Rahasia Istri Pak Kades

Rahasia Istri Pak Kades
BAB 18. Terimakasih, Gea


__ADS_3

"Sudah, dek?"


Aku membalikkan badanku menatap ke arah Mas Ozan yang sudah siap dengan baju koko dan sarung untuk sholat, aku sendiri tengah mengobrak-abrik seisi tasku mencari mukena.


Seingatku, aku pernah membawa satu setel mukena, dan dengan sedikit perjuangan Akhirnya aku menemukannya, setelah menemukannya aku lantas memakainya dan menyusul Mas Ozan yang kini tengah menggelar sajadah di dalam kamar.


Mas Ozan yang melihatku sudah selesai memakai mukena, langsung mengumandangkan adzan yang membuatku menunggu dibelakangnya.


Tidak kusangka, pria ini memiliki sisi positif dan agamis, apakah aku akan terus mendapat gemblengan agama darinya, padahal dia adalah orang yang paling brengsek yang pernah aku temui.


Sudahlah, sejenak aku harus melupakan fakta tersebut, aku sudah mempunyai ide baru untuk membalas dendam ku kepada Kades sialan ini, dan kita hanya tinggal tunggu tanggal mainnya.


Mas Ozan sudah selesai mengumandangkan adzan, kami memulai sholat isya berjamaah kami, suasana khusyuk dan perasaan apa ini, mungkin karena kami sedang menghadap ke sang pencipta.


Disaat selesai, aku dan Mas Ozan mulai berdoa, aku tidak tahu doaku apa tapi doaku adalah semua SUAMIKU ini tidak pernah bahagia, salahkah? Aku khilaf ya Allah.


Setelah doa yang panjang, Mas Ozan mengulurkan tangannya kepadaku untuk aku Salami, tapi karena antara mau dan tidak mau dan faktanya OGAH, aku tidak mau menyentuhnya, tapi bukankah totalitas itu perlu?


Aku istrinya, jadi biarkan aku berlaku seperti seorang istri, mungkin bagi sebagian orang palingan nanti aku akan jatuh cinta pada Kades sialan ini kemudian melupakan dendam ku.


Perlu kalian catat hal ini baik-baik bahwa aku tidak akan pernah jatuh cinta padanya, semua hal ini hanya sebuah kamuflase dari segala tugas balas dendam ku.


Kalau perlu, kalimatku ini harus di screenshot, laminating dan di museumkah, Ah karena ini jadi lupa kalau tangan Mas Ozan, sudah mengulur dari tadi.


"Mau langsung tidur?" tanya Mas Ozan saat aku sudah selesai mencium tangannya.

__ADS_1


Aku lelah sebenarnya, tapi aku ingat besok adalah hari pertama penelitian yang dimana proposal pengembangan harus diselesaikan malam ini.


"Aku harus ngerjain proposal pengembangan, kalau Mas Ozan mau tidur, duluan aja gapapa," jawabku.


Mas Ozan tampak berpikir sejenak. "Mau mas bantu, pasti kamu capek."


Ga USAH SIALAN! NAJIS! Tapi cuma terucap dalam hati, apa kabar kalau ini beneran terucap dalam diriku, bisa-bisa Mas Ozan syok berkepanjangan.


"Gausah Mas, aku bisa kok," jawabku melepas mukena.


"Yaudah, Mas keluar yah," Mas Ozan berdiri dan hendak keluar.


"Kemana Mas?"


"Ke ruang tamu, buat tidur," Mas Ozan melepas kemejanya yang menyisakan kaos singletnya.


"Boleh?"


GAKLAH! NAJIS SERANJANG SAMA MAS KADES SIALAN NAUZUBILLAH BERSULAM JANNAH INI, bener gak?


"Gapapa kok."


Eh? Ngomong apa aku barusan? Boleh! What! Gea kenapa kau harus membohongi hati kecilmu yang berusaha menolak.


"Kamu nanti keganggu," jawab Mas Ozan memberikan senyum Pepsodent yang aduh, lupakan.

__ADS_1


GANGGU! KAMU ITU GANGGU BANGET BANGS, Astagfirullah jangan ngomong kasar gak baik, jangan ngomong kasar gak baik.


"Mas Ozan kan suami aku," Aku berdiri dan berjalan ke arah Mas Ozan.


Mis Izin kin suimi Iki, DAHLAH LAKNAT SEKALI SARAF-SARAF YANG MEMBUATKU BERTUTUR SEPERTI INI.


Mas Ozan tersenyum dan meraihku ke dalam dekapannya, ENGAP OI! BAU PRIA BRENGSHAKE!


"Makasih, saya tahu kamu terpaksa, tapi saya berjanji akan membuat kamu bahagia selama saya masih bernapas."


Bilang apa dia?





TBC


Assalamualaikum


Jangan Lupa Like


Jangan Lupa Komen

__ADS_1


Biar makin semangat!


__ADS_2