yang harus dijalani sebelum daging bisa digoreng, jadi Ariel memanfaatkan waktu ini untuk meresapkan bumbu ke dalam daging. Saat menunggu, dia baru sadar bahwa dapur sudah sangat berantakan. Bumbu tumpah di meja, barang dapur ada yang jatuh dan botol saus pecah. Tepung terigu juga berserakan di meja makan karena saat itu Ariel kehilangan keseimbangan dan menumpahkan hampir setengah kilogram tepung.
"Aduh, bagaimana cara membersihkan ini semua?" pikir Ariel, penuh pertanyaan di kepalanya.
Kemudian, Ariel mendapatkan ide. Saat menggoreng daging nanti, dia bisa membersihkan lantai dan tempat lainnya sekaligus. Dia akan melakukan semuanya bersamaan, membersihkan sambil memasak, sehingga semuanya selesai dengan efisien. Seperti itu lah strategi yang akan digunakan.
Setelah membulatkan rencana ini, Ariel segera melaksanakannya. Dia memeriksa daging yang sudah direndam bumbu, dan daging itu sudah memiliki tekstur yang lembut. Itu adalah saat yang tepat untuk menggorengnya, jadi dia mulai memasukkan daging ke dalam wajan dengan hati-hati. Sambil menggoreng, Ariel juga membersihkan tepung dan bumbu yang tumpah di lantai. Untuk membersihkan, dia menggunakan sapu, tetapi karena campuran air dan tepung membuatnya lengket, sehingga dia juga mengambil pel dan ember berisi air. Ariel memilih sabun pembersih lantai yang efektif dan menuangkannya ke dalam ember.
Ketika Ariel sudah mengepel sebagian, daging yang digoreng sudah matang sempurna. Setelah meniriskan daging, ia melanjutkan membersihkan lantai dengan hati-hati. Hingga akhirnya, semua lantai di dapur dan ruang makan sudah bersih, meskipun meja makan dan meja dapur masih berantakan.
Ariel menghela napas panjang dan berkata pada dirinya sendiri, "Sudahlah, mari bersihkan semuanya sekaligus."
__ADS_1
Ariel mengambil alat pembersih meja dan membersihkan setiap kotoran dengan teliti. Setelah itu, dia kembali ke urusan memasak. Makanan untuk Seraphina sudah siap, dan aromanya sangat menggoda. Sementara ayam goreng yang sebelumnya gagal Ariel gunakan untuk sarapan nanti, dengan mengganti bumbunya menggunakan saus yang berbeda. Setelah semua selesai, Ariel melanjutkan membersihkan area dapur. Dalam waktu 30 menit, semua pekerjaan membersihkan sudah selesai, dan Ariel merasa puas telah menyelesaikan tugasnya dengan baik.
Dari ruang keluarga, Safy melangkah masuk ke dapur, tapi kini semuanya telah bersih dan rapi. Ariel masih berada di sana, memegang sapu dan alat pembersih lainnya.
"Putri Ariel, mengapa Anda membawa peralatan itu? Apakah mungkin Anda yang membersihkan dapur dan ruang makan?" tanya Safy dengan rasa keheranan.
"Iya, memang aku yang membersihkannya. Kalau tidak, ruangan ini akan sangat kotor," jawab Ariel.
Sesaat setelah Safy bertanya kepada Ariel, dia mengambil sapu dan alat pembersih lainnya untuk membersihkan ruang keluarga dan ruang tamu. Sementara Ariel menggunakan sihirnya untuk membantu Safy dalam pekerjaannya, sehingga pekerjaan itu menjadi lebih mudah. Hingga akhirnya, pukul 6 pagi tiba, dan mereka berdua telah menyelesaikan membersihkan halaman, hingga ke dalam rumah.
Dari tangga, Seraphina turun ke lantai bawah. Dia telah mengenakan pakaian rapi, kemeja putih lengan panjang dan celana panjang hitam. Seraphina juga memakai beberapa cincin emas yang berasal dari Kerajaan Seraphinova, serta jam tangan yang biasanya ia pakai saat bekerja. Saat melangkah ke bawah, perhatiannya tertuju pada lantai. Karena begitu bersih, cahaya dari luar terpancar di permukaan lantai seperti cermin.
"Selamat pagi juga, Safy," kata Seraphina. "Tolong buatkan aku roti panggang dan seduhkan teh herbal."
"Tentu, dimengerti," jawab Safy, lalu bergegas ke dapur.
Namun, sebelum Safy pergi terlalu jauh, Seraphina memanggilnya. "Safy, tunggu!"
"Iya, ada apa, Tuan Putri? Apakah ada yang bisa saya bantu?" tanya Safy.
__ADS_1
Sambil tersenyum pada Safy, Seraphina berkata, "Tidak ada, kok. Hanya saja... Terima kasih sudah menemani sampai saat ini. Aku sangat berterima kasih atas kesabaranmu mengikuti alur kisahku yang rumit ini."
Safy menjawab dengan hangat, "Ah, tidak. Tuan Putri tidak perlu memikirkan semuanya terlalu keras. Anda adalah orang terbaik yang pernah saya kenal. Orang lain juga pasti akan mengerti."
Setelah percakapan singkat ini, Safy kembali ke dapur untuk menyeduh teh.
Sementara itu, Ariel berada di dekat pintu depan, sedang merapikan rak sepatu. Seraphina melihatnya mengenakan baju dengan bordiran beruang di punggungnya, yang membuatnya tertawa ringan. Kemudian, dia mendekati Ariel.
"Ariel, apa yang kamu lakukan sekarang? Tumben sekali rajin. Biasanya pada jam segini kamu masih berlatih," kata Seraphina dengan nada bercanda.
Ariel menjawab, "Aku sedang membuat ruangan ini lebih rapi karena hari ini adalah hari yang sangat istimewa untuk sahabatku. Wajar saja kalau sekarang aku meninggalkan sesi latihan."
Safy kembali dengan membawa roti dan teh, semuanya dihidangkan di atas nampan. "Tuan Putri, silahkan dinikmati sarapan pagi Anda," kata Safy, meletakkannya di meja tamu. Seraphina mulai menyantap sarapan dengan tenang.
Tidak lama kemudian, Aldi tiba dengan mobilnya. Ia memarkirkan mobilnya di halaman rumah, kemudian keluar dari mobil. Dengan mengenakan jaket hitam, celana jeans, sepatu sneakers, dan tas selempang. Kacamata tergantung di bajunya memberikan sentuhan yang berbeda padanya. Seraphina hampir tidak mengenalinya sesaat, tapi Aldi terlihat sangat percaya diri dengan penampilannya yang berbeda.
Aldi masuk ke dalam rumah, menyapa Seraphina, "Selamat pagi, Phina."
"Selamat pagi, Pak Manajer. Sepertinya Anda datang terlalu awal. Janjian kita kan seharusnya jam 8, sekarang baru jam 7 lebih 5 menit," jawab Seraphina dengan senyuman.
__ADS_1