Rahasia Istri Pak Kades

Rahasia Istri Pak Kades
Extra Part - Ngeselin?


__ADS_3

#Ozan.


Sepertinya Gea. Benar-benar datang bulan, untung semalam kami masih sempat melakukan hal itu, saya sadar betul ketika dalam kondisi datang bulan insting dan perasaan Gea kadang bisa berubah-ubah.


Itu sendiri dikarenakan dia mengalami perubahan mood yang biasa terjadi pada wanita yang sedang datang bulan. Buktinya sekarang kami sedang diteras rumah setelah Gea meminta risol tadi pagi.


Saya dan Kak Akta terpaksa mencari risol disekitar sini dan bagusnya kami menemukan risol tersebut dan segera pulang ke rumah.


"Kok gak dimakan?" Saya menatap Gea yang sedari tadi tidak menyentuh risol tersebut.


"Gak mood."


"Lah, kok gitu?"


"Yah terserah akulah, Mas!" Gea menaikkan nada bicaranya yang membuatku hanya mengangguk pasrah.


Saya menatap Gea sejenak kemudian fokus bermain ponsel sebelum Gea berdehem yang membuat saya menaruh semua fokus saya Kepada Gea.


"Mau sesuatu?"


"Ga!"


"Mau makan, apa sayang?"


"Ga!"


"Kamu datang bulan yah. Sayang?"


"Iya!"

__ADS_1


"Pantas ngeselin," Saya benar-benar keceplosan disini sedangkan Gea langsung melotot menatap saya tajam.


Saya menelan ludah sejenak. Sedangkan Gea sudah melipat kedua tangannya. "Siapa yang ngeselin!"


"Mas, sayang, Mas yang ngeselin, kamu mana pernah ngeselin," jawab saya mengalihkan pembicaraan.


Saya menarik Gea ke dalam pelukan saya dan mendekapnya erat. Gea yang mendapat perlakuan seperti itu hanya membalas pelukan saya pelan.


"Perut aku. Kram," bisik Gea lemas.


Ini efek karena dia datang bulan tentunya. Saya segera menggendong Gea dan membawanya masuk ke kamar, menidurkannya diatas ranjang dan memilih pergi ke dapur.


Di dapur saya bertemu Mak dan Bunda Dikta yang tengah melakukan sesuatu. "Zan, nyari apa?"


Saya yang sedang sibuk mengambil mangkok dan sendok, melirik sekilas Bunda Dikta yang tadi bertanya.


"Ada pisang gak bunda?"


"Gea lagi haid, Dia butuh banyak makan magnesium yah pisang juga banyak kandungan magnesiumnya," jawab saya ala kadarnya karena memang setahu saya memang begitu.


Bunda berjalan ke counter dapur dan mengambil sesuatu itu adalah pisang. Bunda Dikta memberikan pisang itu kepada saya.


"Mangkok itu buat apa?"


"Pisangnya mau dijadiin bubur aja," jawab saya.


"Gausah nak Fauzan. Langsung dimakan saja nanti. Biar efeknya terasa," ujar Mak yang sedang fokus membersihkan ikan.


"Benar kata Mama mertua kamu. Langsung kasih makan aja," timpal Bunda Dikta.

__ADS_1


Mendengar saran tersebut membuat saya hanya menganggukkan kepala kemudian membawa pisang tadi masuk ke kamar menemui Gea.


Sesampainya di kamar. Saya langsung duduk disamping Gea yang juga duduk di tepi ranjang, Gea langsung memeluk tubuh saya dan mendekapnya erat.


"Mas Ozan darimana?"


"Nih. Makan yah biar agak enakan," Saya memberikan pisang itu kepada Gea.


Gea hanya menerima pisang tersebut kemudian menatap saya dalam. Seolah bertanya tapi tidak jadi, dan dia langsung memilih memakan pisang tersebut.


"Gak enak yah datang bulan?"


"Gak!"


"Kenapa?" tanya saya yang kini mengurut punggung Gea karena saya tahu dia pasti akan merasakan nyeri di area belakang.


"Nyeri semua, terus rasanya pengen makan orang," jawab Gea yang membuat saya tersenyum dalam.


Setelah menghabiskan pisang nya, saya mengarahkan Gea untuk berbaring di ranjang dan membuat saya bisa menyingkap baju Gea setinggi buah dadanya.


Jangan berpikiran aneh, sebagai suami kita harus peka terhadap kondisi istri yang tengah datang bulan, memijit di bagian bawah perut mampu mengatasi nyeri yang dia alami.


Dan saya tengah melakukannya kepada Gea.




__ADS_1


Assalamualaikum


Jangan Lupa Like


__ADS_2