Rahasia Istri Pak Kades

Rahasia Istri Pak Kades
BAB 39. Cinta Subuh


__ADS_3

#Gea


"Dek?"


Aku tengah tertidur di ranjang memeluk Gibran, sebelum bisikan terdengar di telingaku yang membuatku membuka mata perlahan.


Rasanya nyawaku belum terkumpul sempurna, bagaimana tidak aku tidak tahu jam berapa ini, aku hanya nenggumam dan membuka mata, dan tersangka utamanya adalah Mas Ozan.


"Dek, bangun udah subuh," bisik Mas Ozan kembali.


Mataku yang tadi sudah kembali tertutup memaksa untuk terbuka, aku menatap wajah Mas Ozan dan mengambil posisi duduk.


"Jam berapa sih, Mas?" tanyaku yang ini nyawaku masih melayang entah kemana yah, masih ngambang gitu.


Pernah gak ngalamin, kalian dipaksa bangun tapi ngumpulin nyawanya itu bisa berjam-jam dan itu tuh kayak kalian makan Indomie tapi pas habis makan bakwan se baskom, eneg gitu.


"Abah sama Mak, ngajakin kita sholat subuh berjamaah, sana cuci muka sama ambil air wudhu dulu," jawab Mas Ozan.


Menurut ajalah, biar cepat selesai dan tidur lagi, aku beranjak dari ranjang, tapi saat aku berdiri Mas Ozan menarik tanganku yang membuatku terjatuh ke pelukannya.


Oke kali ini mataku terbuka sempurna, aduh Assalamualaikum Imamku, masih subuh udah mempesona aja, langsung jreng nih mata.


Ibarat kata yah, Mas Ozan itu terlalu bitcoin untuk aku yang koin Timezone, aduh ya Allah dia suamiku apa bukan sih? Langit dan bumi banget.


"Nanti dulu deh," bisik Mas Ozan lagi.

__ADS_1


Aku menatap wajahnya kemudian ikut berbisik. "Kenapa?"


"Cium dulu," jawab Mas Ozan kembali berbisik.


Demi apa kami berdua ngobrol kayak buronan bisik-bisikan gini, tapi demi apapun suara Mas Ozan mau kayak tikus keselek somay tetap aja seksi gitu.


"Ditungguin Abah, loh," jawabku mencoba menolak dan hendak pergi lagi.


Tapi kembali gagal karena Mas Ozan, lagi-lagi menarik tanganku yang membuatku kali ini langsung berada di gendongannya.


Aku kini di gendong oleh Mas Ozan ala bayi koala, dengan kakiku yang reflek memeluk pinggang Mas Ozan.


"Cium dulu," Mas Ozan berbisik begitu mesra.


"Jadi, kamu gak mau?"


Aku menyerah, yasudahlah, dia juga suamiku, aku mendekatkan wajahku dengan wajah Mas Ozan, hampir saja proses tubrukan antar dua benda kenyal sepasang suami istri terjadi sebelum.


"Zan, Gea, udah selesai siap-siapnya, Nak? Udah selesai Azan ini," jawab Mak yang berada di ambang pintu dengan mukenanya.


Astaga! DIPERGOKIN GIBRAN BUKAN, DIPERGOKIN MAK SENDIRI, nih malu sampai ke ubun-ubun ya Allah.


Malu, aku malu!


Mas Ozan langsung melepas pelukan dan tersenyum kikuk, besok akan aku gembok pintu kamar itu, karena itu privasi banget untuk kami.

__ADS_1


Atau aku maksa Mas Ozan aja buat balik ke desa biar aku gak tergoda terus, eh selain itu ada Gibran kan.


Kenapa ADEGAN UWU kami selalu terhalang Begini, sangat-sangat melebihi drama Korea yang judulnya She Was Pretty.


Percintaan ku dengan Mas Ozan kalau gak plot twist yah kepergok.


Mak keluar dari kamar setelah menutup pintu, mungkin Mak sudah lihat tadi, pipiku masih memerah, Mas Ozan tertawa kecil sangat kecil tapi renyah.


Dia mengusap rambutku dan menggesekkan hidungnya ke hidungku. "Mas Tunggu diluar yah."


Aku mengangguk dan bergegas ke kamar mandi, gimana aku gak melting, klepek-klepek apalagi sampai jumpalitan jatuh hati.


Masih pagi udah dibuat baper begini, kayaknya suami seperti Mas Ozan itu Seribu satu kalau seribu tiga itu gorengan.





Assalamualaikum


Jangan Lupa Like


Komen yang banyak yah, kangen deh kalian ramein kolom komentar biar author update lagi.

__ADS_1


__ADS_2