Rahasia Istri Pak Kades

Rahasia Istri Pak Kades
Extra Part - Wakafa Billahi Syahida


__ADS_3

#Gea.


Mendengar suara benda jatuh diluar membuatku kepo dan reflek berteriak menanyakan siapa yang ada diluar. Dan yang terdengar hanyalah suara kucing.


Astaga, aegabut itukah kucing di rumahku sampai ingin mengintip malam pertamaku dengan Mas Ozan. Lagipula ini bukan malam pertama lagi dan kami tidak akan melakukan apa-apa malam ini.


Mas Ozan kini sudah berada diatas ranjang, memainkan ponselnya setelah ia selesai mandi. Sedangkan aku, aku baru saja selesai mandi di kamar mandi yang berada didalam kamarku, dan ikut naik ke atas ranjang hanya dengan memakai handuk toh Mas Ozan sekarang juga bertelanjang dada.


INGAT! KAMI GAK BAKAL NGAPA-NGAPAIN DAN YANG BERHARAP ADEGAN ADUHAI ITU MOHON MAAF BANGET YAH. GAK BAKAL ADA BUND!


Setelan Mas Ozan menggoda sih, seperti suami di rumah pada umumnya, dia hanya memakai celana pendek training yang sering dia gunakan berolahraga dengan memamerkan dada bidang serta perut six pack nya.


Cowok tuh gitu, dia bebas pamer dan telanjang dada coba aja kalau aku yang gitu dah digiring ke kantor polisi pasal berlapis.


Tapi jujur, Mas Ozan belum pernah melepas baju di depan umum kalaupun dia memakai celana pendek di depan umum untuk berolahraga dia memakai leging dulu. Katanya sih Aurorat yah eh maksudku aurat.


Karena ternyata cowok juga ada aurat yaitu dari pusar sampai lutut, dan beruntungnya aku punya suami yang menjaga betul auratnya, apa perlu Mas Ozan bercadar biar ke gantengan nya gak diumbar-umbar.


Mubazir, buat aku aja semua.


Aku naik ke atas ranjang dan melesat masuk ke pangkuan Mas Ozan, jadi posisinya kini aku tengah dipangku oleh Mas Ozan dengan tangannya yang melingkar di dadaku.


Mas Ozan menaruh ponselnya kemudian memelukku erat sambil terus menciumi leherku.


Betapa romantis nya kamu. Jangan iri pemirsa.


"Kamu kenapa, kok manja begini?" tanya Mas Ozan masih betah menciumi leherku dan yang aku rasakan kini sudah sampai dengan pipiku, bentar lagi bibir di comot, lihat aja deh.


"Gapapa, mau aja," jawabku menyandarkan kepala di bahu Mas Ozan.


Gamau ngapa-ngapain tapi ganjen, dasar Gea tidak ramah bintang satu. Itulah diriku yang kini sok manja didepan Mas Ozan.


"Gamau. Malam Pertama Mas?" tanyaku pada Mas Ozan.


To The Point sekali pemirsa! Gea hebat! Mainmu hebat Gea, Mak dan Abah pasti bangga. Mas Ozan sendiri hanya tertawa kemudian semakin gencar menciumiku.

__ADS_1


"Kamu kuat?"


Aku terdiam, malu banget astagfirullah akhi! Jujurly adek gak kuat.


"Dek, Mas boleh minta sesuatu gak?" tanya Mas Ozan yang membuatku mengangguk.


"Apa?"


"Mas mau ke makam Ratna, Mas mau minta maaf secara langsung, boleh gak?" tanya Mas Ozan kembali. "Penyesalan itu masih dek. Terlebih target penyesalan Mas sudah meninggal."


"Boleh, tapi itu ada di desa Mas, Abah dan Mak emang mau mau kesana lusa. Tapi aku gak yakin, kejadian lima tahun lalu membuat keluarga aku dibenci banget sama warga desa," jawabku kembali mengenang masa kelam itu.


Mas Ozan semakin dalam memelukku dan menciumi tubuhku. "Tenang. Jangan takut kali ini ada Mas."


Aku yang mendengar itu hanya mengangguk yakin saja dan berharap Mas Ozan benar dengan ucapannya.


Mas Ozan kemudian bangkit dan mengangkat tubuhku dia menidurkanku di ranjang dan tersenyum pelan.


"Kata kamu. Kamu mau malam pertama kan?"


Mas Ozan melepas celananya dan astaga sekarang kalian tahulah pemirsa, aku gak mau jelasin apapun lagi aku cuma mau bilang.


Biar Allah Yang Menjadi Saksinya.





#Gea.


Setelah pergumulan semalam, malam pertama kesekian kali maksudku. Ahahaha astagfirullah aku bangun jam delapan, Mas Ozan udah gak ada disampingku.


Aku merasakan sesuatu yang ga enak dari badanku, dan rasa-rasanya akan terjadi sesuatu, aku berjalan ke arah kamar mandi yang ada di dalam kamar dan benar saja aku datang bulan pemirsa.

__ADS_1


Gak tepat gak sih, untung udah malam pertama kemarin. Aku merasa moodku hancur. Datang bulan itu berat gak kayak datang matahari banyak diskon.


Perutku agak lain dan untungnya aku masih punya stok pembalut dan setelah bebersih. Aku berjalan keluar kamar dengan lunglai untuk mencari Mas Ozan.


Aku tidak memperhatikan keadaan sekitar saat keluar dari kamar karena kalau badmood begini jadi malas. Datang bulan bisa mood berantakan banget sumpah deh!


"Mas Ozan!"


"Kenapa dek?" tanya Mas Ozan yang entah darimana datangnya sudah ada di depanku.


Aku langsung saja memeluk Mas Ozan dan naik ke gendongannya, Mas Ozan yang melihat itu pasrah saja dan menggendongku ala koala.


Aku membenamkan wajah di pundak Mas Ozan. "Gak Mood, pengen makan risol."


"Ehem!"


Suara deheman siapa itu. Aku mengangkat kepala dan menatap ke arah ruang tamu, ada Abah, Mak, Babah Adam, Bunda Dikta, Kak Akta, Enjel dan Vall.


Aku rasa mereka menginap semalam dan sekarang mereka tengah menatap ke arah kami yang masih pagi sudah meresahkan.


Biarin deh, mau dimanja aku tuh.


"Bucin!" teriak Vall disambut anggukan kepala Akta.


"Bener tuh si Paling Bucin!"


"Kak Akta sama Vall jomblo diem! Nanti kalian jodoh kasian anaknya gaada yang memperbaiki keturunan nanti," jawabku yang membuat Vall dan Kak Akta menatap tajam kepadaku.





Assalamualaikum

__ADS_1


Jangan Lupa Like


Udah cukup gak nih Bonchapnya.


__ADS_2