
Bayu mencari cara untuk membuat Ren tidak lagi marah padanya, karena fatal akibatnya, jika sampai ayah Ren tahu putrinya kesal karena dia, bisa-bisa nanti dia kehilangan pekerjaannya.
"Selamat ulang tahun" ujar Bayu, yang sudah menunggu Ren di depan pintu kamarnya, dari sejak subuh, dengan kue ulang tahun, dan tentunya atas izin bi Nina.
"Siapa yang ulang tahun? ngawur saja" ucap Ren yang nampak keheranan.
"Kamu" ujar Bayu
"Ulang tahunku masih lima bulan lagi"
"Dirayakan lebih awal kayaknya nggak masalah dong ya? Soalnya aku nggak tahu" ujar Bayu
"Makanya kalau mau buat kejutan, tanya dulu, jangan asal saja, kalau salah, kan malu" ucap Ren, sembari memakan buah ceri yang menjadi hiasan kue ulang tahun untungnya.
"Kalau salah, aku bawa pulang saja lagi kalau begitu kuenya" ujar Bayu
"Nggak usah dibawa pulang, biar nanti aku yang makan, dari pada mubazir" ucap Ren sembari meraih wadah kue yang ada ditangan Bayu.
"Jadi itu artinya nggak ngambek lagi kan?" tanya Bayu.
"Masih" jawab Ren, sembari memasang wajah cemberut.
"Ya sudah kalau begitu, aku balik ke kamar saja" ancam Bayu, yang sebenarnya bercanda.
"Jangan, temani aku disini" ucap Ren sembari menarik tangan Bayu, dan entah kenapa Bayu merasa sosok yang ada dihadapannya bukanlah Ren, tapi seseorang dari masa lalunya, yang sebenarnya tidak ingin lagi dia ingat, karena ingkar janji, dan hal itu membuat Bayu sakit hati, meskipun sebenarnya dia masih merindukan sosok tersebut.
"Kamu kenapa? Kok memandang wajahku sampai segitunya?"
__ADS_1
"Jorok, belum cuci muka sama gosok gigi, tapi sudah makan"
"Tunggu disini, aku cuci muka, sama gosok gigi dulu, dan jangan diganggu kuenya, boleh dimakan, tapi aku yang potong" ucap Ren sembari berlari menuju kamar mandi.
Bayu tidak habis pikir, kenapa wajah Meira muncul kembali di ingatannya, susah payah dia mencoba untuk melupakan perempuan yang sudah mengingkari janji suci mereka.
Padahal Bayu ingin melamar Meira, dan semua sudah ia siapkan, tapi tanpa alasan Meira meminta putus, dengan alasan dia sebenarnya sudah bertunangan dengan pemuda lain.
Hati siapa yang tidak hancur dan kesal, pacaran selama 9 tahun lebih, dari mulai SMP, hingga akhirnya bisa menyelesaikan diploma bersama-sama tepat waktu, tapi akhirnya dikhianati, dan jangan ditanya bagaimana rasanya sakitnya hati Bayu saat itu.
Itulah alasan kenapa dia enggan untuk menceritakan kepada orang lain tentang masa lalunya, selain karena kisah cintanya yang apes, kisah hidupnya juga tak kalah menyedihkan juga.
Ditinggal pergi oleh ayahnya untuk selama-lamanya sejak SD, dan hanya hidup berdua dengan ibunya, semuanya baik-baik saja, tapi setelah ibunya memutuskan untuk bekerja ke luar negeri, kehidupan Bayu kacau balau, dia mau tak mau harus mengurus dirinya sendiri, sejak SMP, dan tadinya Bayu pikir ibunya benar-benar mencari uang untuk kehidupan mereka berdua agar lebih baik, tapi kenyataannya, ibunya bekerja bersama kekasih barunya, dan bisa ditebak yang terjadi kemudian, uang yang seharusnya dikirim untuknya, justru habis dipakai kekasih ibunya, dan akhirnya membuat Bayu banting tulang untuk bertahan hidup.
Bayu tidak tahu, apakah ibunya tahu tentang kebiasaan buruk kekasihnya tersebut, tapi apa yang terjadi padanya saat itu, membuat dia membenci ibunya, bahkan sampai saat ini.
Karena kisah masa lalu yang menyedihkan tersebut, membuat Bayu menjadi takut berkomitmen menjalin hubungan yang serius dengan seorang perempuan.
Ren mengacak-acak rambut Bayu, karena ketika dia kembali lagi ke balkon, dia melihat Bayu sedang melamun.
"Kamu lagi mikirin apa, serius banget" ucap Ren.
"Kapan tuan dan nyonya pulang, aku ingin punya rutinitas lagi, bosan hanya berdiam diri begini"
"Baru tiga hari sudah bosan, aku hampir separuh hidup, semuanya aku jalani dari rumah, banyangkan, bagaimana rasa bosannya"
Mendengar ucapan Ren, Bayu tersenyum, sembari memandang wajah Ren yang menurutnya terkadang mengingatkannya pada Meira, mantan kekasihnya.
__ADS_1
Tapi rasanya aneh saja, antara Ren dan Meira tidak ada ikatan saudara, tapi kenapa terkadang ada sifat Meira yang ada dalam diri Ren, dan seandainya Bayu menanyakan hal tersebut, tentulah hal tersebut terlihat konyol.
Terlebih ketika tempo hari, Ren mengenakan dress hitam dari butik, sebenarnya secara tidak langsung membuka luka lama yang bahkan belum kering, tapi masih ada jejak kerinduan disana.
Karena bagaimanapun juga, waktu 9 tahun bersama, bukan waktu yang sebentar, dan jika harus secara tiba-tiba melupakan semua kenangan indah, rasanya mustahil.
Bayu yang kembali dengan lamunannya, tiba-tiba terkejut, ketika mendengar suara yang sangat ia kenal memanggil namanya, dan itu adalah suara Meira.
Bayu kaget bukan main, dengan apa yang ia lihat, gadis yang ada dihadapannya saat ini benar-benar Meira.
"Kamu tidak merindukan ku? Apakah sebesar itu kebencian mu padaku?"
Bayu mengucek-ucek matanya, memastikan penglihatannya, bahwa ia tidak salah lihat, karena bukankah tadi dia sedang bersama dengan Ren, tapi kenapa sekarang tiba-tiba bersama Meira.
Apakah karena dia sedang memikirkan Meira, makanya dia berhalusinasi ada Meira dihadapannya.
Bayu hanya bisa berdiri dan terdiam seperti manusia kena kutuk jadi batu, sementara pandangannya tak beralih sedikitpun dari wajah Meira, tapi akhirnya meminta penjelasan pada Meira, tentang semua keputusannya yang tiba-tiba.
"Kamu kemana saja selama ini? Kenapa tiba-tiba minta putus lalu kemudian hilang tanpa kabar, dan sekarang tiba-tiba datang, kamu pikir aku nggak punya perasaan, kamu tahu bagaimana rasa sakitnya aku diperlakukan seperti itu, 9 tahun bukan waktu yang sebentar Mei, dan apa bagimu apa yang kita jalani selama 9 tahun, sesuatu yang main-main, dan kamu tahu aku merindukanmu, sangat merindukanmu sekaligus..." belum sempat Bayu melanjutkan perkataannya, gadis yang ia panggil dengan nama Meira tersebut mendekat ke arahnya dan kemudian mengecup bibir Bayu, dan tentu saja hal itu membuat Bayu terdiam.
"Aku minta maaf" ucap gadis tersebut sembari memandang wajah Bayu, dan jelas sekali kerinduan yang besar terlihat disana.
Bayu menghela nafasnya sejenak, kini kerinduan dan rasa benci bercampur menjadi satu, mengaduk-aduk emosinya.
Meira tertunduk lesu sembari menangis, dan melihat Meira menangis, Bayu perlahan meraih wajah Meira, dan mendekatkan bibirnya ke bibir Meira yang terlihat memejamkan mata, dan luapan benci dan rindu nampak pada ciuman mereka.
Tapi ketika Bayu membuka mata, keanehan terjadi, ternyata yang ia cium adalah Ren, bukan Meira dan baik itu Ren maupun Bayu terkejut, dan menjadi salah tingkah.
__ADS_1
Ren sendiri tidak sadar kenapa dia bisa berciuman dengan Bayu, padahal tadinya mereka sedang bercerita santai, dan semuanya terjadi begitu cepat.
Bayu bingung harus mengatakan apa, begitu juga dengan Ren, dan yang terjadi, keduanya hanya bisa saling membodohi diri sendiri, kenapa harus terbawa perasaan dengan kisah cinta masing-masing, dan akibatnya membuat hubungan mereka, pasti nantinya akan menjadi canggung sekali.