Rahasia Istri Pak Kades

Rahasia Istri Pak Kades
BAB 32. Kalimat Paling Indah


__ADS_3

#Gea


Aku dan Bunda Dikta memulai sesi seminar ini dengan materi-materi kecil yang menjadi pembuka sebelum masuk ke sesi tanya jawab.


Pembawa acara seminar ini, tampak memancing animo para peserta yang hadir untuk mengajukan pertanyaan, seorang wanita yang kupikir sesusiaku berdiri dan mengajukan pertanyaan.


"Saya ingin bertanya, tetapi kepada Mbak Gea, menurut Mbak Gea, apa tujuan dari sebuah hubungan dalam berpasangan itu sendiri?"


Aku terdiam, ini tampaknya sangat kontras dengan pola pikir hatiku yang berbanding terbalik, aku meraih mic yang ada di sampingku kemudian mulai menjawab.


"Halo, Mbak, terimakasih sebelumnya atas pertanyaannya, menurut saya tujuan dari sebuah hubungan berpasangan itu adalah berpikir bersama bukan berpikir bersama, karena itulah kunci dimana sebuah hubungan akan tercipta nantinya," jawabku yang membuat audiens terdiam. "Mungkin dari Bunda Dikta, ada pendapat lain."


Bunda Dikta mengangguk, beliau juga mengambil mic dan berdiri. "Kata Nak Gea ini benar sekali, tujuan dari sebuah hubungan itu adalah berpikir bersama bukan berpikir sama, kalau dari sudut pandang pernikahan, berhubung saya adalah seorang motivator pernikahan, ada sebuah istilah untuk kita semua."


"Istri itu adalah sebuah kota, dan suami adalah penduduknya, jadi si penduduk ini harus siap dengan perubahan cuaca yang bisa terjadi pada kotanya, jadi betapa beruntungnya seorang istri yang memiliki suami pengertian."


Tunggu! Betapa beruntungnya? Aku sedikit terdiam atas kalimat Bunda Dikta, bukankah Mas Ozan itu adalah tipikal pria paling pengertian yang pernah aku temui, tapi aku malah meninggalkannya begitu saja.


Rasanya aku tidak pantas berdiri disini.


"Bunda, bagaimana sebuah hubungan bisa dilandasi dengan sesuatu?" tanya seorang audiens kembali.


"Hubungan itu dilandasi dengan sebuah kejujuran dan kepercayaan, jika kejujuran adalah matanya, maka kepercayaan adalah hatinya," jawab Bunda Dikta.


"Kenapa kita harus yakin dengan hal yang berhubungan dengan hubungan?" Pertanyaan kembali datang.


Aku masih terdiam dan membiarkan Bunda Dikta saja untuk menjawab, Bunda Dikta mengambil mic kembali dan mulai menjawab.


"Jangan ragu pada apa yang Allah takdirkan, karena sesungguhnya jodoh itu sudah diatur oleh Allah jauh sebelum kita diciptakan."


"Iman Syafi'i pernah berkata, Jangan mencintai orang yang tidak mencintai Allah. Jika mereka bisa meninggalkan Allah, maka mereka juga akan meninggalkanmu," lanjut Bunda Dikta.

__ADS_1


Aku terdiam, kalimat Bunda Dikta benar-benar menamparku dengan sangat dalam, aku merasa malu pada diriku sendiri karena pada dasarnya hubungan pernikahanku tidak baik-baik saja.


"Mbak Gea, bagaimana menurut Mbak Gea tentang istilah dibalik pria hebat ada wanita hebat dibelakangnya?" tanya seorang lagi.


"Tidak ada wanita dibelakang pria hebat, karena wanita hebat akan ada disamping pria hebat itu, bukan dibelakangnya," jawabku lugas.


Munafik Gea!


Disaat momen seperti ini, seorang pria tampak datang dari tribun peserta seminar memakai sebuah topi dan masker hitam membawa sebuah boneka karakter yang di adaptasi dari sebuah animasi terkenal Winnie the Pooh.


Aku mengenalnya, itu Mas Ozan, dia ada disini, semua ketakutan dan kekhawatiranku akhirnya terjadi juga.


"Dek?"


Semua peserta seminar terdiam, bingung dengan apa yang terjadi didepan mereka, Mas Ozan sendiri dia kini sudah berada didepanku, tepat di depanku.


Ia mengangkat kepalanya dan membuka maskernya, matanya memerah dan ia menatapku lirih sebelum air mata keluar dari sana.


"Mas, Rindu sama kamu Dek," bisik Mas Ozan padaku. "Goodbye hurt the most when the story is not finished and the book has been closed forever."


"Kita gak seharusnya begini Mas, Mas udah tahu kan kebenarannya, Gea bukanlah istri yang sesuai untuk Mas Ozan," ujarku menunduk.


"Tidak dek, kamu yang terbaik yang pernah Mas temui, jangan hukum Mas sendiri didalam perasaan Mas, setidaknya biarkan Mas menebus perasaan bersalah Mas pada Ratna."


"Apa tujuan kedatangan Mas Ozan kesini, untuk menebus kesalahan Mas Ozan? Tidak perlu, semuanya sudah menjadi masa lalu aku tidak punya dendam lagi."


"Bukan hanya menebus, Mas ingin membawa pulang istri dan anak Mas serta memenuhi janji untuk menjaga kamu selama Mas masih bernapas."


Aku tertawa renyah, kenapa kalimatnya begitu dalam menusuk? Mas Ozan perlahan mengusap kepalaku, aku terdiam.


Jangan membayangkan adegan dari drama Crash Landing On You, Gea! Kau sedang tidak hidup dalam drama Korea.

__ADS_1


Tapi aku merindukan usapan ini! Aku perlahan menangis dan menunduk. "Mas Ozan jahat! Mas Ozan bikin aku tidak punya kemampuan apa-apa sekarang!"


Mas Ozan meraih daguku, mengangkatnya dan tersenyum pelan. "Kamu tahu kalimat terbaik dari karakter boneka ini?"


Mas Ozan menunjukkan boneka Winnie The Pooh itu. "Kalimatnya adalah, How lucky I am to have something that makes saying goodbye so hard."


Aku tahu, artinya adalah Betapa beruntungnya saya memiliki alasan yang membuat mengucapkan selamat tinggal begitu sulit.


"Dan apa alasan Mas?"


"Kamu sayang! Kamu adalah alasan terbesar Mas untuk tidak mengucapkan selamat tinggal!"


Mas Ozan mendekatkan wajahnya dan mencium, dia mencium bibirku sekilas, membuatku terdiam, itu adalah first kissku tidak itu adalah ciuman keduaku.


Karena ciuman pertamaku sudah direbut oelh cinta pertamaku yaitu Abah sendiri, cinta pertama bagi putrinya, dan bisa-bisanya aku pasrah dicium oleh Mas Ozan kali ini.


Tidak begitu kaget, karena dia suamiku.


"Mas sangat mencintai kamu dek!"


"A-aku-"





Assalamualaikum


Jangan Lupa Like

__ADS_1


Ayok komen yang banyak!


Betewe tadi baca komen ada yang manggil Mak Author, hehehe kakak, Author tuh cowok dan masih delapan belas tahun hiks~ panggil adek aja hehehe


__ADS_2