
Ren masih kepikiran tentang mimpi yang ia alami, kenapa Bayu memanggilnya Meira, dan kenapa ia bisa tenggelam.
Tapi yang membuatnya uring-uringan sikap Dean yang menurut Ren, seakan menganggap dirinya adalah pacar Ren.
Sikap Over protektif yang ditunjukkan oleh Dean, membuat Ren tidak nyaman, tapi alasan Dean, menjalankan amanah ibunya Ren, untuk menjaga Ren, sebelum dia kembali ke luar negeri.
Tapi menurut Ren, memastikan keadaan Ren tetap baik-baik saja, tidak juga harus seperti body guard.
Tapi ternyata tanpa Ren ketahui, Dean punya alasan tersendiri mengapa dia bersikap seperti itu kepada Ren, itu karena rasa bersalahnya terhadap Meira, dan apa yang ia lakukan terhadap Ren, adalah bentuk rasa peduli, dan berharap bisa menjadi pelipur lara hatinya, karena kehilangan kekasih hati.
Dean mengenal Meira, saat keduanya bertemu tanpa sengaja di sebuah taman, Dean yang sedang joging pagi, melihat Meira menangis, dan dia mengira Meira di ganggu orang, padahal saat itu, Meira baru saja habis bertengkar dengan Bayu.
Saat melihat Meira, Dean langsung jatuh cinta, pada pandangan pertama, padahal menurut Dean, Meira bukan tipe gadis yang ia suka, tapi entah mengapa, ketika dekat dengan Meira, Dean merasa nyaman.
Di perkenalan pertama mereka, Dean membelikan Meira air mineral, sembari bercanda, Dean mengatakan, kenapa dia hanya membelikan air mineral untuk Meira, karena untuk menggantikan air mata Meira yang hilang.
Dean juga merasa setelah mengenal Meira, arah hidupnya lebih terarah, dia tidak lagi menghabiskan waktunya untuk pergi ke klub malam, secara perlahan mengurangi konsumsi minuman keras, dan hal ini membuat ibu Dean, heran, tidak mungkin anaknya berubah tanpa sebab.
__ADS_1
Dean dan Meira menjadi akrab, terkadang Dean menjadi model pakaian yang ia buat, karena Meira memang sekolah mode, dan terkadang Meira yang menjadi pencicip makanan yang Dean masak, karena Dean memang bercita-cita ingin menjadi chef, tapi ibunya inginnya Dean meneruskan usahanya, mengelola pabrik konveksi, dan beberapa butik milik ibu Dean, yang memang memiliki brand sendiri.
Menurut Dean, hanya Meira yang memahaminya, dan entah mengapa rasa takut kehilangan tiba-tiba tumbuh.
Dean berubah, secata perlahan-lahan menjadi over protektif kepada Meira, dan tadinya hubungan pertemanan yang mereka jalani, dirasa Meira nyaman-nyaman saja, perlahan berubah, menjadi tekanan bagi Meira.
Sementara Meira yang saat itu masih menjalin hubungan dengan Bayu, merasa hubungan dengan Bayu, tidak akan berjalan dengan baik, karena merasa hubungannya dengan Bayu, tidak ada kejelasan, sembilan tahun menjalani hubungan, tapi tak kunjung dilamar, padahal disaat bersamaan, Bayu sudah menyiapkan kejutan, berupa cincin yang akan ia gunakan untuk melamar Meira, ketika Meira sudah menyelesaikan sekolahnya, tapi yang terjadi, Meira justru memutuskan hubungannya dengan Bayu, dan menjalin hubungan dengan Dean.
Tadinya Meira mengira menjalin hubungan dengan Dean, jauh lebih baik daripada menjalin hubungan dengan Bayu, ternyata, tidak hanya over protektif, tapi Dean juga posesif, tak jarang dia melakukan kekerasan terhadap Meira, jika merasa Meira melakukan apa yang menurutnya tidak sesuai keinginannya, atau melanggarnya aturannya.
Setiap saat, setiap waktu, Meira mulai merindukan Bayu, karena Meira ingat, selama menjalin hubungan, Bayu selalu menjaga komitmen yang ia buat, untuk tidak menodai cinta mereka, sampai mereka resmi menjadi pasangan.
Tapi ketika dengan Dean, semuanya berubah, menyesal sudah terlambat, cinta sesaat membutakan mata Meira, dan yang membuat Meira semakin tertekan, sikap posesif yang sering Dean tunjukkan, semenjak keduanya menjalin hubungan, semakin menjadi-jadi.
Sampai akhirnya, Meira menyerah dengan kelakuan Dean, dan meminta putus, tapi Dean tidak ingin putus dari Meira, dan keduanya terlibat pertengkaran hebat, hingga akhirnya, tanpa sengaja Dean mendorong tubuh Meira, hingga terjatuh dari tangga rumahnya, dan membuat kondisi Meira koma.
Sementara, disaat bersamaan, Ren yang dibawa kedua orangtuanya, untuk melakukan perawatan rutin, karena kondisi jantungnya yang lemah, kesehatannya menurun, dan bahkan dokter mengatakan, tipis harapan bagi Ren untuk selamat, jika dia tidak menemukan pendonor, dan mencari pendonor jantung itu ibarat mencari jarum ditumpukkan jerami.
__ADS_1
Melihat kondisi Meira yang semakin parah, dan bahkan dokter mengatakan, tipis harapan bagi Meira untuk bisa pulih, karena kerusakan otak yang ia alami, ibu Dean dicekam rasa bersalah, karena yang menyebabkan Meira koma adalah anaknya.
Ternyata Meira adalah murid terbaik kelas menjahit milik ibunya Ren, dan itulah mengapa Meira bisa terpilih melanjutkan pendidikan ke sekolah mode di luar negeri, dan diluar dugaan, ternyata ibu Dean rupanya adalah teman baik ibu Ren, sehingga kejadian kecelakaan ini mereka simpan rapat-rapat.
Meira sendiri adalah yatim piatu, yang sudah dianggap ibu Ren seperti anaknya sendiri, dan sebenarnya ibu Ren, berharap banyak pada Meira, mengingat kondisi Ren yang terus menurun, tapi keadaan justru berubah, tidak seperti yang diharapkan, dan entah apa yang membuat ibu dan ayah Ren, akhirnya mengambil keputusan, untuk mendonorkan jantung Meira untuk Ren, yang ternyata cocok.
Bagi mereka, apapun resikonya, bagaimanapun akibatnya nanti, mereka harus mengutamakan anak kandungnya, terlebih Ren adalah anak tunggal, dan akhirnya keputusan dibuat, bersama dengan ibu Dean, yang menyadari, bahwa penyebab semuanya terjadi karena ulah Dean, dan dengan kematian Meira, maka secara otomatis tidak akan menimbulkan masalah, tidak ada yang akan terus bertanya tentang kondisi Meira jika dia meninggal.
Lagipula Meira menerima perawatan di rumah sakit milik keluarga ayah Dean, dan secara otomatis semua bisa ditutup-tutupi, terlebih Meira adalah yatim piatu, tidak akan ada yang mencari keberadaanya, dan curiga dengan kematiannya, karena orang yang mengenal Meira, hanya tahu, Meira koma karena jatuh terpeleset dari lantai atas rumahnya, tapi mereka tidak menyadari bahwa Penyebab Meira jatuh karena didorong oleh Dean.
Kesepakatan besar, yang dilakukan oleh kedua orangtua Ren dengan ibu Dean, adalah mendonorkan jantung Meira yang sebenarnya masih memiliki kesempatan untuk hidup, untuk ditransplantasikan kepada Ren, dan menutup rapat semua rahasia tersebut.
Sementara Dean tidak mengetahui sama sekali tentang transplantasi jantung Meira kepada Ren, dan juga soal keluarga Meira, karena Dean tidak pernah bertatap muka secara langsung dengan ayah dan ibu angkat Meira, yang sering Meira ceritakan.
Karena mengalami depresi, akibat rasa bersalahnya kepada Meira. Dean bahkan sempat menjalani perawatan untuk menyembuhkan depresi yang ia alami, sempat membaik, tapi setelah mengetahui bahwa Meira meninggal, Dean menyesal, dan sempat ingin mengakhiri hidupnya, tapi perlahan-lahan setelah melakukan pengobatan, kondisi Dean membaik dan akhirnya ibunya mengizinkan Dean menekuni hobinya yaitu memasak, seperti cita-citanya yang ingin menjadi chef, itu ibunya lakukan, agar Dean punya kesibukan, dan setidaknya bisa secara perlahan-lahan melupakan Meira.
Sampai akhirnya dia dibawa ibunya kembali ke tanah air, untuk sejenak menenangkan diri, karena bertepatan dengan libur musim panas juga, dan meskipun kejadian tersebut sudah lama berlangsung, jika teringat akan Meira, Dean sering mengunci diri di kamarnya, rasa bersalahnya teramat besar, karena sudah menyebabkan Meira meninggal.
__ADS_1