Rahasia Ren

Rahasia Ren
Maaf


__ADS_3

Kesepakatan soal menjadi kekasih sehari, entah apa sebenarnya yang diinginkan oleh Dean.


Tapi Ren, merasa, Dean sepenuhnya tidak menganggapnya sebagai dirinya yang sekarang, bukan sebagai Larena Dihyan, tapi yang Dean lihat saat memandang wajahnya, adalah wajah Meira.


Kisah cinta macam apa ini, batin Ren, dia harus menjadi kekasih seharinya Dean, hanya karena iba saja, Ren mau menuruti permintaan Dean.


Sepanjang hari, Dean dan Dihyan menghabiskan waktu selayaknya orang pacaran, pergi ke wahana bermain, yang disukai Ren, dan sebaliknya, makan es krim, dan kegiatan yang menurut Ren, sebenarnya membosankan, dan seandainya yang saat ini menggengam tangannya adalah Bayu, tentu suasana hatinya akan berbeda.


Entah mengapa, Ren merasa, apa yang Dean lakukan, seolah-olah dia akan pergi jauh, memang, Dean akan kembali ke luar negeri, tapi menurut Ren, tidak harus seperti ini juga, bukankah, jika dia merindukan kampung halamannya, dia bisa kapan pun pulang.


 


"Coba deh" Dean menawarkan gula kapas yang berbentuk hati kepada Ren.


 


Ren tersenyum, karena suka dengan bentuknya, dan merasa kasian dengan Dean, seandainya dia tidak besar di luar negeri, tentunya, gula kapas, bukan menjadi sesuatu yang aneh dan unik menurutnya.


 


"Nanti aku temenin kamu, beli mesin pembuat gula kapas, biar nanti, kalau kangen dengan suasana kampung halaman mu, kamu bisa buat sendiri, dan siapa tahu, tetanggamu disana menyukainya, jadi kamu bisa sekalian jualan"


"Boleh juga, Ren, maaf untuk semua sikap ku selama ini, ya, mungkin ada yang membuatmu kesal atau tersinggung" ucap Dean, sembari tersenyum dan memakan gula kapas yang sudah semakin menipis, karena kelamaan terkena udara.


"Sudah aku maafkan, dan boleh aku bertanya?"


"Silahkan, memangnya apa yang mau kamu tanyakan?" Dean sedikit merasa heran dengan raut wajah Ren.


"Maaf sebelumnya, entah kenapa, aku merasa, apa yang kita lakukan saat ini, bukannya justru membuatmu, semakin mengingat Meira. Dean, aku pernah berada di posisi yang kamu rasakan saat ini, kehilangan seseorang yang kita cintai, sesaat semua yang kita lakukan, seperti normal menurut kita, tapi menurut orang lain, kita tidak sedang baik-baik saja"

__ADS_1


"Yang kamu katakan memang benar, semua yang aku lakukan, memang karena aku merindukan Meira, aku berharap, setidaknya, satu menit saja, dia bisa berada di hadapanku, dan tersenyum" ucap Dean lirih.


 


Melihat begitu besarnya cinta Dean pada Meira, hati Ren sakit luar biasa, tapi apa yang bisa ia lakukan, semua sudah tidak bisa diulang kembali, dan seandainya dia bisa kembali ke masa lalu, seperti yang pernah ia lakukan, dan akhirnya membuatnya bisa bertemu kembali dengan Ruli, meskipun hanya sebentar, akan ia lakukan, tapi semuanya terjadi begitu saja, bahkan dia sendiri sempat bingung dengan semua hal ganjil yang selama ini terjadi padanya.


 


"Maaf, karena sudah membuatmu kembali mengingat Meira"


"Tidak apa-apa, terkadang aku senang, punya teman yang membuatku bisa mengingat kembali tentang Meira"


"Teman?"


"Saat ini kita memang kekasih sehari, tapi pada kenyataannya, kita teman baik kan?"


 


Dean meminta Ren untuk menunggunya di sebuah restoran, ketika Dean mengajak Ren, makan siang di sebuah restoran yang ada di mall, yang tidak begitu jauh dari lokasi wahana bermain, dan setelah makan siang, rencananya mereka akan menonton film di bioskop.


Dean meminta Ren untuk memesan makanan, dan dia mengikuti saja, apa yang Ren pesan, soalnya dia ingin pergi ke toilet sebentar.


Tapi ditunggu lama, Dean tak kunjung datang, bahkan makanan yang dipesankan Ren untuk Dean, sudah dingin.


Masih dengan kebingungan, Ren kemudian di hubungi oleh bi Nina, tentang gambar yang Ren buat, dan entah kenapa, bi Nina, merasa gambar tersebut, seakan mengisahkan apa yang terjadi saat ini, dan bi Nina, meminta Ren, untuk tetap bersama dengan Dean, dan jangan pernah membiarkan Dean sendirian.


Tapi bagaimana mungkin, Ren bisa terus bersama dengan Dean, semisal yang terjadi sekarang, Dean pergi ke toilet, apa ia, Ren juga harus mengikuti Dean, apa kata orang-orang nanti, dan masalahnya, hasil gambar yang bi Nina kirim via WhatsApp, ternyata tidak begitu jelas, karena tidak sengaja tertumpah air, jadi ada bagian yang robek, lantaran bi Nina, kurang berhati-hati mengeringkannya.


Ren, memperhatikan gambar yang dikirim oleh bi Nina, mencoba mencari tahu, tentang kekhawatiran bi Nina, soal gambar yang Ren buat, dengan apa yang akan terjadi pada dirinya dan Dean hari ini.

__ADS_1


Buntu, bingung, Ren tidak bisa menemukan apapun, karena ada gambar yang terkoyak, dan yang membuat Ren lebih bingung lagi, kenapa Dean begitu lama ke toilet, jika sekalipun sembelit, tidak mungkin selama ini, batin Ren, yang akhirnya mencari keberadaan Dean


Kekhawatiran Ren, semakin bertambah, ketika tidak bisa menghubungi Dean. Ren bahkan berkeliling mall, untuk mencari keberadaan Dean, tapi tidak menemukannya, bahkan Ren sampai meminta bantuan pihak keamanan mall, untuk mencari Dean, melalui kamera cctv mall.


Tak mudah mencari keberadaan Dean, di saat mall tengah ramai pengunjung, dan tentunya hal ini membuat Ren, semakin khawatir, karena bagaimanapun, kedua orang tua Dean tahunya, jika Dean pergi bersamanya, dan jika sampai terjadi sesuatu pada Dean, apa yang akan ia jawab nantinya.


Dean masih belum ditemukan, pihak keamanan mall, masih mencari keberadaan Dean, dan menurut rekaman video cctv terakhir sebelum akhirnya Dean menghilang, dia pergi menuju lantai atas mall.


Untuk apa Dean pergi ke lantai atas, lagipula rencana mereka menonton film, masih satu jam lagi, dan ada yang aneh dari hasil rekaman video cctv, Dean seperti sedang berbicara dengan seseorang, padahal jelas saat menaiki tangga eskalator, dia sendirian.


Ren, bingung dengan tingkah laku Dean, yang ganjil di rekaman video cctv tersebut, apa sebenarnya yang sedang terjadi kepada Dean, kenapa dia bisa berbicara sendiri, apa ia, Dean stress karena terlalu memikirkan Meira.


Meira, Ren mencoba melihat lagi gambar yang bi Nina kirim dengan kejadian yang terjadi saat ini, gambar seperti seorang perempuan yang terbang bebas, dan kemudian mengulurkan tangannya kepada seseorang.


Apa maksud dari gambar yang dikirim bi Nina, Ren benar-benar bingung, dia harus secepatnya mengartikan maksud dari gambar dan juga hubungan gambar tersebut dengan semua yang terjadi saat ini.


Lantai atas, itu artinya atap mall, perempuan yang terbang bebas, dan kemudian terlihat mengulurkan tangannya, apa itu Meira.


Ren bergegas berlari menuju ruangan petugas kemanan, dan meminta bantuan mereka untuk pergi ke atap mall, memastikan kemungkinan Dean berada disana.


Petugas kemanan menghubungi rekan kerjanya yang berada di lantai tiga, dan ketika Ren hendak menuju tangga eskalator, bermaksud untuk menyusul petugas kemanan, suara keras terdengar dari luar mall, disertai, suara sirine mobil yang terus menerus berbunyi.


Ren, berjalan pelan menuju arah suara, sementara para pengunjung yang lain, sudah banyak yang berada di lokasi kejadian.


Tubuh Ren, mendadak lemas, kakinya benar-benar seakan tidak mampu menopang berat badannya saat ini.


Karena Ren bisa melihat dengan jelas, bagaimana kondisi Dean, yang sudah berlumuran darah, dan terbaring di atas mobil yang ringsek, akibat menahan beban tubuhnya.


Ren tak percaya, jika Dean akan menerjunkan dirinya dari lantai tiga mall dan membuat tubuhnya jatuh tepat di atas sebuah mobil pengunjung mall.

__ADS_1


__ADS_2