
Keganjilan yang Bayu alami selama bekerja di keluarga Ren, sebenarnya membuatnya tidak betah, tapi apa daya dia harus mengesampingkan rasa tak nyamannya, demi sesuap nasi.
Terlebih kalau dia resign, apa mungkin bisa mendapatkan bos yang baik, seperti ayahnya Ren.
Jadi tak masalah selama urusan perut lancar, menemani anak gadis bos nya yang menurut Bayu unik, tak masalah.
Ketika mengantarkan ayah Ren, ke tempat kerjanya, Bayu tidak menyangka, ketika ayah Ren, bertanya tentang tanggapan Bayu soal anaknya.
Bayu serba salah, takut salah menjawab, bisa berakibat fatal terhadap pekerjaannya nanti. Tapi Bayu mencoba jujur, awalnya dia merasa aneh tapi lama-kelamaan, terbiasa.
Mendengar jawaban Bayu, ayah Ren justru mengucapkan terima kasih, karena mau menerima Ren, dan berteman dengan anaknya.
Padahal dimata bawahannya, ayah Ren tahu kalau mereka menganggap kehidupan keluarga atasannya sangat menyedihkan, percuma memiliki harta benda melimpah, tapi keturunannya tidak normal.
"Bagi saya, nona Ren itu istimewa, buktinya dia punya keterampilan menggambar secara otodidak" ucap Bayu
"Bertemanlah dengannya, saya lihat kalian cukup akrab, sejak Ruli meninggal, saya belum pernah melihat dia sebahagia sekarang, dan semenjak kamu datang, saya melihat dia semakin membaik"
"Saya hanya melakukan apa yang seharusnya pak" jawab Bayu.
"Saya sejujurnya, ingin seperti orang tua yang lain, melihat anaknya sekolah, dan seharusnya sekarang Ren sudah kuliah, tapi kondisinya tidak memungkinkan"
"Saya rasa semua tidak perlu dipaksa pak, semua yang bapak lakukan, demi kebaikan nona Ren sendiri, saran saya, omongan orang jangan terlalu dipedulikan"
"Kamu benar Bayu, saya senang punya teman ngobrol seperti kamu, memang usiamu muda dari saya, tapi pemikiran mu dewasa"
"Saya hanya melakukan apa yang menurut saya benar pak" jawab Bayu.
"Saya punya rencana ingin membuat acara ulang tahun untuk Ren, selama ini, acara ulang tahunnya, hanya dirayakan sesama keluarga saja, dan rasanya sedih melihatnya, hanya saja kalau harus mengundang orang luar, saya takut, cara pandang orang lain terhadap Ren, akan membuat anak tersebut merasa tidak nyaman"
__ADS_1
"Saya rasa, nona Ren, tetap bahagia, meskipun acara ulang tahunnya, hanya dirayakan bersama keluarganya, sesuatu yang tidak bisa dipaksakan jangan pernah dipaksa pak"
"Begitu ya, terima kasih ya, atas sarannya"
"Sudah sewajarnya memberi saran, jika diminta pak, dan saya merasa terhormat, bisa bapak percaya"
"Rasanya saya tidak salah pilih" ujar ayah Ren, yang meminta Bayu membangunkannya, kalau sudah sampai rumah, karena dia merasa sangat mengantuk.
Tapi baru setengah jalan, ayah Ren mendadak terbangun dari tidurnya, dengan wajah ketakutan, dan tentu saja membuat Bayu kaget, dan kemudian menepikan mobil di tempat parkir.
"Minum dulu pak, sepertinya anda mimpi buruk" ucap Bayu
"Seorang gadis, yang wajahnya samar-samar, ingin membunuh saya, katanya ingin membalas dendam, dan apalagi yang dia katakan ya, ah ia, saya ingat, dia mengatakan pilihan saya salah, sembari menyeringai"
"Mungkin karena bapak kelelahan bekerja, anggap saja bunga tidur pak, jangan terlalu dipikirkan" ucap Bayu mencoba menenangkan ayah Ren.
Setelah dirasa tenang, Bayu kembali mengemudikan mobil bos-nya, tapi kali ini dengan kecepatan sedang, karena ayah Ren, mengatakan ingin cepat sampai dirumah, dia ingin beristirahat menenangkan pikiran.
Pilihan yang salah, apa maksudnya, hal itu yang terus dipikirkan oleh ayah Ren. Kenapa akhir-akhir ini, kejadian yang terjadi di keluarganya terasa aneh dan janggal, apa karena keanehan yang dialami Ren selama ini, sudah membuat orang terdekatnya juga ikut merasakannya, tapi ayah Ren, menepis semua perkiraannya, tak pantas dia menjadikan apa yang terjadi pada anaknya adalah penyebab semua kejadian aneh yang belakangan ini sering terjadi.
"Mungkin bapak butuh refreshing" Bayu memberi ide.
"Kamu benar, akan saya pikirkan soal refreshing usulan kamu itu, terima kasih untuk hari ini, dan beristirahatlah, saya rasa kamu yang paling lelah, karena harus mengemudikan mobil kesana kemari"
"Itu sudah tugas saya pak" jawab Bayu
"Akhir bulan nanti kamu akan saya berikan bonus" ucap ayah Ren, dan tentu saja hal itu membuat Bayu sumringah.
Tapi kebahagiaannya mendadak hilang, berubah menjadi kesal, karena ketika mengecek ponselnya, Bayu mendapatkan SMS dari ayah tirinya, yang mengatakan perlu uang, untuk biaya pengobatan ibu kandung Bayu.
__ADS_1
Padahal selama ini, bagaimana kondisi Bayu keduanya tidak peduli. Tapi ketika sakit, masih Bayu juga yang menjadi tempat mereka meminta bantuan.
Tapi Bayu tidak ingin menjadi anak durhaka, sekalipun ibunya sudah menelantarkannya, demi suami barunya, tetap saja, dia harus menjadi anak berbakti.
Bayu mengirimkan setengah dari uang yang ada di tabungannya, karena dia juga harus punya pegangan, sekalipun sekarang semuanya tercukupi, tapi siapa yang tahu tentang nasib.
Sebenarnya selain meminta bantuan uang, ayah tiri Bayu, meminta Bayu setidaknya datang untuk menjenguk ibunya, walaupun hanya sebentar.
Tapi untuk datang menemui ibunya, rasanya Bayu belum bisa, dan hanya menitipkan pesan agar ayah tirinya, menjaga ibunya tersebut.
Rasa rindu memang ada, tapi rasa sakit lebih besar dari pada rindu yang kini ada didalam hati Bayu, terhadap ibunya.
Dan karena merasa lelah, Bayu akhirnya tertidur, tapi baru beberapa menit memejamkan mata, dia merasa seseorang meniup telinganya, dan tentu saja itu membuatnya terbangun.
Bayu melihat sekeliling kamarnya, tidak ada siapapun, hanya dia seorang, dan rasanya hantu mustahil, karena jarum jam baru menunjukkan pukul setengah tiga sore.
Bayu jadi teringat dengan apa yang terjadi pada ayah Ren, mendapat gangguan ketika tidur.
Bayu mencoba berpikir positif saja, mungkin karena lelah, makanya dia bermimpi aneh, tapi seseorang meniup telinganya, rasanya nyata, bukanlah mimpi.
Atau bisa jadi, karena dia lupa berdoa sebelum tidur, pikir Bayu, mencoba menenangkan perasaan takutnya.
Menurut Bayu, rumah sebesar bioskop, sudah pasti banyak memiliki kamar yang jarang ditempati, karena biasanya, hanya akan digunakan untuk keluarga jauh yang datang berkunjung dan menginap, dan setelahnya akan kembali kosong.
Atau bisa jadi seseorang dari masa lalu, yang pernah menempati bangunan sebelum, rumah megah milik keluarga Ren itu berdiri, bisa jadi dulunya bangunan bekas Belanda, atau sejenisnya, yang sudah barang tentu, punya kisah masa lalu sendiri.
Memang bukan kali ini saja Bayu mendapatkan mimpi saya aneh, disetiap dia pindah kost, tetap dia pasti mendapatkan mimpi aneh, tapi dia enggan menggubrisnya.
Tetapi untuk keluarga Ren, terlalu banyak kejadian yang ganjil, dan apa ia, semua orang yang secara tidak langsung terhubung dengan keluarga Ren, akan mendapatkan gangguan.
__ADS_1
Dan karena hal itu, Bayu jadi tidak tenang, terlebih, lokasi kamarnya cukup jauh terpisah dari yang lain, karena tidak jauh dari garasi mobil, dan tepat disamping kamar Bayu, terdapat pohon mangga yang cukup besar, membuat lokasi kamarnya terkesan angker.
Tapi lokasi tersebut disukai oleh Ren, karena dia bisa leluasa melihat Bayu dari atas balkon kamarnya.