Rahasia Istri Pak Kades

Rahasia Istri Pak Kades
BAB 37. Singkat, Padat dan Mesra


__ADS_3

#Gea


"Eh, Bran, ada apa sayang?" tanyaku mengambil posisi duduk sementara Mas Ozan memilih menghampiri tasnya.


"Kakek sama Nenek, manggil Mama sama Papa buat makan malam, udah nungguin di meja makan," jawab Gibran yang membuat Gea mengangguk.


"Yaudah, Gibran duluan aja, nanti Mama sama Papa nyusul yah," Aku memperbaiki posisi dudukku.


Gibran mengangguk kemudian berjalan keluar dari kamar sedangkan Mas Ozan disana sudah memakai celananya, aku berdiri mengambil handuk kecil dan berjalan ke arah Mas Ozan.


"Masih basah, Mas," Aku mengeringkan kepala Mas Ozan dengan handuk sebelum membantu memakaikan bajunya. "Yaudah yuk kita makan."


Kalian menginginkan adegan apa huh? Aku mengeringkan rambut Mas Ozan sembari melantunkan kata-kata romantis, astagfirullah halusinasi kalian.


Aku memilih berjalan keluar dari kamar sebelum Mas Ozan menarik tanganku yang membuat aku seketika tersentak ke dalam pelukan Mas Ozan.


Mas Ozan tidak mengucapkan sepatah katapun dia hanya mengangkat kedua alisnya dan menaik turunkannya sebelum tersenyum smirk.


Sumpah demi apapun! Kadar ketampanan Mas Ozan benar-benar meningkat sekarang, mungkin karena aku memandangnya dengan cinta, aduh Gea!


Biar aku mendeskripsikan Mas Ozan untuk kalian, aku sadar kalian hanya bisa menghalu dengan suamiku ini, karena seberapa keraspun kalian ingin merebut Mas Ozan, kalau Mas Ozan milih aku, kalian bisa apa toh yah.


Aku ngedumel aja dapat suami ganteng, apalagi ngomong langsung.


Mas Ozan itu pertama ini sudah sering aku jelaskan, Babah Adam merupakan keturunan Turki sehingga wajahnya yang Arab itu turun kepada Mas Ozan.


Sedangkan Kak Akta itu menurun dari Bunda Dikta yang dimana Bunda Dikta asli Semarang dan lokal, tapi keduanya benar-benar definisi paket lengkap idaman.


Apalagi Mas Ozan, tinggi dengan brewok rapi, senyumnya menawan, belum lagi lesung pipinya, aku gak menyesal dulu pas disuruh Mak nyapu gak bersih.


Mak pasti bakal bilang, kalau gak bersih suaminya brewokan, doa ibu itu nyata yah, suamiku beneran brewokan, tapi demi apapun kalau brewokannya modelan Mas Ozan.


Insha Allah aku ikhlas.

__ADS_1


"Dek, bisa minta waktu kamu sebentar gak?"


Seumur hidup aja aku rela Mas! Mau diapain aku nih?


"A-apa?"


"Mas, pengen itu," jawab Mas Ozan.


Ambigu! Itu pengen itu, itunya apa Mas! Mas Ozan mendekatkan wajahnya, astaga adegan ini yang dinanti-nantikan.


Hembusan napas Mas Ozan mendera di area wajahku, bau mint dan bau sabun beraroma berry milik Mas Ozan tercium.


Eh sabun itu punyaku, karena aroma berry kesukaanku.


"Mama, kok lama?"


Tepat!


"Daritadi, Papa ngapain Mama sih?" tanya Gibran pada Mas Ozan.


Mau dinodain Nak! Hampir ternoda Mama kamu dibuat sama Papa ganteng kamu itu, masih diraba belum dilanjutkan.


"Ada nyamuk, di pipi Mama kamu," jawab Mas Ozan. "Jadi Papa cium dikit, biar nyamuknya tahu kalau Mama kamu hak milik Papa."


Laki-laki tuh gini nih, asal bilang aja, tuh nanri Gibran nanti nanyanya macam-macam gamau tanggung jawab kan aku yang repot, Ku un-husband ajalah.


"Oh."


Eh? Cuma Oh doang jawab Gibran, nih anak sejak kapan berlaga sok kulkas begini, jangan sampai gedenya Gibran kayak CEO di novel-novel, CEO pada dingin tapi kalau bucin MashaAllah, kepala bisa dikaki, kaki bisa di kepala.


"Yaudah yuk Makan," Mas Ozan menggendong Gibran dan berjalan keluar dari kamar meninggalkanku disini dengan keadaan dia tanpa merasa berdosa sedikitpun.


Oke aku sekarang dikelilingi dua pria yang sifatnya benar-benar sama, suami dan anak, aku belum keluar dari kamar.

__ADS_1


Aku memilih membereskan laptop dulu sampai aku menemukan sebuah fotoku dengan kak Ratna dulu.


Mungkin ini keinginan kak Ratna, tapi aku belum menjelaskan ke Gibran kalau aku bukan Ibu kandungnya, apakah aku harus jujur sekarang.


Tapi aku takut, sifat Gibran berubah dan malah membenci aku, aku takut kehilangan anak itu.


Dilema rasanya.





Assalamualaikum


Jangan Lupa Like


Mas Ozan nih! Kayaknya adegan Uwu nungguin Gibran bobok dulu.



Ayok Komen yang banyak! Biar aku Update lagi nanti, tapi Author ada lagu tahu buat kalian.


Lagunya tuh gini:


Meskipun readersku tak bersayappp


Ku tetap percaya...


Kalian pasti bisa ngereog di komennnnn


Ini ga nyambung sih, oke next episode author usaha lagi buat nyanyi :)

__ADS_1


__ADS_2