Rahasia Istri Pak Kades

Rahasia Istri Pak Kades
BAB 47. Akad | TAMAT


__ADS_3

#Gea


Hari ini adalah akad nikah aku yang kedua kalinya dengan Mas Ozan, rasanya seperti menjadi anak perawan kembali yang sedang dipersunting oleh pria idamannya.


Jika dulu aku melakukannya karena terpaksa, tapi kali ini aku melakukannya karena memang aku cinta dengan Mas Ozan.


Aku kini tengah memakai busana pengantin milikku, bukan busana adat melainkan hanya sebuah tampilan formal saja yah grown putih dan aku yakin Mas Ozan pasti juga memakai setelan dengan warna senada.


"Gea, sudah siap?"


"Iyek, Mak," Aku berdiri setelah menatap wajahku untuk sekian lamanya di depan cermin.


Aku berjalan menghampiri Mak yang ada di ambang pintu dimana Mak sudah menunggu, grown gaun ini menurutku terlalu ribet, kenapa gak pake Jeans aja gitu yah, buat nikah.


Oke aku salah, dikira ini mau tour panjat gunung, aku berjalan bersama Mak menuju ruang tamu dimana disana sudah ada Mas Ozan, Babah Adam, Bunda Dikta dan Kak Akta yang sudah menunggu.


Penghulu dan Abah juga sudah ada disana, akad ulang kami dilakukan di kediaman Abah sendiri yah di rumahku sendiri, disana juga sudah ada Vall dan Enjel serta Pak Ed suaminya.


Aku merasa bahagia karena di hari bahagiaku, orang-orang yang aku sayangi berdatangan semua.


Aku di bantu Mak untuk duduk disamping Mas Ozan, disebuah kursi yang terletak di depan meja, dengan Babah Adam di sebelah kiri, Abah di sebelah kanan dan Penghulu ditengah yang berhadapan dengan kami.


"Bagaimana, siap?" tanya Penghulu tersebut kepada Mas.


Mas Ozan mengatur napas dan menganggukkan kepalanya. "Insha Allah, siap Pak."

__ADS_1


"Sebelum melakukan akad nikah ini, izinkan saya menyampaikan sedikit ilmu yang saya ketahui yah, mungkin tamu undangan disini turut bertanya, apakah akad kedua ini sah, sedangkan kedua mempelai sudah melakukan akad sebelumnya, jawabannya sah yah, karena tujuan dari akad nikah ini adalah menyempurnakan akad pertama dengan sebaik-baiknya saksi dan menjadi lebih sah, lantas jika akad kedua ini dilakukan apakah akad pertama akan rusak."


Aku dan Mas Ozan terdiam mendengarkan khotbah singkat dari penghulu kami, karena memang ini adalah ilmu baru dalam pernikahan yang kami baru tahu.


“Abu ‘Ashim bercerita kepada kami dari Yazid bin Abu Ubaid dari Salamah ia berkata, “Nabi membaiat kami di bawah sebuah pohon. Beliau berkata kepada, “Ya, Salamah, tidakkah engkau ikut berbaiat?” Aku menjawab, “Aku telah berbaiat di yang pertama ya Rasulullah.” Beliau bersabda, “Yang kedua.”


"Dalam menjelaskan sebuah hadits tentang hal tersebut, Imam Ibnu Hajar Al-Asqalani dalam kitab Fathul Bari mengutip perkataan Ibnul Munir yang menyatakan bahwa," Penghulu itu memberi jeda. "Dari hadits tersebut dapat diambil satu kesimpulan bahwa mengulangi akad dalam pernikahan dan perkara lainnya tidaklah merusak akad yang pertama."


Aku sebenarnya tidak terlalu mengerti, tapi aku yakin apa yang disampaikan penghulu tersebut adalah hal yang baik berisi penjelasan yang tepat.


"Baiklah mari kita mulai akadnya," Penghulu tersebut membimbing Abah untuk menjabat tangan Mas Ozan untuk mengucap kata sakral pernikahan akad kami.


"Bismilah, silakan Pak Ashraf," Penghulu itu kembali mengarahkan mic ke mulut Abah.


Hening! Setelah Abah mengucapkan itu, tinggal Mas Ozan yang bertugas menjawabnya, rasanya deg-degan walaupun kami sudah melakukannya dulu.


"Saya terima nikah dan kawinnya, Geavanni Ashraf binti Ashraf Gunahadi, dengan mas kawin (Dirahasiakan) tersebut dan seperangkat alat sholat, dibayar tunai!"


Pak Penghulu meraih mic kembali dan mengkonfirmasi akad kami kepada para saksi. "BAGAIMANA PARA SAKSI?"


"Sah!" Teriakan mereka semua serentak membuatku dan Mas Ozan sontak mengucap syukur Alhamdulillah.


"Alhamdulillah, kalian berdua sudah sah menjadi pasangan suami istri walaupun sebelumnya juga sudah sah yah," Pak Penghulu menepuk pundak Mas Ozan kemudian membaca doa.


Rasanya terharu, aku sudah menemukan puncak dari konflik etika dari balas dendamku, satu pelajaran yang aku sangat hargai dalam perjalanan hidup ini.

__ADS_1


Bukan seberapa banyak kamu bangkit dari rasa sakit tapi seberapa lama kamu bertahan.





TAMAT


Alhamdulillah, akhirnya Novel Pak Kades Tamat, tapi tenang bakal banyak Bonchap setelah ini tentang kehidupan Pak Kades sampai anak kedua mereka Launching, gimana setuju gak.


Istirahat dulu yah, tapi gak lama kok tetap Favoritkan Novel ini yah~


Assalamualaikum.






__ADS_1


__ADS_2